32 Jam Menabur Sabar Menuai Lelah

Hari Senin tanggal 4 Agustus adalah hari masuk kerja kembali (kecuali yang ambil cuti) secara serentak bagi para pekerja dan karyawan yang mencari nafkah di ibukota. Setelah berbondong-bondong pulang kampung maka mereka berduyun-duyun pula untuk kembali menjalani bagian akhir ritual dalam pesta terheboh se-Jawa yakni arus balik menyusuri pantura. Bagi yang belum pernah merasakan pahitnya melintasi wilayah tol Cikampek, simpang Jomin, Cirebon hingga kota-kota di Jawa Tengah sepanjang Pantura selama musim Lebaran, maka di sini saya akan bagikan dengan penuh kerelaan.

Ternyata macet yang sering kita hadapi di ibukota sepulang dari kantor atau karena hujan dan banjir, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan macet berpuluh-puluh jam di hampir sepanjang ruas jalan mana pun baik di jalur utama atau alternatif di Jawa. Macet…cet…boo dimana-mana. Seluruh jalan penuh sesak oleh mobil berplat B dan berubah menjadi tempat parkir raksasa. Bisa dibayangkan bagaimana menderitanya mereka yang berada di dalam kendaraan. Saya pun mengalaminya. Sesaat menjelang Gerbang tol Cikampek, kendaraan berubah arah yang tadinya melewati jalur Pantura, kini malah mengambil jalur alternatif  Sumedang-Majalengka-Cirebon. Mungkin karena semua pemudik berpikiran sama, hasilnya adalah jalur ini pun macet bahkan berjam-jam!

Tak bisa dipungkiri, pada hari itu memang pemudik benar-benar mencapai puncaknya dan berbagai jalanan dipenuhi pemudik dari arah Barat (baca: DKI dan sekitarnya).  Jadi wajar saja apabila kendaraan sulit bergerak.

Selepas Cirebon, perjalanan terasa agak lancar dan saat melintasi Brebes, Tegal, Pekalongan hati ini agak terhibur melihat pemandangan bagus di luar. Bahkan saat melintasi jembatan Comal di Pemalang yang dikabarkan ambles itu, ternyata bisa dilintasi dengan aman dan leluasa. Setengah perjalanan berikutnya kembali dihinggapi macet lagi dan  sampai bosan rasanya menatap deretan mobil Jakarta yang tak bergerak itu di depan kita. Dan tanpa sadar kami sudah 24 jam lebih berada di jalanan sodara-sodara…

Sampai di tujuan hari sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB, saat hari Raya masih dini hari dan tinggal menunggu beberapa jam lagi untuk shalat Ied.

Inilah rekor mudik terbaru tahun ini yang dipecahkan oleh rombongan kami yang hendak melaksanakan ritual tahunan,  32 jam berada di jalanan, sama seperti yang dilakukan tiga tahun lalu. Namun kali ini lebih menyebalkan.

Apa hendak dikata, pemerintah yang kita harapkan untuk turun tangan mengatasi kemacetan menggila ini ternyata masih berkutat dengan masalah KPU, gugatan Prabowo, kabinet Jokowi, MK, masalah Gaza entah apa lagi. Pokoknya EGP ‘kali. 🙂

0 Comments Add yours

Silakan komentar