cerita dari kantor

5 Hal Menyenangkan Bila Kerja Hanya 4 Hari Seminggu

November 7, 2019
5 Hal Menyenangkan Bila Kerja Hanya 4 Hari Seminggu

Belum lama ini ada berita yang sangat, sangat memberi kesegaran bagi kita kaum pekerja yang telah bekerja selama 5 hari dalam seminggu. Dalam sebuah eksperimen yang dilakukan perusahaan Microsoft Jepang terhadap para karyawannya, ternyata kerja dalam waktu hanya 4 hari seminggu saja mulai dari Senin sampai Kamis telah membuat karyawannya merasa lebih produktif dan bahagia.

Seandainya kondisi bahagia itu dipertahankan terus, bukan tak mungkin tingkat stres dan kelelahan akibat di perjalanan berangkat danpulang akan lenyap dan diganti dengan semangat masuk kerja yang lebih tinggi.

Itu dari sisi karyawannya, nah dari sisi perusahaan sudah jelas penghematan besar-besaran atas pemakaian kertas, mesin-mesin semisal fotokopi, fax, dispenser, penggunaan air baik untuk minum dan toilet, serta komputer beserta teman-temannya akan menjadi sebuah keuntungan.

Kalau kita kilas balik, sebenarnya pola kerja 5 hari kerja dalam seminggu adalah jamak. Malah, sejak saya masih kecil dulu, orang tua (Bapak) bekerja selama 6 hari kerja dari Senin sampai Sabtu. Bapak bekerja di BUMN -yang sampai sekarang kantornya masih tegak berdiri- dan kadang hari Minggu pun diminta kerja lembur.

Kala itu tidak terlalu aneh orang bekerja hingga hari Sabtu dari pagi hingga sore karena kondisinya memang seperti itu. Sibuk bekerja tapi keluarga menerima dengan baik-baik saja tanpa merasa kehilangan waktu berharga untuk keluarga. Juga karena ruang bermain sangat terbuka sehingga tak terlalu memikirkan kehadiran orang tua. Hanya hari Minggu saja kebersamaan itu masih ada.

Lalu zaman berganti, pola kerja berubah menjadi 5 hari kerja guna meningkatkan produktivitas dan seingat saya akibat pengaruh dari pola kerja di Barat juga yang menerapkan akhir pekan menjadi hari kebersamaan keluarga. Week End menjadi ajang kumpul-kumpul dan mempererat hubungan antar ayah, ibu dan anak-anak.

Kalau seandainya pola kerja berubah menjadi 4 hari seminggu apa saja hal -hal yang menyenangkan yang akan kita nikmati?

  • Acara liburan plus jalan-jalan akhir pekan akan menjadi kian lama durasinya dan tentu saja sangat memuaskan. Pihak-pihak penyedia jasa liburan seperti hotel, transportasi, dan tempat wisata pasti akan memberikan layanan paling maksimal.

  • Rileks adalah kunci, kita bisa bermalas-malasan dengan bangun tidur seenaknya, makan alias jajan seenaknya atau menjalankan hobi dengan lebih telaten semisal berkebun atau memelihara hewan peliharaan.

  • Quality time bersama keluarga dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti memasak, nonton bioskop atau jalan-jalan sepertinya tetap menjadi hal yang tak mungkin ditukar dengan apa pun.

  • Bagi pecinta tontonan TV Series atau drama Korea, inilah waktu yang sangat menyenangkan untuk menonton serial kesayangan tanpa putus, back to back, sampai finale. Hmm…akhir pekan 3 hari rasanya cukup sekali untuk merampungkan episodenya sampai akhir.

  • Bagi yang masih jomblo, bertemu teman lama ataupun baru di tiga hari libur itu rasanya sangat strategis untuk menjalin keakraban, mencari koneksi atau bahkan hubungan lebih lanjut.

Kelima aktivitas menyenangkan di atas itu sebenarnya sudah bisa dijalankan pada pola kerja 5 hari kerja sekarang ini yakni hari Sabtu dan Minggu. Namun dengan bertambahnya hari libur di hari Jumat maka acara menyenangkan selama tiga hari ini bukan tak mungkin akan lebih terasa efek dan manfaatnya.

Bayangkan bila 4 hari bekerja dengan asumsi 10 jam per hari dihabiskan di ruangan kantor, maka otak akan terasa lebih panas dan tubuh pasti sudah lunglai. Ditambah dengan tingkat stres yang juga lebih tinggi, pasti sebagian karyawan akan butuh pelampiasan yang lebih panjang dan rileks yang lebih banyak lagi.

Pertanyaannya adalah, akankah Indonesia bersedia menerapkan pola kerja kantor seperti di Jepang atau tidak?

Silakan komentar

%d bloggers like this: