Ada Apa dengan Steller?

Beberapa minggu belakangan ini ada yang menarik perhatian saya dalam membuka-buka aplikasi di smartphone. Biasanya ritual pagi hari sebelum berangkat kerja adalah membuka folder Medsos seperti FB, Twitter, WA, Instagram, lalu menengok situs berita yang sedang ramai, kemudian diikuti dengan melongok surel atau blog pribadi.

Namun, setelah ada yang mengenalkan dan menyebut-nyebut tentang Steller, saya merasa ketagihan untuk selalu menengoknya beberapa kali dalam sehari. Apa itu Steller? Ini adalah wadah jejaring baru yang diperuntukkan bagi penggunanya agar bisa bercerita secara bebas tentang apa saja. Bercerita sesukanya dengan genre yang bebas pula entah itu komedi, cerpen, meme, kartun, kisah perjalanan atau ide.

Dilengkapi dengan foto dan video untuk mendukung sebuah cerita, maka Steller bagaikan angin segar bagi mereka yang memiliki keinginan menuangkan lebih dari sekadar pamer foto di Instagram.

Steller juga unggul dalam menciptakan semacam benang merah dari sebuah topik yang diceritakan. Dan ini sangat menarik. Ada berbagai petualangan yang ditawarkan, kesan dan cita rasa yang ditularkan dalam satu bingkai di Steller.

Saya merasa sudah menyukai desainnya saat pertama kali menginstallnya. Oh ya formatnya dibuat seolah seperti lembaran kertas dalam sebuah buku jurnal. Saat membuka lembar demi lembar kita bisa mengagumi tulisan, foto atau videonya yang biasanya sukses membuat saya kagum akan kemampuan mereka dalam merangkai kisah.

Ada yang bercerita tentang kota dan tempat ( sebagian besar sih), kuliner, human interest, pemandangan atau hal-hal remeh semisal kebiasaan seseorang. Dibutuhkan intuisi dalam menangkap suatu momen lalu dituangkan ke dalam Steller dan ini sangat bersifat kreatif karena di dalamnya si penyusun dituntut untuk menciptakan rangkaian yang menyambung (benang merah)  dan jangan lupa, menarik baik secara visual atau teks. Setelah itu hanya keunikan dari masing-masing yang membuat kita yang melihatnya betah untuk menanti kisah si penyusun Steller berikutnya.

Biasanya lembarannya tak lebih dari 10 halaman, ada juga yang mencantumkan kisah Steller hingga 53 halaman! Kalau menarik mungkin tak terasa bosan justru semakin indah saja ditatap. Sebaliknya bila lebih dari 10 halaman tapi isinya kurang variatif dijamin yang melihat akan ‘lelah’ 🙂

Steller ini juga tak terlepas dari sistem follow-followan. Alih-alih memberi komentar yang positif, ternyata masih ada saja yang meninggalkan komentar hanya untuk minta difolback, ealaah…

Saya selalu suka dengan suguhan gambar yang eye-catching entah dari sudut pengambilan gambar yang unik, atau judul yang membuat penasaran. Dan dengan tampilan yang indah akan mendorong orang untuk selalu memposting Steller berikutnya dengan lebih ciamik lagi.

Setelah tadinya hanya bisa dilihat lewat iphone, aplikasi Steller yang dikembangkan oleh Mombo Labs ini sekarang  sudah bisa diinstall melalui Android ( meskipun Androidnya masih pilih-pilih juga).

Nah, sesuai dengan konsepnya yang story-telling, Steller ini cukup bisa sebagai pengisi hari-hari ketika kita sedang suntuk.

Silakan komentar