Alias Grace, Penantian Panjang Seorang Napi

  • Tayang Perdana : 25 September 2017
  • Network : CBC (Canada), Netflix
  • Pemain : Anna Paquin, Sarah Gadon, Edward Holcroft
  • Genre: Drama, Biografi, Kriminal
  • Episode: 6
  • Rating: 8.2

Kesan pertama saat menonton mini seri ini awalnya sangat biasa saja.  Namun lambat laun, akhirnya Alias Grace menjadi mini seri yang patut dinantikan saban minggu. Hal yang membuat mata ini tetap menyaksikannya adalah karena film ini garapan Netflix yang sudah terkenal dengan kisah-kisahnya yang berbobot, nyeleneh, out of the box  dengan latar cerita yang mengingatkan pada zaman Ratu Victoria.

Diangkat dari novel berjudul sama yang terbit pada 1996, ditulis oleh Margaret Arwood dan berdasarkan kejadian nyata, Alias Grace sontak menjadi film yang sangat dinanti-nantikan kehadirannya setiap minggunya. Hal yang menjadi daya tarik bukan soal pelayan yang dituduh membunuh majikan,  namun lebih besar dari itu yakni isu yang diangkat dan masih sangat berkaitan dengan masa sekarang berupa ketidakberdayaan wanita saat menghadapi hukum pada masa abad 19. Sosok pelayan wanita yang pasrah dan menerima hukuman nyaris di sepanjang hidupnya tanpa tahu bagaimana harus membela dirinya. Konon kasus Grace telah menjadi pokok masalah  yang sangat menantang bagi para pakar seperti dokter, ahli hipnosis dan psikolog yang memiliki atensi atas keterlibatan sang pembunuh ini.

Alias Grace bercerita tentang  gadis muda Irlandia bernama Grace Marks  yang bersama keluarganya pergi  menuju Kanada guna mengubah nasib .  Tahun 1842, adalah awal Grace menjadi pelayan di sebuah rumah seorang majikan yang baik hati. Di sini ia sempat berteman dengan Mary Whitney sesama pelayan yang bekerja di sana. Dengan segera keduanya menjadi sahabat dan sangat bergantung satu sama lain. Saat akhirnya Mary mengandung anak dari majikan prianya, saat itu pula berakhir pula persahabatan keduanya. Mary lebih memilih mengakhiri hidup ketimbang memberitahukan siapa ayah jabang bayi yang dikandungnya.

Saat masih berduka akibat kehilangan sahabat,  Grace bertemu dengan Nancy ( Anna Paquin) yang langsung menawari bekerja dengan upah yang lebih tinggi dari sebelumnya di rumah majikannya, Thomas Kinnear. Dalam perjalanan waktu  ternyata sikap Nancy selalu membuat jengkel dan gusar  sehingga kebencian  akhirnya memuncak  dan berakhir dengan rancangan pembunuhan. Meskipun ajakan untuk menghabisi nyawa selalu diucapkan oleh McDermott si pengurus kuda keluarga, namun keputusan untuk  membunuh adalah hal yang terakhir dipikirkan oleh Grace.

Sidang yang berlangsung ternyata memberatkan Grace baik secara mental dan fisik. Kehadiran dr. Simon yang bertugas menggali ingatan seputar  upaya pembunuhan itu cukup membuat Grace menemukan secercah harapan atas hukuman yang dijatuhkan.

Di episode awal  diceritakan awal perkenalan para tokoh serta kilas balik berbagai rangkaian peristiwa nantinya yang akan dijalani sang tokoh utama. Agak membingungkan namun menarik disimak terutama menyangkut akting, latar, dan lansekap atau propertinya seperti misalnya desain rumah Thomas yang memiliki gudang di bawah tanah tempat penyimpanan berbagai macam persediaan makanan dan minuman atau gaya pakaian yang dikenakan pada masa itu. Kamera yang berjalan seolah mata yang menyusuri setiap detail dan sudut rumah adalah sudut pengambilan yang terindah.

Alur ceritanya sangat liniear, tidak bertele-tele. Disampaikan melalui tutur kata dengan bantuan adegan kilas balik yang menurut saya sangat artistik dan sedikit ada unsur filosofinya. Misalnya saat  Dr. Simon meminta Grace menceritakan  quilt yang sedang ia jahit. Grace dengan lancar menceritakan jenis-jenis quilt beserta fungsinya. Adegan ini merupakan simbol dari berbagai peristiwa yang akan terjadi di sepanjang perjalanan hidup Grace.

Tell me about the quilt you’re making, Grace.

For me, there are many dangerous things that may take place in a bed.

(Alias Grace ep.1)

Latar yang suram dan gelap merupakan simbol dari kepedihan dan misteriusnya cerita ini. Hingga akhir  cerita  kondisi yang muncul antara Grace dengan rentetan kisahnya yang jauh dari kegembiraan itu tetap menyisakan rasa penasaran di hati penonton. Sebenarnya hal yang membuat rasa ingin tahu dari film ini bagi saya adalah bagaimana kelanjutan hubungan Dr. Simon dengan Grace? Dan itu terjawab di bagian ujung cerita. Sesuatu yang membuat saya kecewa 😀

Dari segi artistik,  sentuhan kewanitaannya benar-benar terasa, karena memang  penulis skenario dan sutradaranya wanita. Jadi apa boleh buat, menyaksikan film ini akan terlihat cita rasa perempuan dari berbagai sudut adegan.

Untuk bintangnya, Anna Paquin benar-benar artis yang matang dan berkelas dalam memerankan Nancy yang menjengkelkan dan patut dibenci ini. Tak boleh dilupakan sang protagonis yakni Sarah Gadon yang memerankan Grace Marks. Aktingnya sangat natural dan benar-benar mampu membawa Grace menjadi sosok yang menurut saya meskipun seorang napi, tapi cukup bermartabat, tabah dan memiliki prinsip kuat untuk terus menjalani sisa kehidupannya.

Sebagai sebuah mini seri, Alias Grace  istimewa karena menyoroti sisik melik kehidupan wanita yang terpenjara yang agak jarang diangkat ke dalam sebuah film. Juga, film ini memiliki pesan moral yang jauh melampaui batas pada zamannya.

Silakan komentar