American Gothic

  • Tayang perdana : 22 Juni 2016
  • Network: CBS
  • Pemain: Juliet Rylance, Anthony Starr,  Virginia Madsen, Elliot Knight
  • Genre: Drama, thriller
  • Episode: 13
  • Rating: 6,8 /10 (IMDB)

Jarang-jarang  saya menonton serial TV tidak berdasarkan rating. Biasanya saat ingin nonton saya selalu mengandalkan rating. Namun kali ini saya mengandalkan intuisi akan sebuah drama seri seru yang awalnya dianggap biasa-biasa saja. Kalau mengacu pada angka rating, film seri ini pasti gak masuk hitungan dari daftar drama seri yang akan saya saksikan. Tapi setidaknya  saya bisa menumbangkan anggapan yang telah terpatri di pikiran bahwa ‘rating rendah, film buruk’.

family1

Nyatanya saya sangat terkaget-kaget  dengan hasil akhir kisahnya. Atau, baiklah jangan bicara langsung ke bagian akhir. Saat menyaksikan di awal episodenya saja, saya merasa film seri ini akan menjanjikan. Ini memang tergantung selera sih. Kalau sepaham bahwa dengan rating yang di bawah angka 7  itu buruk, ya sudah tinggalkan saja, namun kadang saya tak ingin percaya bulat-bulat dengan penilaian. Saya lebih suka mengandalkan feeling untuk mengetahui apakah film seri ini bagus atau tidak. Layak atau tidak ditonton untuk saya sendiri.

Memang ketertarikan pertama bukan pada isi cerita namun justru terletak pada judulnya yang ‘gothic’ dan ditambah dengan simbol serta warnanya yang kelam. Menurut saya rasa penasaran atas segala hal yang mengantarkan pada peristiwa paling kelam dalam hidup keluarga besar Hawthorne inilah yang membuat saya bertahan mengikuti jalan ceritanya hingga akhir.

Sebenarnya apanya  yang gotik? Apakah akting para pemain, rumah, alur cerita atau sepak terjangnya masing-masing? Satu per satu dikupas di tiap-tiap episode awal. Perkenalan para pemain yang masih asing bagi saya (kecuali Anthony Starr -pemain dalam serial Banshee) membuat saya merasa menyaksikan potongan-potongan sifat atau karakter yang harus disatukan bila menonton tiap episodenya.

Tersebutlah keluarga Hawthorne yang terpandang di kota Boston. Putri sulung  keluarga yang bernama Alison Hawthorne-Price mencalonkan diri sebagai walikota Boston. Keinginan ini didukung oleh seluruh keluarga namun penemuan sebuah ikat pinggang di sebuah terowongan jalan yang runtuh telah membuka tabir masa lalu keluarga itu yang ternyata penuh rahasia.

Ada masanya rahasia itu harus diungkap agar tenang dan tidak memberati hidup namun  masalahnya ada beberapa pihak yang tak ingin hal  itu terjadi. Alih-alih ingin mencegah rahasia itu terbuka, namun justru langkah yang diambil keliru bahkan menjurus ke  kepahitan hidup yang harus ditanggung hingga ke anak cucu. Adalah kasus SBK (Silver Bells’Killer) yang mengemuka kembali disertai dengan  teror yang menghantui keluarga.

Saling curiga dan menyalahkan antar sesama saudara menjadi bumbu  yang menarik. Namun untungnya tidak seperti kebanyakan sinetron yang mendayu-dayu, problema antar saudara tidak terlalu meruncing. Setiap masalah malah makin menguatkan ikatan persaudaraan antara kakak dan adik.

Sosok Alison yang logis, tenang, terbuka dan menjadi panutan bagi adik-adiknya merupakan potret kesempurnaan seorang wanita sekaligus ibu bagi kedua putrinya.  Siapa sangka dibalik ketenangannya ia mampu membalikkan keadaan dengan dahsyat. Garret yang berpembawaan serius sekaligus misterius bisa menjadi rujukan atas segala persoalan yang dihadapi terutama bagi Cam, si adik yang mantan pecandu narkoba. Sementara sang adik bungsu,  Tessa, harus bergulat dengan pikirannya antara lebih berat berpihak pada keluarga atau suaminya, Brady. Brady sendiri digambarkan sebagai seorang polisi yang harus memecahkan dan mencari tahu siapa dalang dibalik kasus SBK  meskipun Tessa-sang istri tak ingin ia terlalu larut menggalinya lagi.

Hal-hal menarik mulai muncul seiring dengan bertambahnya episode. Saya baru menyadari bahwa kesan gothic bukanlah hal yang bersifat kelam atau horor namun lebih kepada rahasia yang harus ditutupi dengan kukuh oleh sang ibu demi lancarnya kehidupan yang dijalani selanjutnya. Ada berbagai pesan moral yang sangat bagus dari kisah ini antara lain, bahwa sesama saudara kandung harus selalu saling dukung, kebenaran meskipun terdengar pahit harus diungkapkan karena tak ingin menimpa keluarga yang lain.

Salah satu poin lebih menonton film seri ini adalah kejutan yang tampil menjelang berakhirnya seri ini. Siapa pelaku SBK dan apa kaitannya dengan keluarga  Hawthorne yang terhormat ini menjadi misteri tersendiri yang harus sabar kita ikuti. Plotnya menarik, akting para pemainnya cukup kuat dan tidak lebay. Selain sebagai film drama, unsur thrillernya cukup membuat saya penasaran. Campuran antara drama, misteri, dan thriller rasa-rasanya menjadi kombinasi yang unik.

Dan, ketika pelakunya terungkap saya tak pernah menyangkanya sama sekali.

Dan…ternyata dalangnya adalah sosok yang selama ini begitu mempesona dan mampu mengendalikan situasi.  Maka ungkapan sesudah menonton seri drama ini kini berubah menjadi ‘ rating rendah tak berarti film buruk’.  Selanjutnya saya amat menantikan lanjutan atau season 2 nya. Semoga cepat ditayangkan.

 

 

 

 

 

 

Silakan komentar