Banjir 2013: Kerugian yang Tak Terhitung

on

banjir

Mendengar kata ‘banjir’ akhir-akhir ini sudah membuat orang campur aduk emosinya. Mulai dari terjebak banjir, keharusan mengungsi, transportasi sulit hingga padamnya listrik yang sangat panjang durasinya. Ini tentu jadi beban yang sangat berat yang ditanggung warga Jakarta. Mendiami ibukota selayaknya mendapatkan fasilitas yang sekelas ibukota pada umumnya tapi apa nyana, semuanya seakan ibukota sedang  ‘menghancurkan’ warganya. Peristiwa banjir besar pertama kali pada tahun ini terjadi pada tanggal 17 Januari 2013. Sejak pagi harinya seharusnya kita sudah bersikap waspada karena curah hujan yang turun sangat deras ditambah lagi cuaca mendung seolah mendukung untuk terciptanya banjir. Sebelumnya  memang saya tak pernah mendengar adanya  persiapan dalam menghadapi banjir dari Pemprov, jadi tak heran bila  banjir kali ini membuat semua pihak kalang kabut. Padahal, kalau mau jeli, sejak Desember tahun lalu, seharusnya  sudah ada tim yang berjaga-jaga, minimal menyiapkan perahu karet di wilayah strategis banjir. Saya pribadi sebenarnya tidak menganggap banjir sebagai suatu momok karena bagaimanapun, banjir bukan untuk dimusuhi  tapi dikelola entah pakai cara apa -yang ini sih, urusannya para pakar banjir-. Yang saya sesali adalah  penanganannya, hal yang sepele melebar jadi urusan  sampai ke tingkat presiden. Sepele dalam arti semua orang sudah tahu solusinya tapi kenapa gak dikerjakan? Kecuali kita tidak tahu jalan keluarnya. Lha, ini sudah pada mengerti koq. 🙂

Hari keempat pasca banjir yakni hari Senin, saya berangkat ke kantor dengan perasaan dag, dig dug karena sejak hari Jumat, listrik padam. Akankah kantor menyala listriknya hari itu? Dan benar dugaan saya, listrik mati  dan tak ada yang bisa dikerjakan selain menunggu dan menunggu Godot. Bayangkan, menurut satpam, lingkungan di kantor itu sudah empat hari berturut-turut mati listrik. Kalau hanya di kantor mungkin kebutuhannya hanya sesaat, nah bagaimana dengan penghuni rumah tangga yang ada di sana? Pasti kacau dan tertekan karena listrik yang padam berhari-hari. Apa yang bisa kita lakukan gara-gara banjir ini? Pasti sudah tahu jawabannya. Tapi mengapa bencana terus berulang? I need an answer.

0 Comments Add yours

Silakan komentar