Banjir? Libur Saja

on

house-floodApa jadinya bila hari-hari belakangan ini mulai diisi dengan hujan yang tak henti-hentinya mengguyur kota? Saya rasa selain memang Januari ini istimewa dengan predikatnya sebagai bulan banjir, juga kondisinya yang memang diarahkan seperti itu. Biasanya mulai lebih banyak pekerja ibukota, maksudnya pekerja kantor yang memilih meliburkan diri akibat tak ingin repot berhadapan dengan banjir dan sebangsanya di perjalanan atau memang rumah sedang kebanjiran. Orang yang berangkat ke kantor tentu saja merasa down dan semangat kerja pun turun bila dalam perjalanan ke kantornya terhalang banjir. Rintangan berupa kemacetan dan hujan turun saja sudah merusak mood apalagi banjir yang menyeruak di jalanan dan bersifat massal. Jadi sah-sah saja untuk meliburkan diri selama banjir merajalela sementara ini. Meskipun ada pula yang sulit untuk meninggalkan pekerjaan kantor dan memaksakan diri untuk tetap masuk kerja. Mungkin takut oleh bos yang galak, pekerjaan menumpuk atau memang loyalitasnya yang tinggi.
Hari Senin lalu yang bergelar hari kejepit itu juga memberikan andil yang penting. Harpitnas dan banjir bertemu dalam satu kesempatan langka hingga melahirkan libur dadakan. What a coincidence, karena libur yang tak disangka, saya kembali ada di rumah dan bersantai sembari menonton liputan banjir serta menikmati hawa dingin yang rasanya enak banget bergelung dalam selimut tebal sembari minum teh hangat, hhmm…
Bekerja? Ntar dululah, 😀 karena sebenarnya jauh di dasar hati, saya agak gak suka dengan lokasi tempat kerja yang sekarang pindah jauh ke wilayah pinggiran Jakarta. Kata orang saya beruntung lokasi kantor kali ini dekat dengan rumah saya. Namun dalam praktiknya, selalu saja saya menemui kesulitan dan penderitaan saat pulang. Ritual pulang dan hujan di bulan ini menambah rasa malas karena kekhawatiran akan transportasi untuk kembali ke rumah telah menjadi momok tersendiri. Bila dibandingkan dengan peristiwa setahun lalu, semoga saja kali ini tak menjadi kehebohan yang luar biasa yang dampaknya hingga berhari-hari. Entah listrik mati berjam-jam, macet parah, angkot kesayangan yang mendadak hilang di jalanan, atau KRL yang mogok karena pasokan listrik dimatikan. Semoga tak sampai begitu.
Pokoknya nikmati dahulu kegiatan di rumah ini. After that, we back to work again. 🙂

0 Comments Add yours

  1. darkjasm says:

    wah.. hari kejepit kemarin membuat saya mencoba berdesak-desakan di KRL.. ternyata lumayan seru juga, lumayan bisa bikin kurus..
    😀

    1. Ernawati says:

      lain kali kalau harpitnas gak usah keluar rumah saja 🙂

Silakan komentar