Bercengkerama di Pantai Goa Cemara

Sisa liburan lebaran di Jogja yang  tak terlupakan  adalah menghabiskan waktu bersama-sama dengan pergi ke pantai. Ini pertama kalinya pergi ke pantai di wilayah selatan Jogjakarta yang kabarnya terkenal dengan ombaknya yang tinggi, bergemuruh, ganas dan dahsyat.

pantai7

Awalnya kita berencana akan mengunjungi pantai yang terletak di kawasan Gunung Kidul. Wilayah ini sudah terkenal dengan pantai-pantainya yang indah. Namun apa daya, waktu yang sangat padat serta banyaknya acara lain membuat kita harus realistis untuk menentukan segera pantai mana yang sekiranya tidak perlu memakan waktu tempuh yang lama.

Pilihan jatuh ke pantai Goa Cemara yang terletak tak jauh dari rumah.  Lokasinya ada di kabupaten Bantul dan cukup mewakili keinginan kita yang ingin merasakan cipratan air laut dari pantai tanpa perlu harus mengalami macet. Ya, kita berangkat hanya dengan menaiki sepeda motor saja. Tiga sepeda motor cukup untuk mengangkut rombongan yang terdiri dari  5 orang dewasa dan 2 balita serta siap mengarungi jalanan yang untungnya saat itu cerah dengan semilir angin dan udara yang adem.

Dari wilayah Bantul konvoi motor menyusuri jalur Srandakan yang jalannya mulus dan lurus-lurus. Ah, jadi ingat Jakarta yang tiap menitnya kena macet terus. Bagai langit dan bumi. Melewati jalan ini serasa lewat tol saja.

Hanya perlu waktu satu jam saja akhirnya untuk sampai di tujuan.  Di tempat ini hanya ditarik retribusi masuk saja. Masuk gerbang berikutnya malah tidak dipunguti apa-apa alias gratis parkir. Sekilas pantai ini sangat unik dan lain dari yang lain karena dihiasi oleh beberapa pohon cemara (jenis  udang) yang tumbuh tak beraturan dan membuat rindang suasana.  Apalagi banyak deretan warung makan dan cindera mata.

Kalau ingin menggelar tikar  piknik  disarankan sekali lho.  Sembari membuka bekal dan  tidur-tiduran  mata menatap pantai  di kejauhan rasanya menyenangkan.  Oh ya sebagian besar warung makan di sini menyajikan hidangan laut ketimbang yang umum. Jadi bagi yang alergi ikan atau tidak doyan makanan laut agak sulit mencari alternatif makanan lain. Namun kalau ingin menyusuri lebih detail lagi di deretan warung itu,  ada satu dua yang menyajikan hidangan seperti soto ayam atau baso.

Setelah memarkir  motor, saya langsung bergegas ke pantai yang dari kejauhan serasa sudah melambai-lambai memanggil kita untuk bermain dan berlari di pantai. Saat itu kebetulan ombaknya tak terlalu dahsyat sehingga keponakan yang awalnya takut-takut menjadi ketagihan dalam menyongsong ombak . Sensasi datangnya ombak pantai yang bergemuruh lalu mengenai kaki atau tubuh kita itu sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan. Dan ini juga bisa menjadi terapi keberanian.

perahu

cemararanting

Pantai Goa Cemara sebenarnya masih satu barisan pantai dengan tetangganya yakni pantai Kuwaru yang berjarak 1 km dan pantai Pandansari. Sama-sama berciri ditumbuhi pohon cemara, pantai ini populer disebut Goa Cemara bukan karena ada guanya namun  karena cemara-cemara yang tumbuh di sini sangat rindang hingga menyerupai gua. Cemara ditanam untuk mencegah abrasi laut  dan menahan gundukan pasirnya agar tak terbang tertiup angin. Dari segi wisatanya, pantai ini masih sederhana saja. Jangan dibandingkan dengan Kuwaru atau Parang tritis yang sudah terkenal. Dengan pasir abu-abunya, pantai ini belumlah setara dengan kedua pendahulunya. Namun untuk dikatakan kurang menarik, tidak juga.

Bagi penikmat pantai alami, Goa Cemara bisa dijadikan alternatif. Warung-warung bambu yang sederhana, suasana yang sepi dan adanya pasar yang murah. Oh ya gak jauh dari pantai ini memang ada pasar yang menjual berbagai kebutuhan. Saya sempat membeli umbi merah di sini dengan harga yang murah banget.

Cukup lama juga kami main-main di pantai ini. Meskipun terkesan biasa saja, fasilitas hiburan seperti menunggang kuda  yang tarifnya Rp. 30.000,  cukup memadai untuk ukuran pantai yang baru menanjak. Pos jaga SAR pun sudah  ada. Padahal beberapa tahun sebelumnya belum tersedia. Lain-lain seperti ATV dan andong  seperti yang saya jumpai  di Parangtritis sayangnya belum ada.

Pada dasarnya main di pantai manapun sama saja. Selalu bertemu air laut. Namun  untuk mereka yang menyukai foto, ada kok spot-spot yang menarik. Asal jeli saja. Kalau berfoto rame-rame apalagi swafoto, berlatar pantai adalah wajib. Berfoto di Goa Cemara memiliki kelebihannya yakni pohon cemara yang rimbun dan gelap serasa memberi kesan gotik dan  latar yang eksotis.

Saya sendiri cukup senang datang ke pantai ini. Mungkin di waktu mendatang saya akan datang lagi untuk menjelajahi lebih detail mengingat kedatangan saya yang pertama kalinya saat itu cukup singkat.

2 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Hmmm….kesana lagi kalau dedek udh berani

Silakan komentar