Blogwalking (1)

on

Kalau pekerjaan sedang menumpuk di kantor hiburan saya justru keliling-keliling mengunjungi berbagai blog yang ada di internet. Kesukaan saya adalah mengunjungi blog milik para penulis, penerjemah atau editor buku. Ada kriteria tertentu mengapa saya begitu suka membaca-baca blog mereka. indexMenurut saya para penulis dan penerjemah yang menulis blog ini memiliki kesamaan yang unik yakni mampu menulis, menjalin kata dengan rapi, bertutur dengan santun dan penuh energi. Bagaimana tidak, di tengah padatnya tenggat waktu penerjemahan, mereka masih sanggup menyetor kisah, setiap hari. Seolah energi untuk menerjemahkan atau mengedit masih ada yang tersisa. Sedangkan saya saja yang bekerja dari pukul 9 pagi sampai enam sore rasanya masih harus menyisihkan waktu dan tenaga cukup untuk menulis blog. Kesamaan lain, mereka pasti saling berbagi info untuk teknis terjemahan, segala pernak-pernik, serta sisik-melik sulitnya menerjemahkan kata yang acap selalu dihadirkan. Dan itu secara tak langsung memberi manfaat bagi pembacanya. Hampir semua para blog penerjemah ini selalu menampilkan hasil karyanya berupa terjemahan buku atau suntingan. Buku sebagai media pencerahan bagi pembaca sangat penting artinya di tangan para penerjemah dan pengedit. Oleh karena itu disamping rasa ingin tahu  akan latar belakang para peenrjemah, saya juga sering membanding-bandingkan antara isi blog yang satu dengan yang lain. Ada yang mengunci rapat isi resensi buku yang ia terjemahkan -kalau ingin membaca blog, harus mengenalkan diri dulu ke blognya- ada yang buka-bukaan menceritakan latar belakang sebuah buku yang lahir dari hasil terjemahannya, ada yang penuh bangga ada pula yang merendah hati dan justru mengenalkan rambu-rambu EYD yang penting bagi penerjemahan. Mengapa saya intens melihat-lihat isi blog mereka? Well, karena kecintaan terhadap bukulah yang mendorong saya ingin mengetahui isi perut proses sebuah buku. Terutama buku hasil terjemahan. Satu-satunya yang belum saya ketahui dari hasil blogwalking ini adalah berapa tarif menerjemahkan sebuah buku. Persisnya berapa nominalkah yang mereka terima untuk pengerjaan baik menerjemahkan atau menyunting buku. Soal tenggat, ada yang menulis satu bulan, ada yang lebih. Ttergantung dari negosiasi. Nah, bila upahnya menggiurkan saya kira hal itu sepadan dengan jerih payahnya toh? Jadi mengapa para penerjemah ini “malu-malu” mengungkapkan nilai keahlian mereka? Inilah yang masih harus saya cari dan sepertinya saya harus keliling blog lagi untuk menemukannya. 🙂

0 Comments Add yours

  1. Rini Nurul Badariah says:

    Terima kasih sudah mengunjungi situs saya:) Mengenai honor penerjemah, silakan ditaksir dari postingan rekan penerjemah di bawah ini. Mudah-mudahan cukup memberi gambaran, meski sifatnya kasuistis. http://lamfaro.com/2013/12/14/harga-buku-terjemahan-mahal/#comment-719

    1. Ernawati says:

      Terima kasih ya atas infonya

Silakan komentar