BPJS itu…

on

Seluruh Indonesia pasti sudah mulai akrab dengan akronim ini. Program kesehatan yang didengung-dengungkan semenjak awal tahun 2014 hingga sekarang. Memang kedengarannya booming sekali dan meski menuai berbagai pro-kontra, toh pemerintah tetap jalan terus untuk menyukseskannya. Bahkan kalau kita baca-baca testimonial mereka yang menggunakan BPJS, ada yang sangat terbantu dan menikmati sekali pelayanan dari BPJS ini. Selain nyaris tak bayar alias gratis, pelayanannya sangat memuaskan didukung oleh dokter-dokter yang bagus.

Mungkin satu hal kecil saja kekurangan dari program ini yang diamini oleh kita semua yakni, masalah antre. 483318511Dan karena pemerintah memberlakukan seluruh perusahaan di Indonesia terutama di Jakarta harus ikut BPJS, mau tak mau  karyawannya kudu bersedia didaftarkan. Dan karena mulai 1 Januari 2015 sudah harus selesai input datanya, maka terburu-burulah pihak HRD di kantor saya untuk menerapkannya. Mulai dari sosialisasi yang harus dilaksanakan per wilayah dan beberapa kali dijadwal ulang agar karyawan jelas sampai kebingungan karyawan dalam memilih rumah sakit rujukannya. Sampai di sini kita akan merasakan bukannya masyarakat dimudahkan tapi justru malah lebih njelimet! Bayangkan kalau kita sakit mendadak di jalan di wilayah Jakarta Timur, padahal kita warga Jakarta Utara. Dan saat masuk ke ke RS Jaktim, kita malah ditolak karena nama kita tak terdaftar di sana. Meminjam lagu dangdutnya Cita Citata “…sakitnya tuhh di sinii… 😀

Bisa saja sih, minta dirawat di sana tapi harus bayar sendiri. Itu pun perlu ditanya dulu masih ada kamar kosong gak, yang kosong untuk kelas berapa, bla bla bla.

Yang jelas program ini disambut baik oleh masyarakat tak terkecuali rekan-rekan saya di kantor. Meskipun untuk itu diperlukan syarat-syarat yang birokratis banget yaitu harus menyertakan fotokopi KTP, KK, NPWP, pas foto, dll. Meskipun ada sedikit rasa ragu akan kelancarannya paling tidak kita didorong untuk -kasarnya-, tidak boleh jatuh sakit. Alasannya karena untuk memperoleh pengobatan, kita harus menahan sakit dahulu pada saat antrenya. Dan itu menyiksa banget. Antrean yang kerap menguras tenaga, waktu dan pikiran ini justru memicu stres dan jengkel akibat terlalu lama menunggu panggilan. Sudah bukan rahasia lagi kalau untuk berobat kita perlu datang pagi-pagi sekali demi menghindari lamanya antre. Sampai saat ini pemerintah belum bisa memecahkan masalahnya mengapa kita perlu antre di RS Pemerintah sampai berjam-jam. Mungkin inilah PR pemerintah untuk tahun depan. Membenahi antrean.

Silakan komentar