menggelitik pikiran

Breadwinner

January 31, 2019

Menjadi seorang breadwinner adalah salah satu bagian yang paling krusial. Mengapa, karena di saat menjadi seorang breadwinner, di situlah profil seorang pemimpin keluarga terlihat dan dijabarkan dengan segala permasalahan yang mengikutinya. Apakah ia akan menjadi seseorang yang sabar, pengertian, bijak atau temperamental.

Apa sih Breadwinner? Kurang lebih artinya adalah si pencari nafkah atau anggota keluarga yang menanggung segala kebutuhan hidup dalam keluarga. Tulang punggung keluarga yang bekerja keras demi kesejahteraan keluarganya. Yang memiliki kewenangan tertinggi atas segala hal yang menyangkut urusan keluarga.

Lalu mengapa harus seperti itu? Jawabannya banyak sekali dengan segudang alasan yang mungkin saja terasa berlebihan. Namun, pada kenyataannya memang demikian.

Breadwinner adalah manusia yang paling mengalah kalau boleh saya bilang. Seluruh waktu dan urusan pribadinya akan tersita untuk memikirkan kelangsungan keluarga yang ia tanggung.

Ia tak punya waktu untuk memikirkan dirinya sendiri selain urusan keluarga yang menyangkut kebutuhan dan juga segala tetek bengek di dalamnya.

Kadang ada rasa nelangsa dalam menangani segala perkara atau urusan yang menyangkut keluarga namun tak boleh tidak, ia harus selalu hadir dan menangani sampai tuntas. Ini menyangkut komitmen.

Komitmen yang tinggi akan membangkitkan kesadaran bahwa ini adalah pengabdian dan bukan sebuah kewajiban. Pengabdian yang berawal dari rasa tulus dan ikhlas adalah sumber kebahagiaan tersendiri karena dirinya telah mampu menjadi penopang yang kuat selama ini.

Jadi, tetaplah sebagai lilin yang menerangi dan menjadi cahaya.

Silakan komentar

%d bloggers like this: