Cerita Dibalik Kemenangan Lomba Blog

Sebenarnya saya menuliskannya ini hanya sebagai penanda bahwa saya pernah bisa meraih prestasi yang bagi saya lebih tinggi dari sekadar sebagai penggembira di berbagai lomba khususnya di blog.

Awalnya saya tak kepingin untuk mengikuti lomba-lomba blog, meliriknya saja tidak. Saat melihat blog orang yang seluruh postingannya berisi lomba blog yang dikemas sedemikian rupa seolah hanya sebuah artikel biasa, saya justru berpikir, ” Ini kenapa orang membuat blog isinya hanya lomba dan lomba saja? Gak ada yang lebih orisinil selain untuk lomba nih?”

Namun setelah melihat tampilannya dan menang, “Saya sebenarnya bisa juga buat seperti ini tapi dari mana mulainya?” Pikir saya.  Lagipula, mengikuti lomba blog itu pasti sulit karena harus bersaing dengan blog cakep lainnya. Tapi setidaknya dengan mengikuti lomba blog, saya merasa naik kelas dan mendorong kita untuk sedikit lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan blog yang menarik,  syukur-syukur menang.

Maka mulailah saya mengikuti lomba-lomba itu dengan asumsi bahwa lolos untuk dapat voucher saja sudah lumayan. Saya pernah menang dan hadiahnya diajak keliling seharian memakai mobil sponsor yang dijadikan lomba blog,  pernah juga menang meskipun bukan juara dalam lomba mengulas merk ponsel terkenal yang sedang rilis  dan diajak seharian juga untuk mencicipi ponsel mahal ini plus makan siang yang agak wah.

Dan yang terakhir, saat ikut lomba yang penyelenggaranya sebuah toko daring. Lomba ini awalnya tidak terlalu ngeh untuk saya ikuti karena waktunya mepet banget, hanya kurang dua minggu saja dari batas tenggat waktu. Namun entah mengapa, saat melihat syaratnya saya malah kepingin mencoba untuk ikut.

Pencarian Ide

Dalam menuliskan sebuah blog  kadang yang sangat sulit dari semua proses adalah menggali ide. Ide ini tak selalu muncul begitu saja dan pasti akan memakan waktu. Awalnya saya juga mengangkat ide tentang  hal yang menurut saya sudah kebanyakan ditulis ke blog, yakni salah satu anggota keluarga yang menginginkan sesuatu baik berupa benda atau jasa lalu kita akan mewujudkannya dengan belanja di toko daring ini. Sempat saya memakai ide ini dan sudah menuliskannya dalam draft selama tiga hari.

Lalu mengapa ide yang sudah setengah jadi itu berubah? Itu karena saya tanpa sengaja menyaksikan para penumpang kereta yang berlari-lari mengejar  kereta dengan tas-tas mereka yang berayun-ayun di samping tubuhnya. Pemandangan itu begitu berkesan sehingga dengan sekali pandang langsung…Ting! Inilah ide yang akan saya angkat.

Begitu saya mendapatkan ide ini, serta merta ide  ‘turunannya’ bermunculan begitu saja. Mulai dari lamanya menunggu kereta datang hingga berdesak-desakan untuk sekadar berbuka di dalam gerbong kereta. Kala itu sedang  bulan Ramadhan dan sangat repot dalam arti yang sebenar-benarnya. Repot dalam membawa tas, repot karena harus berbuka di perjalanan, repot turun dari kereta, dll. Kesemuanya bisa menjadi bahan penulisan yang sangat menyegarkan. Segalanya menjadi lancar setelah ide itu tertuang.

Dalam menuliskannya pun kita harus pastikan  bahwa cerita yang akan disampaikan ini benar-benar murni dan bukan tiruan dari pihak lain. Kalau bisa ide itu yang unik .

Dalam melengkapi tulisan untuk lomba ini, saya yang awalnya tak terlalu familiar dengan Photoshop, mau tak mau harus mempelajarinya demi memperoleh infografis yang mendukung isi blog. Di kemudian hari saya menjadi sangat suka mengutak-atik gambar dengan Photoshop. Jadi mengikuti lomba blog saat itu malah  membuat saya mengenal ilmu yang lain yakni desain grafis.

Dan ternyata memang menulis blog khusus untuk lomba itu perlu perjuangan dan ketekunan. Kadang menemukan ide desainnya justru saat menjelang waktu sahur dan mengutak-atiknya dalam keadaan terkantuk-kantuk di kantor  🙂

Eksekusi

Saat mendaftarkan ke panitia lomba, harinya terhalang oleh masa-masa mendekati mudik, dan itu menjadi persoalan tersendiri sehingga harus dipercepat submitnya dari jadwal semula. Saya akhirnya harus membuat tenggat waktu sendiri karena tenggat waktu dari panitia lomba justru bertepatan dengan masa mudik di kampung. Saya tak bisa jamin sinyal  internet di daerah bisa selancar di sini, sehingga saya putuskan untuk ngebut menyelesaikan blog dan langsung mengirimkannya.

Dan saat blog telah terkirim, beban rasanya sudah terlepas dengan ringannya.

Pada dasarnya membuat blog agar keluar sebagai pemenang itu tidak ada rumusnya.  Meskipun sudah merasa blog kita bagus dan sesuai, selera dan pemahaman juri masihlah tetap menjadi misteri. Tinggal upaya kita saja agar menjadi yang terbaik. Keinginan untuk menang harus selalu ada agar dapat memotivasi pikiran untuk selalu yang  terpilih.

Hasil Akhir

Ya, setelah menanti dengan sabar ( pihak penyelenggara juga rupanya molor beberapa kali untuk mengumumkan pemenangnya), akhirnya keluar juga hasilnya. Saya dinyatakan sebagai pemenang ketiga lomba ini.

Baca juga:  Mengejar Alunan Adzan di dalam Kereta.

Dan, kemenangan itu telah membawa efek yang sangat dahsyat bagi pengalaman blogging saya. Bahwa ngeblog itu ternyata selain memberi ruang untuk menulis juga dapat memberi manfaat berupa wawasan ilmu lain serta teman baru.

 

Silakan komentar