acara-acara | cerita dari kantor

Cerita Tentang Tukar Kado

December 17, 2018

Kalau sudah menjelang akhir tahun biasanya akan banyak keinginan orang-orang untuk membuat semacam momen agar bisa diingat-ingat.  Syukur-syukur kenangan itu berkesan dan membuat hati menjadi senang dan bahagia. Ada yang ingin menyelesaikan beberapa poin resolusi, ada yang berencana liburan akhir tahun, ada yang mulai sibuk membuat resolusi tahun depan, atau ada yang malah gak ngapa-ngapain.

Dan apesnya golongan yang nggak ngapa-ngapain ini malah tertimpa ‘masalah’, yakni diajak untuk acara ikutan Tukar kado. Menjadi masalah karena terus terang agak bingung juga untuk menentukan kado apa yang cocok dipertukarkan dan gak malu-maluin nantinya.

Sebenarnya kalau hanya segelintir individu alias teman sekerja yang mengadakan acara ini, saya pasti menolak ikut karena untuk apa? Secara work circle saja, saya agak gak terlalu akrab dengan teman-teman, selain membicarakan pekerjaan tentunya. Bagi saya, tukar kado menjadi lebih asyik bila diadakan oleh pertemanan yang sangat akrab baik secara emosi maupun personal. Kenyataannya, saya tidak terlalu dekat dengan mereka. Jadi untuk apa ikut?

Namun ternyata, acara tukar kado ini justru diadakan oleh kantor guna lebih mendekatkan satu sama lain, meskipun lagi-lagi kenyataannya kita tetap gak pernah bisa akrab karena terhalang hal lain misalnya oleh jenis pekerjaan dan gedung. Well, upaya dan acara beginian ini patut didukung karena ada unsur ramah-tamah dan…makan-makan!

Menyiapkan Kado

Berburu kado sudah, bungkus kado sudah, pakai dress code sudah, acaranya? Sesaat lagi. Namanya kantor yang dihuni oleh sebagian besar wanita. Kertas kado saya yang coraknya gak sealiran dengan kertas kado mereka akhirnya dilapisi sekali lagi dengan kertas kado koleksi kantor, ck, ck, ck…sampai segitunya ya. Kata mereka biar indah dilihat. Kalau menurut saya sih, ada unsur ‘pemaksaan’. Tapi ya sudahhlah.

Menikmati Acara

Acara yang dinanti tiba. Pukul lima sore semua berduyun-duyun menuju kedai kopi. Di tempat inilah akan dilaksanakan acara tukar kado. Tetap banyak pesertanya namun kalau dibandingkan dengan dua tahun lalu. Jumlahnya sudah menyusut. Mungkin hari itu sedang ada yang cuti, atau ijin tak masuk kerja atau sudah banyak yang resign. Menurut saya acaranya sangat tepat sasaran, ringkas dan efisien. Pembawa acara hanya membacakan poin penting mulai dari ucapan selamat datang, sepatah dua patah kata dari pihak perusahaan, lalu acara tukar kado dan yang terakhir adalah makan-makan.

Saya sendiri herannya sangat menikmati acara demi acara. Apalagi saat pencarian kado sesuai nomor yang sudah kita ambil secara acak. Itu seru sekali. Kado-kado yang sudah dinomori dan diletakkan di meja jadi ajang pertarungan para pemburu kado. Wajah-wajah penasaran berganti menjadi sumringah atau kecewa karena kado yang ditemukan ternyata di luar ekspektasi.

Acara selanjutnya adalah makan-makan. Ada berbagai hidangan yang nyaris saya cicipi semua dan saya bawa pulang (lho?), daripada mubazir bukankah lebih baik dibawa pulang untuk makan malam, betul kan? Ada mie kuah kangkung dengan kuah panas yang cocok dimakan kala itu karena kebetulan di luar hujan deras. Lalu nasi rawon, ayam goreng dengan buah nanas, mentimun dan tomat serta cocolan sambal, hingga nasi kuning lengkap dengan lauk pauknya (urap, telur pindang, sambel dan kering tempe). Hanya minuman soda semacam Coca-Cola yang tak sempat saya minum karena terlalu dingin. Terakhir sajian dari kedai kopi berupa kopi susu lengkap dengan es bolong-bolongnya.

Lalu, kado apa yang saya terima tahun ini? Tumbler dari Miniso. Sederhana tapi berkesan mewah.

Terima kasih untuk orang yang telah menyiapkan kado ini karena terlepas dari cara membungkusnya yang seabreg-abreg alias berlapis-lapis kertas, saya cukup senang menerima hadiah ini. Bermanfaat, mengejutkan karena di luar ekspektasi dan warnanya ngejreng!

Kesan Tukar Kado

Kesan apa setelah ini semua? Biasa-biasa saja, lol! Tidak, maksudnya untuk mengupayakan ramah tamah sepertinya tidak berlangsung mulus karena jujur yang saya lihat sebagian orang akan tetap kembali ke circle grupnya masing-masing. Saat ambil makanan atau saat bareng-bareng buka kado orang akan cenderung mencari peer grupnya dan enggan  berbaur ke zona lain. Manusiawi dan itu pasti akan tak nyaman bila dilakukan mojok sendirian saja bukan?

Bagaimana dengan hidangan? Jelas ini momen yang sangat ditunggu. Hari yang sudah sore, perut keroncongan sementara di luar turun hujan deras, ditambah AC yang dingin cukup tepat untuk mengisi perut sebanyak yang kita mampu. Dijamin sampai kenyang. Sebenarnya inilah yang saya suka di kantor ini. Makan sampai perut penuh.

Kesan yang tak kalah penting adalah acara ini sebenarnya tukar kado biasa namun jadi luar biasa karena seluruh bos mau untuk datang dan ikut bergembira serta tertawa lepas.

Silakan komentar

%d bloggers like this: