Ciater, Tempat Kehangatan Air Berada

Di suatu pagi yang adem, berangkatlah para pencari air hangat dan suam-suam kuku menuju suatu wilayah wisata bernama Ciater. Tempat ini  sangat populer sebagai tempat pemandian air panas yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Begitu populernya maka seolah tempat ini menjadi magnet bagi ribuan orang yang berbondong-bondong  untuk mencari kesembuhan secara alami.  Dan pada Minggu yang cerah  di awal November 2016 lalu, saya berkesempatan mengunjungi tempat ini  bersama ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok arisan RT. Bisa dibayangkan betapa hebohnya bukan?

Perjalanan cukup lancar dan surprisingly, kita sampai  pukul 09.30 wib. Cukup cepat kan?  Kedatangan kami rupanya berbarengan dengan rombongan buibu lainnya dan bisa ditebak  betapa ramenya suasana. Faktor pembelian tiket kolektif juga menjadikan waktu masuk ke  gerbang agak tersendat namun tak mengurangi semangat mereka yang ingin segera nyebur atau mandi air panas Ciater.

Jadi setelah makan siang rame-rame di sebuah tikar yang sudah digelar  dan  ditempati ibu-ibu beserta keluarganya, kami semua pergi berpencar  sesuai tujuan masing-masing. Ada yang ingin segera mandi air panasnya, ada yang sekadar berendam separo tubuh saja, atau sebatas lutut, ada pula hanya menemani anak-anak yang menganggap air panas ini sebagai arena berenang yang menyenangkan.

Saya sendiri lebih suka menjelajahi tempat ini dari ujung ke ujung. Terakhir ke tempat ini adalah sekitar tahun 2002, wow lama sekali ya. Tak heran banyak perubahan dan wilayah yang dimekarkan di tempat wisata Ciater ini yang membuat saya surprised!

Seluruh wahana memang didedikasikan untuk para pengunjung yang ingin berendam dan mengalami beberapa gangguan penyakit seperti asma, sakit kulit, pegal,  organ dalam dll. Tapi bagi yang ingin sekadar relaksasi dan tak memiliki gangguan kesehatan yang serius  juga diperkenankan  untuk merendam badan. Atau jalan-jalan saja sembari melihat kumpulan orang yang menyemut di tepi sungai atau kolam.

Pemandangan mereka yang berebut air hangat itu ‘menghibur’ sekali.

Gimana gak menghibur, lha wong setiap jengkal tanah yang ada di tepi kolam atau sungai, pasti akan diduduki pengunjung  baik perorangan, keluarga besar atau rombongan seperti kami. Rupanya bisnis tikar dengan lapak -lapak yang sudah dipatok di tempat yang strategis cukup memberi rezeki bagi si pemilik tikar. Pengunjung pasti selalu membawa bekal banyak dan makan sembari lesehan. Indonesia banget kan?

Adegan yang ditemui hampir selalu sama di setiap saya berjalan menyusuri lapak tikar itu yakni makan siang dengan anak-anak yang hilir mudik, tidur-tiduran, melamun, atau nyengir sendiri dengan ponsel di tangan, mulut yang penuh sedang mengunyah dan para bapak yang kebagian menjadi penunggu tas.

Saya kira rombongan kami akan diberikan semacam briefing atau apa gitu saat tiba di lapak. Ternyata ketua rombongan ‘hanya’ mengajak makan bersama dengan bekal masing-masing. Yah, lain EO lain acara mungkin  🙂

Sebenarnya areal ini cukup luas dilihat dari banyaknya kolam, aliran sungai yang naik turun, serta wahana main untuk anak-anak.  Jadi kalau hanya ngejogrok di suatu lapak dari awal tiba hingga menjelang pulang rasanya sayang banget karena Ciater ini tempatnya luas, dengan aliran sungai meliuk-liuk tersembunyi seakan ada misteri yang belum terungkap. Kalau tenaga masih kuat lebih baik  menjelajahi dan melihat-lihat pemandangan sekitar Ciater yang hijau. Namun kalau demi efisiensi tenaga alias takut capek ya gak papa juga sih diam di tempat.

Karena itu, mengajak orang untuk jalan-jalan sebaiknya yang sealiran dan suka untuk diajak jalan. Mengingat jalanan yang disusuri ini naik turun, landai, menanjak, dan licin kita harus tahu medan dan ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.

Kebun Strawberry

Secara keseluruhan, perjalanan ini lancar dan membawa efek lega dan kebaikan mengingat buibu yang datang ke sini memang awalnya ingin mencari pemulihan  atau kebugaran dan sebagian besar dari mereka mendapatkan harapannya.

Sampai Jakarta ternyata agak meleset dari perkiraan jadwal waktu yang ditetapkan, pukul 21.30  wib dan lapar 🙂

Silakan komentar