Devious Maids S4

  • Tayang perdana: Juni 2013
  • Network: Lifetime
  • Pemain: Ana Ortiz, Dania Ramirez, Roselyn Sanchez, Judy Reyes
  • Genre : Drama, Komedi
  • Episode : 10 (S4)
  • Rating: 7,9 /10 (IMDB)

deviou

Film seri yang bertajuk Devious Maids ini sudah memasuki season ke-4.  dan minggu kemarin baru saja berakhir filmnya  sebelum nampaknya akan dilanjutkan lagi dengan ramuan kisah yang lebih menarik.

Bagi penggemar film seri drama, menonton kisah tentang rumah tangga beserta intriknya pasti sudah  tak menarik lagi bahkan ke titik jenuh barangkali. Namun apa jadinya bila tema rumah tangga ini diangkat dari sudut pandang para pembantunya terutama mereka yang berasal dari keturunan Amerika Latin? Pasti akan seru dan konyol sekali.

Ide cerita yang awalnya  hanya sebagai penyegar suasana pasca film The Desperate Housewives (TDH) ini sangatlah tepat karena setahu saya belum ada yang mengangkat tema semacam ini. Terlebih lagi kisah para asisten rumah tangga (ART) ini dibalut oleh bumbu misteri dan kejahatan yang nampaknya tetap dipertahankan hingga season 4. Ramuan kisah antara ART, majikan, tetangga dan tingkah polah keseluruhannya serasa menjadi suatu ikatan yang bila salah satunya hilang akan terasa kurang gregetnya.

Devious-Maids-4x03-5

Menonton Devious Maids memang seakan  melihat tayangan sinetron, namun percayalah kisah yang tertuang di film seri ini jauh lebih menarik dari sinetron kita karena ada sesuatu yang membuat saya terbius dan tak sabar mengetahui siapa pelaku pembunuhannya. Ditambah lagi adanya polah yang tak kalah seru serta segar karena kekonyolan yang dibawakan oleh masing-masing majikan.  Campur tangan seorang  produser bernama Eva Longoria  yang mantan pemain TDH ini cukup memberi kontribusi akan keseruan cerita di setiap episode yang ditampilkan. Pengaruhnya cukup besar sehingga tak heran bila kita jeli menontonnya,  akan nampak ciri- ciri adegan yang mirip seperti tayangan dalam TDH.

Di musim ke-4 ini para ART yang bersahabat kembali bertemu di sebuah kafe dengan membawa kisah baru. Carmen yang masih bekerja pada keluarga Powell, Marisol yang sibuk dengan skenario filmnya, Rosie yang gundah karena   Spence  dipenjara  padahal ia yakin sang suami tidak bersalah, serta Zoila yang berpura-pura menjadi wanita kaya dan berdiam di sebuah rumah mewah,  seluruhnya menjanjikan cerita yang tak biasanya.

Selain mereka tentu saja masih ada pemeran pendukung yang terbawa dari season sebelumnya seperti Jesse Owen, Genevieve Delatour dan pasangan suami istri Tuan dan Nyonya Powell. Banyak wajah baru pula yang menambah semarak suasana.  Dan yang paling memegang kunci alur cerita dari awal yakni Peri Westmore. Siapakah dia? Tonton saja.

Menyaksikan episode demi episode di film seri ini tak perlu dibuat ruwet karena selain ringan, menghibur, juga kocak baik dalam dialog atau pun aksi. Ini salah satu unsur yang membuat saya betah dan sabar menanti kelanjutannya tiap minggu.

Fiona: Kuharap kau segera berlari saat kupanggil

Zoila: Seperti anjing?

Celetukan yang menjadi ciri khas masing-masing ART ini yang akan  selalu dirindukan.  Bukan apa-apa, tayangan film seri yang menarik menurut saya  kadang melupakan unsur leluconnya. Padahal dalam hidup bukankah kadang kita sering bersikap ceroboh alias konyol apalagi nyeletuk asal?

Kalau menonton sejak dari season 1 akan terlihat corak sikap masing-masing ART saat mendapat jatah inti cerita terbesar. Porsi kali ini diberikan pada Rosie yang sedang berkutat dengan masalah hukum suaminya. Entah nanti di season 5 siapa lagi yang akan menjadi bintang cerita. Mungkin Marisol, Zoila atau justru Carmen yang sedang berdamai kembali dengan Dani, sang putri yang tiba-tiba muncul kembali di hadapannya.

Untuk sekadar hiburan, menonton Devious Maids selalu membuat saya santai sejenak. Namun yang lebih penting adalah plot ceritanya yang terbungkus rapi dengan misterilah yang berhasil membuat saya duduk manis di depan layar. Jujur saja, saya sulit menebak siapa pelaku pembunuhannya karena si penjahat ini ditampilkan hanya sekilas-sekilas saja sekadar numpang lewat dan berbicara santai dengan Evelyn Powell di tengah-tengah episode.

Mungkin inilah kejutan yang  berhasil membuat saya terpana. Dan seperti biasa adegan terakhir di episode ke-10 dibiarkan menggantung.

 

 

 

 

 

Silakan komentar