Duduk Atau Jongkok?

on

Si A : Eh tadi sewaktu ke kamar kecil, aku lihat ada bekas injakan sepatu di dudukan toiletnya lho.

SI B : Iya, ih kenapa sih orang-orang selalu pakai toilet dengan berjongkok gitu?

Si A : Aduh, maklum deeh…orang-orang kantor ini ‘kan maunya begituu…gak ngerti apa,  kalau jongkok bisa membawa penyakit (?)

Itu percakapan teman-teman sewaktu kami pulang bareng sore kemarin. Kalau didengarkan, tersirat bahwa mereka -teman-teman saya- ini adalah orang-orang yang sudah terbiasa pergi ke toilet dengan cara duduk bukan jongkok. Tapi tidak demikian dengan saya. Saya sejujurnya adalah orang yang tak terbiasa dengan cara duduk di toilet.

Dimanapun, entah sedang ke mal, ke bioskop atau hotel sekalipun, saya selalu ‘setia’ untuk ambil posisi jongkok jika ke toilet meskipun semua fasilitasnya adalah toilet duduk. Habis bagaimana? Saya akui saya memang sulit untuk mau belajar membiasakan diri untuk duduk di toilet. Saya adalah produk generasi yang terbiasa untuk selalu berjongkok jika hendak buang air kecil atau besar. 😎

Saat revolusi kakus melanda negeri dengan gaya yang lebih modern  bersama merk terkenalnya TOTO, orang-orang berupaya untuk bisa beradaptasi  secepatnya mengubah cara pergi ke toiletnya. Ada yang berhasil memang, tapi ada pula yang tetap kesulitan menyesuaikannya. Ditambah lagi adanya ritual sehabis buang air ini yang ditutup dengan hanya segulungan tisyu saja. Bukan air (How so disgusting!) 😮

Oh well, dipaksa duduk saja sudah merupakan penyiksaan apalagi dengan tanpa air untuk membasuh bokong dari kuman-kuman? Tetapi yang mengherankan adalah mengapa banyak yang suka melakukannya ya? Apa mereka sudah melalui tahap ‘sulit’ itu?

Sejujurnya saya tak pernah bisa untuk duduk di toilet, perasaan saya seolah-olah mengatakan bahwa mengapa untuk duduk harus dibarengi dengan ‘ngeden’? Demikian juga sebaliknya, mengapa untuk ‘ngeden’ harus dalam posisi duduk? Bukankah itu pengrusakkan ritual: duduk dan ‘ngeden’. Ah, aneh sekali gaya yang diusung dari negeri Barat ini.

Entah demi kesehatan atau memang perilaku orang Barat aneh begitu. Tak tahulah, sebab dalam sebuah jurnal kesehatan dikatakan bahwa justru kebiasaan buang air sehat yang disarankan adalah dengan berjongkok. Dengan kebiasaan berjongkok hal ini dapat menjauhkan kuman mendekati  langsung ke area bokong dan juga menhindarkan kita dari penyakit wasir, yang nota bene penyakit karena kebanyakan duduk.

Jadi, percakapan teman-teman tadi membuat saya merenung, apakah saya yang kampungan atau mereka yang telah sadar kesehatan? 😀

0 Comments Add yours

  1. Lihat-lihat dulu higienis toiletnya,apalagi kalo bumil susah jongkoknya hehehe…..

Silakan komentar