Ghost Protocol: Sekadar One Man Show

on

Secara spontan saya ingin menonton filmnya Tom Cruise Minggu ini. Dan jadilah semalam saya menyaksikannya. Kalau ditanya apa kesannya? Zero.  Maksudnya hal yang melekat di benak usai menonton itu gak ada. Well, saat hendak menonton kita memang sudah dibekali sedikit resensi tentang film ini. Namun, biasanya resensi bersifat subjektif dan terlalu memihak, tidak netral atau apa adanya.

Kadangkala, saya sedikit terpengaruh dengan resensi. Tapi bila menarik jalan ceritanya, maka tak jadi soal resensi itu memihak atau tidak. An sich.

Ghost Protocol memang menyuguhkan kepiawaian satu orang saja dalam hal ini sebagai kepala timnya, Ethan Hunt yang diperankan Tom Cruise. Tapi tak bisa dipungkiri unsur hiburan memang terpenuhi di sini. Jangan kita berharap bisa menyaksikan akting para pemainnya. This movie is totally actions. Menggebu-gebu dan benar-benar memuaskan alam bawah sadar kita akan perkelahian, kejar mengejar musuh, penembakan telak dan kelegaan akan misi yang telah terpenuhi.

Unsur dramatisnya juga gak ada. Mungkin karena saya terbiasa menyaksikan film drama dimana tokoh-tokohnya bisa ditelusuri dengan mendalam, maka saat melihat Tom Cruise dkk, saya merasa tidak “dekat” dengan hati perasaan mereka. Selain hanya polahnya saja beserta alat-alat canggih yang benar-benar impossible.

Kesan yang tersangkut adalah perasaan kagum akan alat-alat pendukung operasinya, kepemimpinan Ethan Hunt, perjalanan yang melompat-lompat antar negara  mulai dari Budapest, Rusia, Dubai lalu India. Kesemuanya seperti benar-benar nyata dalam kehidupan tim Mission Impossible.

Saya tak bisa katakan film ini buruk tapi juga tidak bagus. Bagi yang mengidolakan Tom Cruise pasti akan bilang ini film bagus. Selaku produser sekaligus pemain memang sudah jamak bila diberi peran yang porsinya dominan bahkan prime role.  Tapi menurut saya, Tom Cruise memang sedang ‘berupaya’ untuk menjaga kemilau kebintangannya yang makin redup didera usia. Bandingkan saja gayanya saat bermain dalam ‘Rain Man’, lalu ‘The Last Samurai’ lalu MI. Akan terlihat usia yang tak bisa ditutupi yang bersamaan dengan kematangan wajah yang mucul di film ini. Sungguh beda. Entah bila ia tidak berperan sebagai tokoh utama, apa jadinya? Apakah akan tetap charming ataukah begitu-begitu saja?

Silakan komentar