TV-Series | ulasan film

Hanna S1: Potret Remaja Tangguh

May 5, 2019
Hanna: Remaja yang Mencari Jati Diri
  • Tayang Perdana: 29 Maret 2019
  • Network: Amazon Studios
  • Pemain: Esme Creed-Miles, Mireille Enos, Joel Kinnaman
  • Genre: Drama, Action
  • Episode : 8
  • Rating: 7.6 (IMDb)

Setelah 13 Reasons Why, sudah lama rasanya tidak menyaksikan serial TV yang mengupas tentang remaja yang tangguh, kuat, dan jagoan. Lalu tiba-tiba muncul serial TV bernama Hanna. Nama yang identik dengan wanita anggun, namun begitu melihat filmnya, kita akan tahu ia tak sekadar gadis biasa.

Adegan dibuka dengan munculnya seseorang berbadan tegap yang akan menculik bayi dari sebuah penampungan untuk suatu proyek. Aksi ini terendus namun bayinya berhasil dibawa kabur.

Beberapa tahun kemudian bayi cantik ini telah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat piawai dalam adu bela diri namun lemah dalam kontak komunikasi.

Dalam pengembaraannya gadis yang bernama Hanna ini harus hidup berpindah-pindah karena selalu dikejar oleh sesuatu yang mengancam jiwanya. Erik, sang pria tegap harus bertindak tegas agar Hanna terhindar dari kejaran Marissa, sosok perempuan berkuasa yang rupanya masih terobsesi untuk menjalankan suatu proyek rahasia berkaitan dengan bayi-bayi yang ditampung di masa lalu dalam sebuah program CIA, bernama UTRAX.

Dipanjang-panjangkan

Sebenarnya Hanna adalah serial TV yang dibuat berdasarkan film dengan judul yang sama pada 2011. Jalan ceritanya nyaris sama, tentang gadis yang dibesarkan di hutan belantara, digembleng dengan berbagai ilmu bela diri dan menembak oleh ‘ayahnya’ bernama Erik dan harus terus berlari dari kejaran agen CIA.

Biasanya menonton film yang dibuatkan dengan versi yang lain akan terasa kurang greget apalagi medium yang dipakai adalah televisi. Disamping kita sudah tahu jalan cerita dan endingnya, kesan yang nampak adalah cerita yang semakin dipanjang-panjangkan dan kurang fokus lagi dengan apa yang akan ditonjolkan.

Untuk Hanna, saya yang tak pernah menyaksikan versi filmnya justru merasa suka menonton tayangan garapan sutradara Sarah Adina Smith ini. di versi TV ini Aura kepribadian Hanna makin menempel di kepala karena ditayangkan selama 8 episode di mana makin terbuka segala kemungkinan untuk memunculkan sub plot, tokoh baru atau tema lainnya.

Yang saya senangi dari setiap menonton film serial TV adalah perkembangan watak dari para tokoh-tokohnya. Kita tak bisa begitu saja menyatakan tokoh ini jahat atau baik seratus persen.

But I’m not normal, am I?”

Membumi

Di sini konsep film yang akan dituang ke dalam format TV sangat proporsional. Sinematografi cukup indah dengan kawasan hutan dan alam yang ditonjolkan seiring perpindahan Hanna dari satu tempat ke tempat lain. Latar film yang tak hanya di satu tempat namun di Inggris, Budapest, bahkan Maroko makin menambah daya tarik .

Yang paling menarik tentu saja tokoh Hanna yang membumi dan tak merasa jadi jagoan -justru culun dan lugu-. Dilukiskan ia bersahabat dengan gadis Inggris bernama Sophie dan menjalani kehidupan layaknya remaja pada umumnya. Sisi manusiawinya masih ada.

Jadi meskipun film ini adalah tentang program CIA, rupanya ada juga dramanya seperti pertengkaran orang tua Sophie yang seakan tak berujung pangkal akibat komunikasi yang buruk, namun justru ini yang menarik. Karakter-karakternya menjadi begitu hidup dan tidak monoton. Interaksi antara Sophie dengan Hanna kian intens seiring pengejaran yang dilakukan oleh Marissa.

Di awal -awal episode kita akan saksikan situasi psikologi Hanna sebagai remaja yang tertekan, tertutup, penuh pertentangan batin, brutal namun rapuh. Lalu menjelang pertengahan sampai akhir episode, kita menjadi terperangah.

Inilah poin penting dalam menonton film serial TV, kita akan selalu merasakan pelan-pelan adrenalin yang makin memuncak hingga pada akhirnya akan mengalami semacam katarsis.

Penonton puas dan kita merasa kehilangan dan tak sadar ternyata aksi mereka sudah di penghujung episode. Kabar gembiranya, pihak studio Amazon telah menyetujui untuk membuat season keduanya. Yes!

Silakan komentar

%d bloggers like this: