Happy Holidays Guys

on

The Holidays are fast approaching!  Are you ready?

I love holidays.  I love seeing family and friends.  I love planning wonderful food. I love picking out special books or gift or anything for the people I hold nearest and dearest and I love remembering families in our community with love. Holidays are busy, exciting, and full of spirit!

collage3Tidakkah kalimat di atas  begitu mengintimidasi pikiran kita menjelang akhir tahun ini?  Begitu mendengar kata liburan (merupakan hal yang dinanti-nanti bukan?) Seluruh dunia pasti akan menyambutnya dengan antusias. Semangat liburan yang menggebu-gebu ini memang menular kemana-mana dan   Indonesia tak ketinggalan untuk juga menyemarakkan warna liburannya. Liburan Natal, akhir tahun, Tahun Baru atau apalah namanya memang benar telah mengintimidasi kita, menuntun dan mendorong kita ke dalam alam bawah sadar untuk berrekreasi, piknik, bersenang-senang, berkumpul bersama dengan orang yang kita sayangi atau sekadar leyeh-leyeh memanjakan diri. Namun, sebenarnya tahukah kita esensi dari kata li-bu-ran?

Pada dasarnya liburan adalah mere-charge otak dan tubuh kita agar segar dan mampu beraktivitas kembali dengan penuh vitalitas tentunya. Tapi di beberapa tempat makna liburan seakan mengabur dan yang tampak hanyalah sifat dari manusia itu sendiri. Kadang demi sebuah liburan kita menjadi terlalu memaksa diri untuk hal-hal yang berada di luar jangkauan kita, terlalu jor-joran dan akhirnya sangat kelelahan. Misi pun gagal. But, let’s see the good one, kita jadi bertambah erat dan dekat dengan lingkungan sekitar. Kita jadi memahami bahwa manusia memang butuh jeda dan penyegaran sekecil apa pun itu yang akan  berimbas baik secara  jasmani atau rohani. Orang yang sehabis berlibur sekaligus memanfaatkannya akan terlihat lebih segar, bersemangat dan auranya cerah, dibanding yang tak berlibur. Jadi, di bulan Desember yang sebentar lagi akan berakhir ini , cobalah merancang liburan dengan bijak. Tak perlu mahal yang penting kebersamaan. Atau punya gaya liburan yang unik tanpa harus pergi kemana-mana? Terserah saja. Dengan hanya membaca buku kesukaaan lalu ngobrol sambil duduk-tiduran-duduk di sofa saja saya sudah berkata, ‘Inilah pengisi liburan yang asik”. Memang makna kadang bisa subjektif sifatnya. Namun, bukankah hasilnya harus tetap sama?

Segar dan menyenangkan itulah tujuan akhir liburan kita ya kan? 🙂

 

 

Silakan komentar