Ibu, Ada Kejutan Untukmu

Membicarakan kasih sayang ibu takkan ada habisnya. Setiap detik kita selalu merasakan betapa kasih sayang seorang ibu begitu menyelimuti kehidupan seorang anak.

Sewaktu kita sakit, ibu adalah orang yang rela tidak tidur dan setia menemani. Bila disodori pilihan rasanya lebih baik sakitnya anak ditimpakan kepada beliau saja daripada menyaksikan anaknya menderita. Atau sewaktu kita kecil ibu akan menyuapi dengan sabar meskipun kita menolak makan dan rewel. Belum lagi bila menghadapi kenakalan kita. Ibu senantiasa mengampuni kita apa adanya.

Dari gambaran tersebut kasih sayang yang dicurahkan beliau sangatlah besar. Ibu akan berikan apa pun demi melihat anaknya baik-baik saja dan bahagia.

Ibu saya adalah sosok pekerja keras, ulet  dan mengabdi bagi keluarga. Beliau tak pernah mengeluhkan kesulitan dalam mengasuh anak-anaknya.

Jika dulu hubungan saya dan ibu selayaknya anak dengan orangtua, kali ini hubungan kami seperti sahabat saja. Kemana-mana berdua bertukar cerita tentang keseharian, cuci mata atau berjalan-jalan.

Ya, ibu suka sekali bila diajak jalan-jalan dan belanja. Kadang saya dan ibu seharian menjelajah tempat hanya untuk melihat-lihat saja tanpa membeli apa pun. Atau sebaliknya mengunjungi suatu tempat lalu tanpa diduga kami sudah membeli ini-itu. Dan rasanya itu menyenangkan sekaligus berkesan.

Berkunjung ke mal merupakan hiburan bagi Ibu. Meskipun tidak ada niat membeli kadang secara psikologis, melihat barang bagus cukup membuat hati jadi senang. Rasanya mata ini jadi segar menyaksikan barang-barang yang dipamerkan di etalase.  Melihat benda yang imut, lucu, dan unik rupanya bisa membuat ibu betah dan senyum-senyum sendiri.

Saat jalan-jalan ibu biasanya hanya menatap jajaran benda yang diperjual belikan tanpa bermaksud membelinya. Biasanya saya akan bertanya sembari bercanda, “Ibu suka ya? Pilih saja”. Dan ibu hanya kembali tersenyum sambil berkata, “Ayo, kita duduk dulu, capek nih kakinya. Kalau ibu suka, ibu ingin barangnya sudah ada di rumah dan tak perlu cari ke sana-kemari. Kaki ibu udah gak bisa diajak kompromi” sahut Ibu.

***

Percakapan di mal saat itu menerbitkan ide bagi saya. Mengapa tidak memberikan kejutan buat Ibu? Selama ini saya terlalu asyik dengan diri sendiri hingga lupa kalau ibu pasti akan senang bila kejutan yang diberikan berupa hadiah  yang beliau inginkan. Lagipula sebentar lagi Tahun Baru. Mengapa tidak disatukan saja  momennya. Hadiah Hari Ibu juga Tahun Baru.

Mulailah saya mencari di internet dan akhirnya mata saya berhenti di Moxy yang menyediakan perlengkapan bayi, fashion dan rumah. Ini yang saya cari. Isinya lengkap dan mudah dalam bertransaksi. Juga, kali ini saya tak perlu repot keliling mal yang membuat kaki pegal.

Saya ingat, belakangan ini ibu mengeluhkan bantal ruang tamu yang sudah ketinggalan zaman serta salah satu koleksi cangkirnya ada yang retak.

pilihan dari moxy_opt(2)

Dan kalau saya perhatikan ibu tak memiliki meja khusus untuk menyimpan catatan dan arsip segala rupa.

meja lampu dan penyimpannya_opt

Selama ini saya belum pernah memberi hadiah yang luar biasa untuk ibu, namun bukan berarti saya tidak memikirkannya. Dengan mengingat yang sedang dibutuhkan ibu, saya harap hadiah ini bisa menjadi kejutan yang berguna.

Akhirnya inilah hadiah untuk ibu.

hadiah terbaik untukmu, bu

Semoga hadiah ini membuat ibu merasa bahagia dan senang meskipun tak seberapa nilainya dibandingkan dengan pengabdian dan kasih sayang yang selama ini saya dapatkan.

hadiah untuk ibu

 

***

Silakan komentar