Kebenaran Yang Terbukti

Kemarin malam sewaktu saya pulang kerja Senin 12 September 2011 saya mendapati malam yang berbeda. Saat menyusuri jalanan menuju rumah, kepala mendongak menatap langit hitam dengan bintang berkelap-kelip dan di sana saya tertegun mendapati munculnya bulan purnama yang kuning. Astaga, ini rupanya malam tanggal 15 ya? Pikir saya. 

Menurut penanggalan Jawa dan Arab, malam itu sudah masuk tanggal 15 bulan Syawal. Tak heran bulan purnama muncul. Dan yang lebih mengagumkan adalah betapa alam semesta tidak pernah berdusta. Kalau kita hubungkan dengan permasalahan jatuhnya hari Lebaran tahun ini yang mengundang pro-kontra, maka dengan adanya pembuktian terbalik ini jawabannya saya rasa sudah bisa diketahui. Meskipun kita harus menunggu malam ke-15 untuk menunggu kemunculan bulan purnama guna mengetahui kebenarannya, saya dan Anda pasti setuju bahwa sebenarnya tidak ada yang benar-benar ‘meleset’ juga tidak ada yang benar-benar ‘ tepat’.

Setiap tahun menjelang lebaran, saya pasti akan mengikuti pengumuman Pemerintah apapun bunyinya. Namun hanya di tahun ini saya merasa kurang sreg dengan penetapan Pemerintah. Tak hanya dalam pengambilan keputusan saja yang mengecewakan, tapi juga jelas Pemerintah telah melakukan kebohongan publik dengan mengatakan bahwa Malaysia, SIngapura, Brunei dan Arab Saudi merayakan Idul Fitri pada hari Rabu. Padahal kita tahu negara-negara tersebut justru telah melaksanakan shalat Ied pada hari Selasa.

Saya sebetulnya tidak condong pada salah satu ormas tertentu, namun karena kebijakan Pemerintah yang sangat, sangat  ‘kerdil’ maka tahun ini saya mengikuti lebaran ormas lain.

Kembali ke masalah asal, dlihat dari kemunculan bulan purnama malam itu maka jelas ditarik kesimpulan bahwa 1 Syawal jatuh pada hari Selasa 30 Agustus bukan Rabu 31 Agustus karena menurut perhitungan, setiap tanggal 15 pasti akan muncul bulan purnama, no matter what! Tak ada yang mesti disalahkan. Semuanya kembali pada satu kesadaran bahwa manusia sungguh sangat terbatas kemampuannya dalam menelaah hal-hal yang belum bisa dijangkau. Alam semesta begitu luas dan terbentang. Meskipun telah ada kemajuan teknologi toh kita masih harus mengakui bahwa alam semesta yang diciptakanNya yang lebih mengetahui jawaban sejati yang tersembunyi  meski harus menunggu lima belas hari dahulu untuk menyadari.

Satu-satunya yang disayangkan adalah sikap manusia (baca: pemerintah) yang tidak memberikan nuansa kesejukan dalam menyikapi keinginan umat yang ingin bisa berlebaran berbarengan. 🙂

Silakan komentar