Kekuatan Jalan Kaki

on

Selama dua minggu belakangan ini Jakarta sedang penuh acara dan saya tak ketinggalan ingin mengunjungi salah satunya. Sebenarnya acaranya sih cuma  sekadar ingin tahu perkembangan, lihat-lihat dan refreshing setelah sibuk berkutat dengan masalah pekerjaan dari Senin hingga Jumat.  imagesJakarta sedang memiliki banyak acara seperti Jakarta Fashion Week, lomba lari Marathon dunia,  pameran komputer Indocomtech, pameran buku IndoBook Fair, Pasar Seni dan Film dll.  Dan entah kebetulan atau bukan,  semua acara tersebut dipusatkan di satu titik bernama Senayan. Walhasil, semuanya sukses memacetkan berbagai ruas jalan yang bersinggungan dengan area itu. Terlebih lagi semua orang Jakarta berpikiran sama yakni mendatangi venue pada hari Minggu sehingga serentak polisi dibuat pusing bagaimana mengalihkan arus yang menyemut ingin memasuki  wilayah tsb.

Beberapa tahun sebelumnya agenda acaranya juga serupa dan berbarengan dengan kegiatan acara lain namun tidak sampai membuat mumet seperti tahun ini. Apa pasal? Biang keladinya mungkin selain animo pengunjung yang membludak lainnya adalah pertambahan kendaraan yang sangat pesat dan satu kendaraan cuma berisi 2-3 orang saja sudah termasuk supir.  Menurut saya itu mubazir banget.  Seandainya satu mobil berisi 4 orang maka kemacetan di hari Minggu agak berkurang barangkali. Bayangkan saja dari mulai Jl. Asia Afrika hingga masuk area Senayan kita harus menahan kesabaran untuk antre berjam-jam. Begitu banyak waktu terbuang, ditambah cuaca yang panas cukup membuat senewen. Setibanya di area, masih disibukkan dengan mencari parkir karena semuanya telah penuh terisi. Belum bila kita hendak pulangnya. Lebih senewen lagi. Kadang bila saya terjebak dalam kondisi demikian rasanya ingin melarikan diri dan pulang…jalan kaki. Ya, jalan kaki rupanya bisa mengatasi masalah sementara selain naik ojek tentunya. Seperti saat saya hendak pulang  usai mengunjungi pameran buku Indo Book Fair di Istora Senayan. Karena macet yang benar-benar tak bergerak sama sekali  akhirnya saya memutuskan jalan kaki dari depan gedung hingga  jalan besar. Terlihat sepele namun hasilnya lumayan. Apa kekuatan jalan kaki ketimbang naik ojek? Saya bisa menerabas rumput, melewati taman, memotong jalan, meliuk-liuk diantara deretan mobil yang terjebak ingin parkir. Sudah pasti agak pegal dan cuaca sedang panas-panasnya. Namun rasanya itulah solusi yang “tepat”.

Jalan kaki juga pernah diterapkan saat hujan lebat turun di sore hari bersamaan dengan acara karyawan pulang kantor. Sudah dapat diduga kemacetan ini membuat parno karena membayangkan akan sampai jam berapakah sampai di rumah nantinya? 🙁  Apalagi kendaraan umum serta tukang ojek menghilang dan satu-satunya cara adalah berjalan kaki dahulu. Bagi yang tak terbiasa pastinya jadi beban berat  untuk jalan kaki sejauh beberapa kilo namun sebaliknya bagi yang sudah biasa acara jalan kaki ini bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan. Sekarang orang cenderung berlomba-lomba memiliki mobil karena harganya murah (dengan maintenance tinggi) dan hasil nyatanya sudah terlihat  bukannya mempercepat waktu tempuh namun malah membuat kita terjebak, terkungkung di dalamnya berjam-jam.

Jadi, ayo jalan kaki saja sekuatnya. 😛

0 Comments Add yours

  1. kasamago says:

    jalan kaki emng menyehatkan.

  2. Ernawati says:

    Ayok, kemana lagi?

  3. Messa says:

    Sama mbak Erna. Saya juga lebih senang jalan kaki. Yuuk jalan kaki 😀

  4. Ernawati says:

    Ayolah jalan kaki, hhhmmm….1 km aja ya hehehe…

Silakan komentar