Ketika Listrik Padam “7 Jam Saja”

on

Namanya mati listrik  pasti sebagian besar orang akan merasa kesal. Hanya sebagian kecil saja yang merasa senang dengan keadaan ini yakni para karyawan yang mendadak pulang kantor lebih cepat  dari jam biasanya. k13998871Tapi itu dengan catatan jika mati listrik  terjadi pada sore hari ketika karyawan sudah berada di tahap  ‘sudah malas melanjutkan bekerja ‘ dan kematian listrik tidak bisa diprediksi kapan akan menyala lagi. Itulah yang terjadi pada Senin  12 Mei kemarin. Di saat semua pihak memperingati  hari kelam bangsa ini  16 tahun lalu, PLN mendadak  membuat acara yang lebih spektakuler, mati listrik  berjam-jam yang menimpa hampir seluruh kota Jakarta dan Tangerang.

Dan pemandangan yang paling mengesankan adalah  Jakarta seakan kembali ke era tahun 70-an karena dimana-mana…gelap dan hitam. Di perjalanan pulang yang terjebak macet ini,  rumah-rumah, restoran Padang, warung rokok, warteg,  swalayan kecil, layanan cuci kendaraan, praktik dokter,  semuanya mengandalkan sebatang dua batang lilin untuk penerangannya.  Sebaliknya di kawasan padat perkantoran seperti MH Thamrin-Sudirman, wajah Jakarta yang ‘tak mau mengalah’ terlihat. Pengendara saling sruduk dan serobot sana-sini karena lampu lalu lintas  tak berfungsi sama sekali dan terjebak di tempat.  Jangan lupa juga dengan kereta api listriknya yang ikut tak berdaya di seluruh stasiun Jabodetabek.

Orang berlomba-lomba menghubungi kantor PLN ingin sekadar bertanya ‘ mengapa dan sampai kapan, kapan nyala, mengapa lama sekali, bla…bla…’ Dan lucunya tak ada satu pun yang memberikan keterangan pasti. Bahkan hingga dimuat di surat kabar hari ini pun pihak PLN belum tahu (jangan-jangan gak mau tahu?) apa penyebab listrik mati kemarin. Sungguh mengherankan bukan? PLN seakan tak merasakan penderitaan masyarakat yang dirugikan. Padahal perabotan dan perangkat apa saja sih di abad ini yang dikendalikan tanpa listrik? Semuanya  ‘kan? Dan bilamana listrik mati hingga berjam-jam, dampaknya akan terasa sekali. Aktivitas menjadi tumpul dan  produktivitas menurun. Yang dilakukan hanya menunggu dan menunggu.

Menurut saya ini akibat kita sangat tergantung oleh BUMN satu ini. Seandainya ada perusahaan listrik tandingan mungkin PLN takkan jumawa (baca: terengah-engah) seperti ini. Pesaing yang muncul diharapkan membawa angin segar di dunia perlistrikkan dan mendorong PLN berbenah agar mampu berkompetisi secara sehat seperti rekannya (Telkom).

Yang jelas pemadaman listrik kali ini sukses melumpuhkan ibukota, wow kereeen deh pokoknya…! 🙂

0 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Semrawut wut 😀 PLN udah gak sanggup.

    1. Ernawati says:

      Sampai hari ke-3 kabarnya masih ada pemadaman 🙂

Silakan komentar