Kisah tentang warna

on

Pakaian dan perhiasan adalah cerminan jati diri kita

                                                     -Coco Chanel

Apa yang tercetus dalam pikiran bila kita menyebut kata “Warna?” Bagaimana kalau saya menggambarkannya begini, bulan Juni adalah bulan yang berwarna “semangka” (merah jambu menyala) dan “jeruk nipis” (hijau cerah) lalu ditingkahi sedikit  “warna tanah”, “terung” (ungu tua) dan “kunyit (kuning emas)? Konotasi apa yang muncul dalam pikiran Anda? Saya kira Anda sepakat dengan pendapat saya, Juni adalah bulan musim panas, bulan untuk berlibur, bulan untuk lebih sering keluar rumah (maksudnya tak hanya sekedar keluar tapi bisa juga sekedar ngobrol dengan tetangga). Pokoknya Juni yang cerah ceria.

Bagaimana kalau dilampiaskan dalam sepotong pakaian? Maka, jika saya atau Anda memiliki uang yang terbatas dan Anda ingin selalu mengikuti mode, isi lemari kita pasti takkan pernah sesuai.

Jika sekarang Anda mulai mempertimbangkan isi lemari pakaian Anda dan gaya pribadi Anda, pertimbangkan peran warna dalam hidup Anda. Untuk mengisi lemari pakaian dengan pakaian-pakaian yang tidak akan pernah ketinggalan zaman, milikilah warna-warna klasik sebagai dasar. Hitam, putih, biru tua, abu-abu, beige, camel, tan, khaki, gading dan nuansa merah termasuk merah anggur dan russet.

Bagaimana saya bisa mengetahui warna terbaik untuk saya? Saya pasti akan bereksperimen dan mempelajari diri saya di depan cermin. Kita bisa tampak lebih baik karena warna-warna tertentu, tergantung warrna kulit kita (Betul ‘kan?).

Satu lagi, jangan pernah meremehkan cinta pada pandangan pertama. Saya pernah jatuh cinta pada sepotong kemeja warna oranye yang saya lihat pertama kali di Metro Big Sale (Eit, ini bukan promosi) dengan motif garis-garis yang tegas sekaligus samar, misterius bila dilihat dari jauh, ada nuansa warna mangga, dan benang emas. Baju ini sangat nyaman dipakai dan membuat saya senang. Meskipun membelinya berarti harus berhemat untuk beberapa urusan lain, saya membelinya juga dan terbukti saya tak pernah kecewa mengenakannya.

Percayai insting Anda. Kalau Anda mempercayainya setiap kali bercermin Anda akan melihat cerminan diri Anda yang sejati. Demikian juga saya.

Silakan komentar