Main Mobil-Mobilan Yuuk…

on

Bulan Desember identik dengan hujan, liburan, dan deadline kantor yang untunglah hampir selesai dilalui. Pokoknya kalau sudah menginjak Desember semua orang terlihat sumringah karena mungkin akan dapat bonus, dapat menghabiskan sisa cuti untuk liburan, merayakan hari besar, menerima pembagian parsel yang dikirim vendor atau lega karena beban pekerjaan telah tuntas dilakukan di tahun ini.

Adu balap dimulai...!
Adu balap dimulai…!

Bisa juga terjadi sebaliknya dan tergantung kebijakan perusahaan. Di kantor saya kebetulan pekerjaan sudah hampir tuntas sejak awal minggu bulan Desember. Jadi sebagian terutama di divisi saya orang-orangnya sudah mulai santai dalam bekerja, tidak terburu nafsu, membabi buta apalagi sampai stres. Sebenarnya pekerjaan kami kalau menurut jadwal malah baru akan selesai di minggu kedua bulan Desember, namun karena didorong semangat yang meluap-luap untuk bersantai maka kita berupaya untuk menyelesaikan lebih awal. Lebih cepat lebih baik, begitu semboyannya Jusuf Kalla. šŸ™‚

Maka yang terjadi di suatu hari Jumat adalah…kita bermain mobil-mobilan. Ini memang hobi baru kaum pria di ruangan saya dalam mengisi suasana santai. Setiap ada jeda waktu sedikit, mereka akan menggelar lapak untuk arena bermain lalu satu persatu dikeluarkan mobil-mobilannya dan mulailah melancarkan adu balap dengan gaduh. Dan untuk menambah ramai suasana, biasanya lelaki dari divisi lain ikut-ikutan nonton atau menjadi penggembira. Berisiknya jangan ditanya. Seakan kita hendak tidur siang tapi ada anak tetangga bermain bola di dekat rumah, begitulah suasananya. Penuh sorak sorai dan saling menjagokan. šŸ˜†

Saya pribadi sih tidak terganggu malahan kadang ikut menertawakan mobil mereka yang kebanyakan mogok atau cuma maju mundur tidak melesat sampai finish. Saya melihatnya sebagai hiburan saja semacam selingan dan memang adu balap ini seperti membangkitkan ingatan kembali ke masa kecil bukan? Berteriak-teriak, dorong mendorong, saling mengejek dan mencela padahal yang melakukan permainan ini sudah jadi bapak-bapak semua. Tak lupa kita tertawa lepas saat permainan ini berakhir. Tak perlu ada skor atau menang kalah yang penting senang di jeda yang hanya 20 menit saja di ujung sore itu.

Lebih jelas konyolnya, lihat ini saja.

0 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Untung bukan main kuda-kudaan šŸ˜€

    1. Ernawati says:

      Besok-besok malah mau main karambol šŸ˜†

Silakan komentar