jalan-jalan

Melirik Goa Selarong dan Taman Bunga Matahari Jogjakarta

August 9, 2019
Melirik Goa Selarong dan Taman Bunga Matahari Jogjakarta

Mengunjungi kota Jogjakarta seperti suatu kewajiban saban tahun. Lha bagaimana, memang ini kampung halaman saya -tepatnya kampung orangtua saya- dan setiap saat pasti kami akan datang menyambangi daerah istimewa ini. Entah dalam rangka lebaran atau sedang libur tanggal merah kejepit.

Kata orang yang sudah pernah ke tempat ini, Jogjakarta itu ngangeni dan tak bisa dilupakan begitu saja. Hawa dan auranya sangat kuat sehingga setiap pendatang yang belum pernah ke sini pun pasti mendadak jadi senang dan betah begitu saja. Tak perlu diberi jampi-jampi mereka yang tadinya asing tak lama kemudian justru memeluk kota ini dan lebur menjadi warga Jogja seutuhnya.

Kenangan Jajan Dawet

Saya sebenarnya kalau singgah ke Jogja paling senang dengan wisata kulinernya. Jajanan rakyat yang dijual di pasar Bantul, -ini pasar favorit sejak saya masih kecil- adalah membeli es dawet.

Terakhir saya jajan es yang legendaris ini Lebaran kemarin. Es dawetnya menurut saya sudah yang paling segar dan pas rasanya. Terutama racikan santan dan gula merahnya, mantap!

Dan, sejak saya SD sampai sekarang, penjualnya masih tetap yang itu-itu saja. Bapak penjual yang dari raut wajahnya nampak telah menua ini, masih setia melayani pelanggannya

Destinasi Wisata Baru

Meskipun sudah sering ke Jogjakarta, selalu saja ada destinasi wisata baru dari kota ini. Dan bila kami tidak mengunjunginya, wah serasa kami ini dicap bukan orang Jogja.

Tempat yang happening belum tentu juga akan selamanya heboh, dan tempat yang terkesan biasa-biasa saja belum tentu ke depannya akan terus menerus tidak menarik.

Nah, jadi saya santai saja bila ada destinasi baru, karena kalau memang sempat pasti saya akan mendatanginya. Ini hanya masalah waktu saja. Kalau tidak tahun ini mungkin besok. Ojo kesusu.

Apa sih yang baru di sini? Orang pasti akan serentak menjawab bandara YIA Kulon Progo. Ya memang, ini destinasi baru dan orang-orang sudah menyambut dengan sukacita atas kehadirannya. Bahkan kawan kuliah saya bela-belain datang ke bandara ini hanya untuk sekadar foto-foto kekinian. Gak pingin terbang sama sekali. Jauh, masih lebih dekat ke arah Adisucipto katanya.

Tempat wisata yang menurut saya perlu diangkat adalah wisata yang bisa mendatangkan pemasukan bagi warganya. Pantai, hutan, kebun, taman dan mungkin sawah yang dikelola oleh warga itulah sebenarnya yang harus kita dukung.

Tempat wisata baru yang menurut saya sedang hits dan kekinian serta fotonya bisa dipajang di instagram antara lain:

Gua Selarong

Gua Selarong ini namanya sudah akrab di telinga saya, karena sejak saya SD (lama banget ‘kan?) tempat ini sudah menjadi favorit tempat wisata bagi mereka yang berada di sekitar kabupaten Bantul. Sebuah goa tempat persembunyian Pangeran Diponegoro dari kejaran Belanda pada masa menjelang perang Diponegoro 1825-1830.

Seingat saya, tempatnya dulu betul-betul sederhana dengan ciri khasnya para penjual jambu biji yang berkeliaran menjajakan dagangannya. Karena menganggap biasa saja, maka ketika saya menyambanginya, saya terkejut karena wajah gua Selarong ternyata telah berubah. Sekarang sudah dilengkapi wahana bermain anak dan fasilitas Outbound.

HTM nya masih terjangkau, Rp 3.000 per orang, dan biaya parkir kendaraan juga murah Rp 2.000 untuk motor, Rp 5.000 untuk mobil.

patung Pangeran Diponegoro

Kebun Bunga Matahari Sanden

Ada satu tempat kekinian lagi yang penampakkannya indah banget karena menampilkan warna-warni bunga yang cantik dan menyolok serta bagus kalau difoto apalagi bila dipajang di instagram. Tempat wisata ini bernama Kebun Bunga Sanden, Bantul. Lokasinya di desa Srigading, Sanden, Bantul dan terletak di pinggir jalan Jalur Lintas Selatan. Kalau hendak ke Pantai Samas, pasti akan melewati area kebun ini. Kalau dari kota Jogja, ambil saja jalan yang ke arah kota Bantul lalu lurus saja dan bila menemukan persimpangan tinggal belok ke kanan.

Harga tanda masuknya murah kok, hanya Rp 5.000 per orang, lalu parkir kendaraannya Rp 2.000 saja. Kebun bunga ini luasnya kira-kira 1.000 meter persegi. Terdiri dari bermacam jenis bunga seperti bunga matahari, Celosia, jengger ayam atau marigold.

Saat kebetulan ke sana itu bersamaan dengan cuacanya yang cukup cerah dan langitnya biru. Jadi bagus sekali spot ini diambil fotonya. Oh ya, kalau ingin pakai topi, bisa dipinjamkan secara cuma-cuma oleh si empunya kebun.

Sebenarnya masih ada beberapa kebun bunga yang identik di daerah Jogja. Dan kebetulan yang terletak di Sanden Bantul ini saya pilih karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal keluarga saya.

Silakan komentar

%d bloggers like this: