Melongok Inacraft 2015

Inacraft 2015 (crop)

Setelah diadakan beberapa kali, baru di tahun ini saya menyempatkan diri mengunjungi acara ini. Perhelatan yang bernama Inacraft ini memang menarik karena berisi pameran aneka produk  karya dan seni kriya bangsa Indonesia yang memang sangat indah dan kaya tekstur. Dan tentu saja mata ini dimanjakan dengan tata letak serta daya tarik  masing-masing stan berikut kreativitas dalam menarik pengunjung. Saya sendiri merasa bahwa selama ini pengetahuan tentang kerajinan hanya sebatas perhiasan, busana, ukiran, anyaman, tembikar atau keramik. Namun dengan menyaksikan sendiri di sana, makna kerajinan menjadi cukup luas. Seluas areal yang ditempati untuk berpameran ini.

Seluruh hall baik Hall A, B, Cendrawasih, Assembly, dan Plenary penuh diisi beragam stan. Ada sekitar 1300 stan di sana. Tak cukup sehari bagi seorang pemburu kerajinan untuk mengarungi seluruh stan. Dengan HTM Rp. 20.000 per orang ( anak-anak di bawah 7 tahun dan lansia bebas tiket), kita bisa sepuasnya melihat berbagai kerajinan. Ada baiknya untuk membawa denah stan yang bisa diminta di bagian informasi agar memudahkan dalam mencari lokasi yang diinginkan. Stan batik tetap menjadi primadona dengan harga yang selalu selangit. Namun kalau bicara harga kita tentu harus melihat proses kerajinan, kreativitas dan ketekunan seorang perajin. Di situ sebuah harga akan menjadi setimpal. Namun bila kita merujuk pada pameran, semestinya ada yang namanya potongan harga untuk lebih makin sampai promosinya. Sehelai blus batik seharga satu setengah juta menjadi subjektif sifatnya apakah ini dianggap murah atau mahal tergantung pembeli yang mengapresiasinya.

Dari yang saya lihat, seluruh stan tampilannya menarik, bagus, dan selalu dijubeli pengunjung. Mungkin karena saya datang di akhir pekan jadi banyak orang yang memang ingin datang. Untuk pengunjung yang lapar disediakan tenda makan bernama Pojok Kuliner yang terletak di seberang JCC. Untuk keluar hanya perlu dicap tangan saja dan kita bisa masuk gedung kembali bila ingin berkeliling lagi ke seluruh hall.  Khusus hall B seluruhnya berisi stan dari wakil daerah atau binaan UKM. Sempat terbersit pertanyaan mengapa stan daerah harus ditempatkan di bagian ‘belakang’? Mungkin karena daya tampung hall yang besar jadi bisa mengakomodir seluruh peserta daerah.

Saat melihat stan-stannya, kita merasa betapa para peserta ini ingin menampilkan yang terbaik dan mampu menarik minat pengunjungnya. Bila diadakan pemilihan stan terindah, terunik, terbaik  pasti pengunjung akan bingung karena kerajinan adalah sesuatu yang eksklusif. Tak semua terlihat sama. Ada sisi menariknya meskipun hanya (kelihatannya) berupa ukiran kasar. Tas sekelas Dowa yang terlihat biasa saja dengan warna-warna yang ‘kusam’ mengapa bisa diminati  orang luar dan berkualitas ekspor misalnya.

Well, melongok inacraft sangat memperkaya pemahaman kita akan beragamnya jenis-jenis kerajinan yang dikerjakan dengan penuh dedikasi.

kain2
Aneka kain dari tenun hingga batik
teapot
Teko-teko cantik
wadah
Berbagai wadah baik yang dilukis batik maupun yang terbuat dari koran atau kerang
cushion
Yang empuk-empuk ada di sini
tas
Aneka tas
macem2
Aneka kerajinan
lampu
Lampu-lampu cantik

 

bantul2
Salah satu peserta pameran dari daerah

One Comment Add yours

  1. matureorchid says:

    Puas cuci mata. Menarik.

Silakan komentar