Menemukan Harta Karun

on

Menyambung cerita tentang acara pindahan kantor, ternyata divisi saya adalah divisi paling sibuk dalam mengepak barang-barang. Entah karena barang-barang inventaris kita memang banyak entah memang dulunya penghuni divisi ini punya hobi menimbun barang  sehingga segala printilan gak berguna itu terkuak semua dan jumlahnya banyak.  Terkuak dalam arti bahwa kita ternyata telah lama menumpuk ‘harta’ bukan berupa benda bernilai namun barang rusak semua. Belum lagi setiap barang harus dipilah-pilah dahulu dan dimasukkan ke dalam kategori ‘rusak’, ‘masih bisa digunakan’ atau ‘sama sekali rusak’ alias dibuang. Tentu saja ada pula unsur sentimentil dan nostalgianya saat membereskan dan menemukan barang-barang ini.

kabel-kabel ini rumitkah kelihatannya?
kabel-kabel ini rumitkah kelihatannya?

Namun di sisi lain, ada juga barang berupa merchandise yang masih layak disimpan sebagai kenang-kenangan. Harta karun ini tentu saja tak perlu dipilah-pilah lagi.  Untuk saya pribadi, barang yang akan dipak ternyata hanya sedikit dan tak terlalu ruwet mengelompokkannya. Yang sulit bagi saya adalah mengingat-ingat perangkat penunjang kerja beserta kabel-kabel yang menghubungkannya.

Memang, seharusnya kita berani meninggalkan yang lama dan menyongsong yang baru. Melalui kesibukan ini kita menyadari bahwa memilah-milah adalah hal yang paling butuh pemikiran. Pikiran seperti, “Apa ini disimpan atau dibuang? Seandainya dibuang, nanti jika suatu waktu kita membutuhkan lagi gimana…?” Pikiran seperti itu harus dienyahkan kalau ingin membawa barang yang ringkas bukan?

Hiburannya adalah bila menemukan barang yang masih bagus dan punya memori berkesan selama kita bekerja. Itu saja 🙂

Silakan komentar