Menemukan Rute Baru

on

Setelah sekitar satu bulan lamanya  saya menjadi pengguna moda transportasi umum berupa Kopaja, baru tadi sepulang dari kantor saya melakukan perubahan rute baru untuk pulang ke rumah. Saya mengistilahkannya sebagai bertualang, jalan-jalan saja sepulang kantor karena memang ini sesuatu yang ecxited dan tidak ngoyo. Awalnya karena memang sejak berkantor di tempat yang baru di bilangan Kembangan, saya hanya  tahu bahwa kendaraan umum yang mampu mengantar saya pulang hanyalah Kopaja P16 jurusan Ciledug-Tanah Abang. Namun untuk menunggu sebuah kopaja lewat ternyata memakan waktu yang agak lama dan kurang cepat. Saya ingin ada alternatif kendaraan umum kedua yang bisa membuat acara pulang kantor saya tidak membosankan dan membuat saya tak menunggu lama.

memandangi luar
memandangi luar

Dan jawabannya ada pada sore tadi. Kebetulan selama bulan puasa ini jam pulang kantor di tempat saya pukul 16.00 dan masih cerah cuacanya. Selain tak ingin pulang bareng dengan rekan lain, saya  memang ingin bergegas sampai rumah. Di hadapan saya telah berhenti mobil angkot 04 jurusan Kalideres-Kebon jeruk. Entah didorong oleh ingin segera pulang atau hanya ingin tahu, saya menumpang kendaraan ini. Pikir saya, “Oke, sampai dimana angkot ini berhenti saya akan ikuti”. Dengan hanya memakan waktu 15 menit saya sudah berada di wilayah Kebon Jeruk lalu perjalanan disambung dengan Kopaja 609 jurusan Meruya-Blok M. Dalam hati saya bersorak, “Nah, ini bisa menjadi rute alternatif nih,”.

Kesan saya, dibanding rute Kopaja P16, Kopaja 609 terasa lebih dekat dan cepat sampai ke tujuan. Pemandangan yang ada di sepanjang jalan pun tak membosankan. Rute yang ditempuh adalah Meruya-Srengseng-Swadarma-Cileduk Raya. Dan ini menurut saya secara psikologis mampu menjadikan bahwa perjalanan kali ini agak ‘dekat’ meskipun bila dilihat dari kadar kemacetan akibat lampu merah, ngetem dan hambatan lainnya sama saja. Dan memang saya bertualang sembari melihat pemandangan yang ada di kiri kanan jalanan. Terutama  lagi  wilayah yang dilalui Kopaja 609 menurut kacamata saya terlihat lebih rapi, lebih elit dan kawasan bisnis. Beda dengan pemandangan yang disajikan bila kita menumpang Kopaja P16. Kiri kanannya wilayah yang Ciledug banget, dengan aneka bentuk usaha semacam warteg, laundry,pencucian motor, salon, rumah-rumah yang kusam dan apa adanya.

Well, karena dilakoni dengan santai –woles– kalau kata ABG, jadi rasanya ini perjalanan pulang kantor yang menyenangkan and nothing to lose. 🙂

Silakan komentar