Menginap di Green Hill Park

Dalam perjalanan menuju Kawah Putih Ciwidey,  saya dan teman-teman akhirnya berhenti di suatu tempat.  Setelah melakukan perjalanan sekitar 7,5 jam dari Jakarta, perlu rasanya meluruskan badan, shalat dan menaruh tas terlebih dahulu di sebuah penginapan bernama Green Hill Park.  Tempat peristirahatan yang dipilih ini pun tak jauh-jauh amat dari terminal Kawah putih yakni sekitar 150 km saja. Dan letaknya berada di pinggir jalan  raya yang menghubungkan kebun teh Rancabali dengan Kawah Putih.

Pintu gerbang Green Hill Park

Pertama kalinya tiba saya dan teman-teman sudah diberitahu akan berada di kamar yang mana  dan bersama siapa saja. Urusan administrasi untungnya tak terlalu bertele-tele. Kami yang berjumlah 18 orang perempuan  heboh lebih suka memilih Saung Ngampar sebagai tempat menginap . Kapasitasnya lebih besar dan sudah pasti akan seru. The more the merrier, eh?

Setelah merapikan diri, akhirnya pukul 15.00 kami semua menaiki ontang-anting. Tak lupa berfoto heboh dulu. Apa pun yang dilakukan dijamin takkan lepas dari jepretan kamera ponsel. Semua narsis dan bertongsis. 🙂

Baca: Menyepi ke Kawah Putih

Lelah jalan-jalan,  kami kembali ke  penginapan untuk  beristirahat. Ada yang langsung membersihkan badan (sudah pasti antre) ada juga yang menyeduh kopi atau mie instan. Kalau yang ini sih karena lapar berat akibat hawa dingin.

Dandan dulu

Fasilitas di Saung Ngampar  ini meskipun tak sesuai dengan yang disebutkan di situs webnya, menurut saya sudah memadai dan nyaman.  Dari lima fasilitas yang disediakan, hanya dua yang tak ada yakni TV Plasma ( tidak menyala) dan hanya menyuguhkan gambar semut serta  tidak tersedianya TV Kabel .  Lucunya lagi di samping Saung ada parabola tapi sudah karatan lama. 🙂 Tak apalah, toh kami semua lebih suka mengobrol dan bercanda dibanding menonton TV.

Pukul tujuh malam kami makan malam di saung yang lain.  Paket menginap  ini sudah termasuk makan malam. Menunya sayur asem, ayamg goreng, srundeng, dan sambal ijo. Lapar dan dingin sukses membuat kami semua menghabiskan makan malam sampai kenyang 🙂

Fasilitas yang paling disayangkan menurut saya adalah acara api unggun. Acara ini gagal total karena ulah hujan yang turun sejak lepas Isya hingga tengah malam. Walhasil, acara tukar kado yang diiringi api unggun terpaksa dilakukan in door dan bersila saja.  Namun sisi baiknya adalah kita bisa duduk  melingkar dan hangat merapat akibat hawa dingin yang makin gila.  Apalagi saat masing-masing sudah menerima kado, wah ada yang merasa terkejut, ada juga yang biasa saja. Acara ini didahului oleh permainan yang terus terang sangat brilian idenya.

Permainannya demikian; duduk melingkar lalu masing-masing bergiliran menghitung bilangan yang ganjil. Apabila ada yang bengong karena lupa urutan bilangan ganjil, maka giliran dia yang harus membuka kado lalu harus mengucapkan sepatah dua patah kata. Hasil tukar kado sebelumnya sudah di tangan masing-masing yang dibagikan berdasarkan nomor acak yang dikocok.

Biasanya di sesi ini teman-teman merasa surprise dan bingung mau mengucapkan apa. Saya sendiri mendapat kado berupa jam weker lucu berbentuk panda dan berwarna pink.  Semakin malam semakin heboh dan tak terasa jarum jam sudah menunjuk ke angka 12 malam. Seharusnya itu waktunya tidur namun kami justru malah ngobrol ngalor-ngidul ditambah tetangga sebelah malah jrang-jreng bermain gitar.

Baru kali ini hawa dingin benar-benar terasa menusuk tulang dan menggigil abis!

Oh ya secara keseluruhan menginap di sini menyenangkan. Selain tempatnya yang  adem, hijau, susunan bangunan yang terbuat dari bambu dan air hangat rasa belerang  yang melimpah, tempatnya juga strategis karena persis di tepi jalan raya  menuju  Situ Patenggang-kawasan wisata indah lainnya. Seluruhnya menawarkan kesegaran, serasa berada di tempat menyepi yang nyaman.

Keesokan harinya, ritual antre mandi menjadi hal yang seru karena demi menyingkat waktu ada yang mandi berdua. Serius, sesama perempuan memutuskan mandi bersama 🙂 Ini bukannya memperpendek waktu justru memperlama masa tunggu mandi.

Mandi air panas
Berendam air panas

Saya sendiri lebih suka menjelajah area yang asri ini ketimbang rebutan mandi karena selain menyediakan penginapan, tempat ini rupanya sebuah hutan wisata yang luas dan berfungsi sebagai ekowisata. Selain itu mengambil gambar di tempat yang khas dengan pemandangan alam dan sumber air panasnya akan menambah koleksi foto wisata kita juga bukan?

Tepat pukul sembilan pagi kami semua keluar dari Green Hill Park sambil membawa kesan yang menyenangkan. Selain teman-teman yang kompak, perjalanan kali ini sangat lancar dan fun! 🙂

 

 

 

Silakan komentar