ada apa dengan negeri ini? kesehatan

Menjalani PSBB Alias Masih di Rumah Aja

Menjalani PSBB Alias Masih di Rumah Aja

Saat menulis ini, Social Distancing masih harus dijalani oleh seluruh warga Jabodetabek. Ada rasa jenuh dan bingung dengan keadaan yang tanpa berujung ini. Setiap hari kita menerima kabar yang kurang menggembirakan. Tak ada berita yang menyatakan ditemukannya obat penawar atau vaksin Covid19. Kabar yang menghibur adalah jumlah pasien yang sudah sembuh semakin meningkat, ditambah berita-berita miris seperti tenaga medis yang meninggal dan ditolak pemakamannya oleh warga setempat.

Pada tahap ini orang sudah mau untuk bekerja di rumah dan tidak berkeliaran ke mana-mana. Banyak mulut gang atau jalan masuk pemukiman dipasangi tulisan ‘Lockdown’, sehingga akses menjadi sangat terbatas. Gak banyak yang bebas berkumpul sekadar ngobrol-ngobrol.Entah di tempat lain.

Di masa yang sudah menginjak satu bulan lamanya sejak ditetapkan Social Distancing pada 16 Maret lalu, kita sudah banyak mengalami adaptasi dan merasa tenang. Tenang karena Pemerintah akhirnya mengambil tindakan ekstrem untuk mencegah penyakit Covid19 ini meluas. Kalau sebulan lalu orang-orang panik memborong masker medis, pakaian APD, belanja gila-gilaan dan parno abis, maka di bulan ini kondisinya rada kondusif dan adem.

(Baca: Social Distance, Dampak Covid19 bagi Orang seperti Kita)

Orang tak lagi merasa harus menimbun barang yang sedang dibutuhkan tapi tetap kewaspadaan itu masih ada bahkan ditingkatkan. Bekerja dan belajar di rumah tetap dijalani serta banyaknya orang yang dermawan untuk bagi-bagi sembako atau masker. Meskipun ada juga yang masih harus bekerja dan berdesak-desakkan di KRL.

Jujur saja, tinggal di rumah terus menerus juga bikin bete dan mulai terasa membosankan. Dan hebatnya banyak keluarga di Indonesia yang begitu cepat mengantisipasi keadaan yang membosankan menjadi hal yang sungguh kreatif untuk mengisi hari seperti bikin lagu, kursus online, nyanyi bareng, bikin makeup Challenge, main Tiktok atau mencoba resep masakan baru.

Di masa tahap kedua #dirumahAja ini, banyak gubernur yang ramai-ramai menolak pemudik serta para pekerja yang mendadak dipecat dan berebut mendapatkan kartu Prakerja. Sungguh, ini adalah masa yang penuh kebingungan jilid 2 meskipun Pemerintah sudah turun tangan dan banyaknya dermawan yang mulai bagi-bagi makanan.

Di luar semua kehebohan, ada hikmah dari kejadian luar biasa ini yaitu makin sadarnya orang untuk menjaga kesehatan. Saat diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), warga seluruhnya bahkan sudah memakai masker kain untuk ke mana-mana. Jakarta di hari pertama terlihat sepi dan syahdu. Selama di rumah pun saya juga melakukan aktivitas yang juga menjadi hobi sejak lama yakni membaca buku.

(Baca: Menanti Covid19 Berakhir)

Bagi saya membaca buku rupanya manjur untuk mengusir kebosanan. Apalagi bila ceritanya seru dan epik. Selain membaca, menonton streaming film juga bisa dijadikan alternatif bila rasa jenuh mulai melanda. Kegiatan saya seminggu ini yang justru sedang dinikmati adalah berjemur. Padahal dulu sebelum ada Corona, mana pernah badan ini senang terpapar sinar matahari. Berangkat kerja selalu saja bersimbah keringat.

Dengar-dengar PSBB ini akan berlangsung lama. Tergantung dari si Corona sendiri akankah ia bisa menghilang begitu saja setelah penduduk Indonesia khususnya Jakarta diberlakukan pembatasan sosial ini ataukah tetap menjadi momok yang menghantui Indonesia. Yang jelas, kita harus tetap menjaga kesehatan dan jangan sampai kalah.

StayAtHome.StaySave.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *