Menumpuk Batu di Air Terjun Blangsinga Bali

Seperti tempat-tempat lainnya, mengunjungi air terjun adalah hal lain yang excited. Ada sensasi tersendiri saat kita berada di atas, bawah atau di sekitaran air terjunnya. Menerima cipratan apalagi mendengar gemuruh suara air terjunnya dari dekat saja bisa membuat rasa stres menghilang. Untuk mencapai lokasinya kadang kita akan  bersusah payah sedikit sehingga bila mencapai puncaknya maka terbayarlah rasa lelah itu. Wisata Bali tak hanya melulu tentang pantai atau pura, ada banyak tempat menarik lainnya yang bisa dijelajahi. Salah satunya adalah air terjun.

Dibanding pantai, air terjun lebih membutuhkan usaha untuk mendatanginya. Mungkin hanya ada sedikit kemudahan mendatangi air terjun apabila tempatnya memang sudah difasilitasi.

Namun mengunjungi Blangsinga, merupakan pengecualian. Meskipun ini adalah tujuan wisata, pengunjung sedikit dipaksa  untuk menuruni anak tangga yang berkelok dan curam di tepi sungai Tukad Petanu.  Dengan kontur alam yang cukup bervariasi, kita akan mendapat pemandangan yang lengkap, mulai dari atas, di tengah (saat turun ke air terjun) hingga tiba di dataran air terjunnya.

Suasana hujan rintik-rintik saat saya mendatangi air terjun ini cukup memaksa kita untuk berhati-hati karena undak-undakannya cukup licin. Blangsinga adalah air terjun yang baru beberapa tahun tersingkap oleh publik sehingga penataannya menurut saya belum seratus persen profesional. Anehnya, namanya sangat populer di telinga para turis mancanegara. Sebagian besar  wisatawan yang datang dan berpapasan dengan saya di siang itu adalah turis kulit putih. Mungkin satu-satunya wisatawan lokal yang datang saat itu hanya rombongan kami sendiri.

Sebenarnya tak ada yang istimewa dari sebuah air terjun. Sama seperti air terjun di mana pun, daya tarik utamanya memang air terjun. Bila debit airnya banyak, air yang akan terjun terasa bergemuruh. Sebaliknya bila sedang sedikit, gemuruhnya akan sedikit berkurang. Namun di Blangsinga, selain air terjunnya, mata kita akan  tertumbuk oleh parade tumpukan batu buatan tangan para pemuda setempat. Unik dan keren.

Mengingatkan pada film The Night Garden yang tokohnya hobi menumpuk batu dan ditinggal tidur  😀 (Aduh, siapa ya namanya?)

Oh ya, saya baru pertama kalinya mendatangi air terjun Blangsinga di Bali ini jadi kesan yang di dapat itulah yang coba saya ceritakan. Agak bingung juga sih, mengapa air terjunnya lebih menarik  di mata para turis mancanegara, apakah karena hawanya yang adem dan sepi, atau memang lokasinya yang terpencil dan jarang didatangi?

Mungkin di negara asal mereka air terjun tipe seperti ini kelihatan lebih eksotis barangkali. Atau minimnya orang lokal membuat kedatangan mereka menjadi hal yang eksklusif. Bagi saya tempatnya biasa saja tapi indah. Indah dalam arti komposisi pemandangannya lengkap. Ada sungai, batu-batuan, bukit,  dan tempat air terjunnya yang lapang untuk berfoto di bawahnya.

 

Air terjun Blangsinga ini terletak di kabupaten Gianyar, seingat saya perjalanan dari bandara hingga sampai ke lokasi ini tak terlalu lama kira-kira setengah jam saja. Melihat sedikitnya pengunjung lokal yang datang bisa dibilang tempatnya ini agak ‘biasa’ dibanding pura Ulun Danu Bratan misalnya, karena meskipun ada di tengah-tengah hijaunya pemandangan, seperti yang saya bilang di awal, untuk menuju ke sana diperlukan kaki dan nafas yang super kuat.

Menuruni tangga adalah hal yang mudah. Namun menjadi hal yang sangat mengesalkan bila sudah mendakinya untuk kembali naik menuju ke tempat parkir. Apalagi bagi orang kita yang rata-rata malas naik tangga.  Nafas langsung ngos-ngosan,  kaki gemetar  dan muka berubah merah. Pasti langsung lelah, saudara-saudara 😀

Saat saya tiba suasananya sedang mendung usai turun hujan, dan kami sedang beramai-ramai serta semangat-semangatnya hendak melihat air terjun ini. Tak ada yang bakal mengira menaikinya lagi perlu menguras tenaga. Dan jumlah anak tangganya ada ratusan lho, terbayanglah berapa kalori yang harus hilang.

Selain tumpukan batu, satu yang menjadi ciri khas dari air terjun ini adalah bebatuan koral yang terserak di sekitar air terjun.  Bisa jadi bila ada foto air terjun lalu ada batu-batu koral berserakan maka itulah Blangsinga.

Meskipun airnya tidak bening dan cenderung keruh, tak bisa dipungkiri daya tarik tempat ini rupanya sudah memikat dunia. Banyaknya wisman yang mandi atau sekadar berendam adalah bukti bahwa wisata Bali berupa air terjun cukup memiliki pesona.

Silakan komentar