jalan-jalan | lomba

Merapah Bantul dan Jogjakarta yang Tak Terlupakan Bersama Skyscanner

April 10, 2018

Telah berbulan-bulan berlalu usai melakukan perjalanan ke Jogjakarta namun ingatan tentang daerah ini masih saja melekat. Alasan mendatangi Jogjakarta sebenarnya niat awalnya hanya untuk sekadar jalan-jalan dan cuci mata saja. Merapah Jogja namun justru hati tertambat perlahan ke wilayah Bantul juga.

Sekilas bila mendengar Jogjakarta, telinga tak begitu asing lagi namun bagaimana bila terucap kata Bantul? Apa reaksi mereka yang pertama kali mendengarnya? Aneh? Unik? Sebelah mana ParangTritis nih? Jauh banget dari kota Jogja ya? Begitu mungkin kira-kira mereka yang baru pertama kali mendengarnya.

Bantul yang Bersolek

Bantul sejatinya adalah kota yang sama dengan kota-kota lain yang sedang menggeliat dan berbenah diri demi terwujudnya objek-objek wisata yang ciamik dan mampu menarik wisatawan lebih banyak lagi. Sebagai suatu wilayah, Bantul tak ubahnya perawan manis yang terpacu untuk bersolek agar makin banyak yang menaksirnnya. Perawan yang aslinya memang telah cantik rupawan namun agar lebih modis lagi tampilannya maka perlu didandani agar semakin banyak yang tertarik.

Kalau kita perhatikan Bantul, objek wisata kabupaten ini lebih banyak yang berorientasi ke alam. Mulai dari pantai, bukit, hutan, goa, air terjun hingga desa wisata. Siapa yang tak bangga bila wilayahnya selalu masuk ke daftar kunjungan wajib anak-anak sekolah, pemudik lebaran, pelancong, kids zaman now atau keluarga muda bila ingin berlibur ke Jogja. Pantai bisa dikategorikan tempat wajib yang harus didatangi para pengunjung yang menyempatkan diri ke Jogja.

Dengan luas wilayah 506,86 km2 potensi wisata yang dikembangkan sangatlah besar. Tak heran objek wisatanya sangat luas dan banyak dibanding kabupaten lainnya. Meskipun yang lainnya juga berpotensi, tak dipungkiri pariwisata Bantul adalah primadona.

Selain faktor alam yang mendukung, jangan lupa sumber daya manusiannya. Mereka yang setia mengabdi untuk pariwisata adalah sosok-sosok yang senantiasa menjaga agar Jogja tetap selalu nyaman didatangi kapan saja. Masyarakat Bantul memiliki sifat ramah, murah hati, tulus dan apa adanya sehingga pengunjung akan selalu merasa santai, tenang dan aman.

Pantai Kuwaru

Pantai apa yang terkenal di Bantul? Kalau ada pertanyaan seperti ini, orang dengan cepat akan menjawab Parang Tritis! Itu betul namun sebenarnya Bantul punya pantai-pantai yang lebih eksotis. Ada banyak tempat yang sengaja atau tak sengaja akhirnya menjadi andalan wisata dan sumber pendapatan warga di sekitarnya.

Pantai Parang Tritis memang pantai yang sangat menawan. Namun kali ini ada pantai lain yang lebih memukau dan kerap dibicarakan di sosmed. Marilah kita melirik pantai Kuwaru. Pasir dan lautnya seakan kompak membentuk tampilan panorama yang memantabkan jiwa. Tak mungkin menyangkal bahwa debur ombak pantai Kuwaru juga sedahsyat Parang Tritis. Dengan ramah pasir halus menyambut kedatangan kita sejak kita mulai turun dari tempat parkir. Sejauh mata memandang hanya pasir dan cemara yang terhampar. Bisa jadi ini akan jadi ikon baru bagi Kuwaru.

Deretan cemara yang adem

Seakan belum puas dengan ombak dan langit biru yang menaunginya, daya tarik yang membuatnya terkenal tak sekadar pepohonan cemara yang tumbuh rimbun di sepanjang pesisirnya namun juga aura mistis yang disematkan akibat posisinya yang berada di sebelah selatan dan sepesisiran dengan pantai Parang Tritis pula. Tak ketinggalan panorama sunset yang menjadikan Pantai Kuwaru tak kalah menawannya dan akan makin sulit dilupakan bagi yang berkunjung untuk pertama kalinya.

Menanti Sunset

Makam Raja Imogiri

Bantul adalah kawasan yang sangat spesial karena awalnya kabupaten ini adalah wilayah yang sangat bersahaja dengan kontur alam yang apa adanya namun sebenarnya memiliki tempat yang unik dan beda. Tengoklah tempat bernama Makam Raja-Raja yang berada di ketinggian. Namanya makam raja pasti berisi kompleks makam raja Mataram yang dulu pernah memerintah kesultanan Ngayogjakarta.

Jalan masuk kompleks makam Imogiri

Makam yang terletak di Imogiri Bantul ini sangat dekat karena dari Tugu Jogja (pusat kota) kurang lebih hanya 17 km lewat jalan Imogiri Barat. Artinya tidak perlu merasa terlalu jauh untuk sekadar bertandang.

Salah Hitung

Yang menarik dari Makam Raja-Raja ini adalah jumlah anak tangga yang menuju puncak makam. Masing-masing orang pasti akan berbeda hasil penghitungannya. Saya dan keluarga pernah mulai menghitung dengan sungguh-sungguh namun ternyata hasilnya tidak ada yang sama. Entah karena aura mistis atau memang sedang tidak fokus, entahlah.

Ratusan anak tangga

Sesampainya di puncak tangga yang dirasakan adalah kekaguman akan nenek moyang yang telah mampu membangun semacam tempat peristirahatan yang jauh dari hingar bingar keramaian, di pelosok dan di ketinggian seakan ingin menjangkau angkasa serta tak terengkuh oleh siapa pun. Ini pastilah buah dari pemikiran yang sangat maju pada masa itu. Bandingkan bila di masa sekarang yang untuk membangun makam dengan lokasi yang tinggi saja pastilah memerlukan tenaga, waktu, dan tempat yang tepat, terlebih ongkos yang besar.

Situs makam ini menarik karena selain anak tangga, daya tarik yang utama adalah makam itu sendiri yang sayangnya dilarang untuk dipotret. Bagi pengunjung wanita jika ingin masuk ke makam raja diwajibkan untuk memakai kemben.

Sesampainya di atas puncak makam, segala kelelahan terbayar oleh indahnya pemandangan hijau pepohonan raksasa yang menaungi makam dengan latar belakang perbukitan.

Pemandangan dari puncak makam

Untuk melepas penat akibat menaiki berratus-ratus anak tangga, ada baiknya berhenti sejenak dengan mencicipi pecel khas Imogiri. Pecel Imogiri adalah hidangan yang selalu ada dan warung pecel banyak bertebaran di sana.

Pecel Imogiri

Untuk segala tempat yang begitu menakjubkan ini, tak pelak masalah transportasi menjadi hal yang krusial dan mau tak mau harus dipikirkan kembali bila ingin sekali lagi mengunjungi kota Bantul dengan segala keeksotisan alamnya.

Mengunjungi Lagi

Mendatangi kembali adalah hasrat yang terus hidup. Merencanakan kembali ke Jogjakarta adalah keniscayaan. Apalah arti jarak dan waktu bila keinginan terpendam ternyata mampu diwujudkan dengan segera melalui Skyscanner sebagai situs travel yang menyajikan harga murah mulai dari tiket pesawat, hotel sampai sewa mobil. Keunggulan dari Skyscanner adalah detail harga murah setiap hari dalam satu bulannya. Menyenangkan rasanya kita bisa mengetahui kapan kita bisa pergi dengan biaya yang murah sekaligus di tiga unit penting ( pesawat, hotel, sewa mobil) hanya dalam satu situs.

Saya mulai merencanakan pergi lagi awal April ini. Bila ada maskapai penerbangan yang sangat ingin saya naiki itu adalah Garuda. Dengan memesan tiket pesawat Garuda, satu langkah penting telah berada dalam genggaman yakni kepastian jadwal dan kenyamanan. Maskapai ini memang jadi idaman karena ketepatan waktu dan nama besarnya. Soal harga memang relatif namun kenyamanan itu mutlak, kalau ada yang lebih enak dan cepat tentu orang akan cenderung memilih yang bagus kan?

 

Skyscanner memang diciptakan untuk memudahkan pelancong dalam memilih tiket pesawat, tarif hotel atau mobil. Situs ini didesain dengan tampilan aplikasi yang ramah seluler sehingga pelancong dapat mengaksesnya dengan mudah. Ribuan harga tiket murah diperbarui terus menerus guna menunjang kelancaran pelancong dalam melakukan perjalanan.

Dengan merencanakan perjalanan dan melihat harga termurah yang ada, saya bisa menghemat beberapa rupiah untuk menyaksikan atraksi lain yang sangat menarik dan tak setiap saat bisa ditonton, Reog Kubro.

 

Siap Bertarung

Dari menonton reog, keesokan harinya saya bisa bergegas mengejar tontonan lain yang khas dan hanya disajikan di Jogjakarta, tepatnya di Kraton Jogjakarta yakni tradisi Grebeg Maulud. Berkat kendaraan yang telah disewa sebelumnya melalui Skyscanner, saya masih sempat menyaksikan defile prajurit dan aksi rebutan Gunungan.

Pasukan Wirobrojo atau Lombok Abang

 

Gunungan Lanang dan Wadon

Semua yang saya saksikan baik pesona alam maupun atraksinya, meskipun sesaat saja namun tanpa melalui pemesanan tiket via Skyscanner yang cepat dan tepat tak mungkin rasanya terwujud.

Merapah Bantul dan Jogjakarta adalah pengalaman menakjubkan yang keindahan dan pesonanya, mampu menampilkan daya tarik sama memukaunya. Takkan terlupakan.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner.

Silakan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: