#OscarWarm : Degup Cinta La La Land Meraih Impian

Ada yang begitu menggelora saat mendengar dentingan piano maupun intronya. Namun, apakah semua ini sudah membangkitkan suatu babak perenungan akan sebuah film musik? Menonton film yang bergenre musik serasa mendapatkan paket yang lengkap. Selain drama ringan dan tema cinta, musik di sela-sela, alunan tiada henti, akting yang terjaga, dan lebih spesial lagi sutradaranya pernah menjadi pemenang Oscar.

Sempat kecil hati menemukan pemain utamanya yang rada-rada biasa, -Emma Stone dan Ryan Gosling. Namun sesudahnya kekaguman tak berkesudahan diarahkan untuk keduanya. Apalagi proyek film ini telah direncanakan selama bertahun-tahun. Menyaksikan kepiawaian mereka berdua yang larut dalam nyanyian, tarian tap, dan bahasa tubuh yang akrab tak lain ini semua adalah buah dari upaya keras sebelumnya terutama Gosling  yang bertekad belajar main piano hingga semahir yang ada di film serta Emma yang berusaha keras memperlancar cara bernyanyi dan menarinya.

Someone In the Crowd

Kalau ditilik dari sifat dramanya, pasti akan terlihat biasa saja. Drama Hollywood banget. Dua manusia  yang sedang mencari pengakuan dari lingkungan sekitar dan mencoba meraih impian masing-masing. Sementara nyanyian dan musik tak pernah terpisahkan. Sebenarnya filmnya ringan, dan  musiknya mudah dicerna meskipun ada balutan jazz yang muncul di sela-selanya. Bahkan lagunya begitu pekat oleh irama masa-masa 60-an (mungkin)  yang dikemas dalam orkestra yang indah.

Mia ( Emma Stone)  seorang kasir kafe kopi dan Sebastian (Ryan Gosling)  yang pianist masing-masing memiliki impian sendiri. Dan ketika impian Mia untuk menjadi artis nyaris tinggal selangkah lagi , salah satu harus ada yang dikorbankan.  Dalam empat musim  mereka bertemu dan bernyanyi, menari serta saling mendukung impian.  Dan dalam empat musim pula  nada dan irama jazz melingkupi setiap gerak dan langkah keduanya.

Setelah lima tahun kemudian, keduanya mampu mewujudkan mimpi itu. Mia sukses menjadi artis demikian pula Sebastian yang sudah memiliki klub jazz sendiri. Mia menikah dan sudah memiliki putri, Sebastian sukses dengan klubnya yang penuh pengunjung.

Start a Fire

Kisah disuguhkan ala opera dengan latar yang disesuaikan dengan kondisi nyata. Dalam remang restoran, mereka menari  dan bersitatap sementara para pengunjung ambil bagian dengan ikut bertepuk tangan atau menari. Khas opera bukan? Sutradara Damien Chazelle agaknya ingin tetap setia pada aroma jazz yang  kental dengan komposisi seperti yang pernah disuguhkan dalam Whiplash (2014) dan sukses memenangkan Oscar saat itu.

Bagi saya, temanya sudah sangat umum dan justru itu sutradara memasukkan jenis musik yang belum tentu semua orang menyukainya ketimbang pop. Perkawinan tema yang umum dengan musik jazz yang tak biasa melahirkan kesan yang aneh seusai menontonnya. Aneh, karena saya akhirnya lebih mengingat nada, irama, intro lagu-lagu, score music, tariannya,  ketimbang dialog atau kostum, atau akting. Mengapa hal yang masih menempel di ingatan saya adalah musiknya?  Aneh tapi wajar. Dan yang jelas musiknya telah membuat sebagian penonton termasuk saya jatuh cinta mendengarnya.

City of Stars

Kepiawaian sang sutradara dalam meramu musik sesuai tingkah dan polah pemain adalah kuncinya.  Di samping itu Mia dan Sebastian bermain bagus sekali. Sepasang kekasih yang penuh cinta tapi tanpa bunga-bunga kasmaran ala ABG , mampu memberikan  gambaran bahwa  hidup ini keras, dan untuk mewujudkan mimpi mereka perlu perjuangan  serta usaha besar. Untuk melakukan berkali-kali audisi dibutuhkan mental kuat dan terjaga.

Akhirnya, La La Land mampu memberi ruang imajinasi yang tak berbatas, Bagi Mia dan Sebastian negeri impian bukanlah sekadar Paris dengan menara Eiffelnya, namun masa-masa pertemuan dan rencana masa depan yang tertuang pada bagian epilog yang dihiasi oleh dansa keduanya cukup memikat karena dihiasi oleh lagi lagi alunan orkestra jazz yang apik.

La La Land  indah dalam kisah, tontonan, musik, para penari, serta sinematografi. Dengan  memborong 14 nominasi  kategori Oscar pada 2017, mungkinkah salah satunya akan jatuh untuk film ini? Tunggu dan lihat saja.

Nb. Take On Me by AHA adalah lagu penyambung masa lalu yang indah.

 

 

 

 

 

 

 

Silakan komentar