Pada Suatu Siang

on

Hhmmm…tercetus sebuah pertanyaan begini, apa ciri-ciri orang yang mampu mengundang orang banyak untuk dibicarakan? Saya jawab, orang itu pasti menarik. Pertanyaan lagi, menarik dari segi apa? Saya jawab menurut versi saya, orang itu pasti menarik karena prestasinya dan keberhasilannya yang mengundang decak kagum orang di sekelilingnya atau karena ia sosok yang kocak. Lalu bagaimana kalau yang dibicarakan orang justru kebalikannya? Orang itu ternyata justru sangat tidak menarik, tidak karena prestasinya tapi malah membuat sebal semua orang bahkan minus keberhasilan dan terlebih lagi bukan sosok yang humoris. having chat?Jadi buat apa dibicarakan? Kita sebagai makhluk sosial apabila sedang berkumpul selalu saja ingin mengorek-ngorek hal yang sifatnya ingin tahu. Entah nantinya yang terkuak adalah berita buruk atau lebih buruk lagi pasti kita akan selalu berbicara. Ujung-ujungnya menjadi gosip yang semakin digosok semakin sip bukan? Sejujurnya kita menikmatinya apa yang sedang mereka bicarakan.

Seorang  karyawan di kantor menjadi bulan-bulanan pembicaraan kita semua. Sudah pasti ia sedang tidak ada di tempat alias cuti sehingga kita dengan bebasnya membicarakannya. Topiknya dari mulai hal yang sifatnya sensitif-agama- hingga kebiasaan jeleknya yang selalu datang terlambat dan tidak memberi kabar apabila tidak masuk kerja. Menjengkelkan bukan? Dan itu menjadi sasaran empuk sekaligus titik lemahnya untuk selalu dibicarakan. Celakanya pembicaraan kita tak ada yang bernada positif. Bukan karena kita kejam tapi ini sudah sering terjadi berulang kali. Mau dibawa kemana jenis karyawan seperti dia? Mengapa masih dipertahankan? Entah. 😕

Gosip ditambah bumbu makin menguatkan citranya sebagai orang yang berani berbohong dan pintar ngeles. Well, sebenarnya kalau saya mendengar curhat mereka tentang orang ini, saya simpulkan bahwa ternyata mereka sama-sama memiliki perasaan sebal terhadapnya. Cuma, ada kawan yang pintar memilah antara hubungan kerja dengan di luar pekerjaan sehingga tertutupi kekesalannya, ada yang adem-ayem, ada pula yang strict. Demi tim, kami semua berusaha memperkecil gejolak. Dan ajang seperti tadi siang adalah katup yang dibuka untuk mengeluarkan uneg-uneg pribadi. Hasilnya, meski tak mirip seperti perasaan katarsis, paling tidak ada kelegaan dan tawa, menertawakan kita semua pastinya. 😀

Silakan komentar