cerita dari kantor remeh tapi meminta perhatian

Pengalaman Mengajukan Status Non Efektif Wajib Pajak (NE-WP)

Pengalaman Mengajukan Status Non Efektif Wajib Pajak (NE-WP)

Bagi mantan karyawan yang saat ini sedang berduka karena di PHK akibat pandemi Covid19, pasti pikiran menjadi makin tidak karuan ketika menerima surat teguran dari kantor pajak yang mengabarkan bahwa Anda ternyata belum sama sekali menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2019. Apabila tidak melaporkan, maka akan dikenai sanksi.

Akhir Pebruari 2020, DitJen Pajak mengirimkan pemberitahuan lewat surat elektronik agar segera melaporkan SPT Tahunan. Namun karena saya lengah, akhirnya terlupakan begitu saja hingga pertengahan Juli 2020 kemarin datanglah surat cinta berisi teguran karena tidak melaporkan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Ya, memang salah saya juga sih. Saya pikir kalau sudah tidak bekerja di kantor maka tidak perlu melaporkan lagi. Ternyata itu keliru. Selama NPWP saya masih aktif, saya tetap akan ditagih laporannya. Bahkan bila diabaikan bisa-bisa diberikan sanksi.

Akhirnya setelah berdialog via Kring Pajak, saya disarankan untuk tetap melaporkan SPT saya secara daring. Dan kebetulan pada saat surat teguran ini mendarat di meja saya, ternyata tanggalnya sudah sangat telat. Suratnya dikirim tertanggal 25 Juni dan baru sampai di rumah saya tanggal 23 Juli hari Kamis! Nyaris satu bulan lamanya perjalanan surat itu hingga sampai.

Padahal di surat itu disebutkan bahwa saya harus segera menyampaikan SPT dan apabila lebih dari satu bulan sejak tanggal pengiriman belum juga melapor, saya harus membayar denda sebesar Rp 10 juta, astaga.

Karena esok harinya tanggal 24 Juli adalah hari Jumat, dan lusanya tanggal 25 Juli hari Sabtu (yang berarti tidak ada hari yang “baik”), saya jadi pontang-panting dan gugup dalam menyiapkan data untuk diisikan via daring. Bukan karena takut telat tapi karena tidak ingin dikenai denda saja.

Nah, pada saat bicara lewat Kring Pajak, tanpa sengaja saya bilang bahwa saya sudah tidak bekerja secara formal, jadi kalau tetap harus melaporkan SPT bukankah itu sia-sia saja melaporkannya. Customer Service dengan ramah memberitahukan meskipun sudah telat tetap laporkan saja apa adanya.

 

Lalu pihak CS menyarankan agar saya lebih baik mengajukan Non Efektif Wajib Pajak (NE-WP) yang nantinya saya tidak akan ditagih alias dikejar-kejar lagi untuk melaporkan SPT.

 

Wah…saya baru tahu. Jadi ke mana saja saya selama ini?

Akhirnya hari itu juga saya mengurus surat NE-WP ini. Oh ya sebelumnya saya urus dahulu pelaporan SPT ini melalui e-filing dan syukurlah langsung mendapat bukti penerimaan eletronik. Ada kisahnya tersendiri saat mengisi dan mengirimkan SPT Tahunan ini karena saya sebenarnya lupa langkah-langkah pengisiannya. Saya terpaksa harus menonton Youtube dahulu yang khusus memberitahukan tentang cara-cara pengisian melalui e-filing.

Lalu dramanya tidak berhenti sampai di situ. Setelah paham cara pengisian, lagi-lagi saya lupa dengan kode nomor EFIN nya. Dan saya butuh bantuan Kring Pajak lagi untuk mengetahui nomor itu. Beres semuanya, barulah saya mendatangi kantor pajak.

Sampai di sana ternyata saya ditolak masuk. Bukan, bukan karena saya salah atau apa, tapi karena sedang pandemi maka setiap pengunjung yang ingin berurusan dengan pajak harus mengantre dan mendapat nomor karena kantor hanya bisa menerima maksimal 80 orang saja setiap harinya. Karena kuota penuh akhirnya saya kebagian pada tanggal 30 Juli.

Saat bertemu dengan petugas pajak, saya utarakan maksud saya yaitu ingin mengajukan status Wajib Pajak Non Efektif. Ia lalu menyodorkan formulir terdiri dari dua lembar yang harus diisi dan ditandatangani. Saya juga diminta menyediakan materaiĀ  sebesar 6.000 rupiah.

Sebenarnya formulirnya bisa diunduh langsung dari websitenya. Tapi karena saya ingin lebih jelas lagi tentang Non Efektif ini jadi saya mengisi formulir sekaligus mendapat informasi lebih lengkap lagi. Intinya bila surat pernyataan Non Efektif ini telah disetujui maka kita untuk sementara dilepaskan kewajibannya untuk menyampaikan SPT Tahunan.

Untuk mengetahui apakah surat pengajuan Non Efektif ini disetujui atau tidak, kita perlu menanti selama 7 hari kerja. Saat datang ke kantor pajak kita serahkan lagi surat bukti tanda terimanya dan…akhirnya petugas memberikan surat Non Efektif itu. Lega rasanya. Seakan telah menjalani ujian lalu mendapat surat kelulusan saja haha…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *