Uncategorized

Pengalaman Mengurus Hak Reduksi Untuk Lansia

August 13, 2019
Pengalaman Mengurus Hak Reduksi Untuk Lansia

Beberapa minggu lalu, ada pemberitahuan yang dipasang oleh PT KAI melalui twitter. Isinya menyatakan bahwa untuk kaum lansia, TNI, wartawan, dan LVRI akan diberi kemudahan dalam mendaftarkan diri saat membeli tiket kereta api. Kemudahannya adalah mereka tak perlu repot menuliskan lagi identitasnya saat hendak beli tiket namun langsung menyebutkan nama sesuai identitas dan nomor Hp saja di depan petugas.

Syaratnya, mereka diharuskan registrasi dahulu ke beberapa stasiun yang telah ditunjuk. Dan di stasiun itu nama mereka akan dicatat dan foto mereka akan disimpan dalam basis data milik PT KAI.

Nantinya bila akan membeli tiket, petugas tinggal membuka basis data dan otomatis penumpang istimewa ini bisa lancar berangkat.

Registrasi Dulu

Sebenarnya pemberlakuan hak mendapat tarif reduksi ini akan efektif pada tanggal 1 September nanti, tapi tak ada salahnya sejak sekarang sudah mulai mengajukannya.

Nah, mendengar berita itu di suatu hari Jumat di awal bulan Agustus lalu saya menemani bapak saya yang ingin mendaftarkan hak reduksi ini. Ya, memang harus registrasi dulu di CS stasiun. Ada beberapa stasiun yang bisa menerima registrasi ini dan untuk wilayah Jakarta ada stasiun Jakarta Kota, Pasar Senen, Gambir, dan Bekasi.

Penuh Pengunjung

Kami sampai di stasiun Pasar Senen sekitar pukul 10.30 wib, dan ternyata antreannya sudah bertengger di nomor 271! Wah, agak kaget ya karena tidak menyangka para lansia ini sangat antusias sekali untuk mendaftar. Jadi di ruangan itu di mana-mana kita akan berpapasan dengan para mbah, opa, oma, yang dengan sabar menanti nomor antrean dipanggil.

Terus terang saya tak mengira mereka -kaum lansia- akan banyak yang datang dan penuh semangat. Selama menunggu saya dan bapak pergi melihat-lihat jadwal kereta dan memperhatikan orang-orang yang sebagian besar sudah beruban semua namun masih energik dalam bergerak.

Saya menunggu panggilan antrean lumayan lama karena mungkin harinya yang terpotong oleh salat Jumat, atau karena keterbatasan tenaga CS-nya. Ada kira-kira 3 jam akhirnya nomor kami baru dipanggil.

menanti dipanggil

Penjelasannya sama yaitu syarat untuk mengajukan reduksi adalah; hanya membawa pas foto dan menunjukkan KTP yang bersangkutan dan bisa diwakilkan. Sekilas saya juga menyaksikan, petugas CS mengambil foto langsung di tempat wajah lansia. Ini mungkin ditujukan bagi mbah-mbah yang lupa membawa pas foto.

Customer Service KAI

Sesi tanya jawab itu kira-kira hanya memakan waktu 20 menit saja plus ketak-ketik sang CS yang jarinya lincah mencatat dibalik meja komputernya. Waktu menunggu yang 3 jam itu ditutup dengan hanya beberapa menit pembicaraan saja, Selama menunggu sebenarnya ada banyak yang ingin ditanyakan. Namun karena lelah, ngantuk dan bosan menunggu, justru saat sudah berhadapan dengan mbak CS nya segala pertanyaan yang ingin diajukan dengan menggebu-gebu itu akhirnya menguap.

Seumur Hidup

Saya hanya menanyakan hal yang penting-penting saja semisal, apakah jangka waktu hak reduksi ini bisa berakhir? Yang dijawab bahwa hak reduksi ini berlaku seumur hidup sepanjang ktpnya tidak ganti lagi.

Lalu saya tanyakan hal yang lebih penting lagi; apakah dengan telah dicatatnya nama bapak saya ke dalam basis data komputer, nantinya hal itu bisa dimungkinkan pembelian melalui online seperti kita kalau order tiket via KAI Access? Jawabannya…belum bisa.

Namun mbak CS-nya cepat-cepat menyambung bahwa ke depannya nanti akan seperti itu. Kaum lansia bisa membeli tiket via daring dan otomatis sudah dengan harga direduksi. Nah, ini yang saya pengen dengar sebenarnya.

Baiklah, kita tunggu saja apakah benar seperti yang disampaikan sementara yang bisa kita lakukan mulai sekarang adalah menunggu itu terealisir.

Kami pulang dengan membawa rasa puas karena ada satu langkah penting terealisir, yaitu kaum lansia tidak direpotkan oleh antrean lama lagi nantinya.

Silakan komentar

%d bloggers like this: