Pengalaman Naik Kereta Api Krakatau Ekspres

Naik kereta api sudah bukan sesuatu yang asing bagi keluarga saya. Tiap liburan hari kejepit atau kalau ada waktu memungkinkan selain hari lebaran saya sekeluarga selalu melakukan perjalanan dengan kereta api. Selain nyaman,  (agak) tepat waktu juga fasilitas dan pendekatan manuasiawinya sudah hampir bagus yakni tiket harus sesuai dengan kuota tempat duduk sehingga kemungkinan penumpang bergeletakan di sepanjang lorong kereta tidak akan dijumpai lagi.

Lebaran tahun ini saya berniat untuk balik ke Jakarta  dengan menggunakan kereta namun apa daya karena pemesanan terlambat maka semua tiket untuk jenis kereta yang saya inginkan telah habis terjual. Pihak stasiun waktu itu menawarkan untuk menaiki jenis kereta baru yang secara resmi baru akan diluncurkan pada tanggal 24 Juli.

kereta1Kereta yang dimaksud adalah kereta api Krakatau Ekspres, dengan rute Merak-Madiun. Wow, saat itu pikiran saya adalah menampik  segera,  ‘untuk apa naik kereta dari Madiun?’ kata saya.

Namun setelah seharian browsing, akhirnya saya menyerah, menurut saya tidak ada salahnya mencobai kereta baru ini. Kalau pun saya tak suka, yang penting dirasakan dahulu perjalanannya. Maka keesokan harinya mengantrelah saya untuk pembelian tiket sebanyak 5 lembar dan ternyata ini adalah jenis kereta ekonomi AC dengan posisi tempat duduk  2-2, dan tidak bisa  diputar serta berangkat dari stasiun Lempuyangan pukul 11.26 WIB.  Saya sempat ke stasiun lagi untuk menegaskan kembali posisi tempat duduknya karena saya menginginkan satu keluarga berkumpul dan tidak terpencar-pencar. Mengingat ini kereta baru jadinya nothing to lose but little bit worry dengan kondisi nantinya.

kereta2

Pada hari H-nya kereta  tiba dari Madiun 20 menit sebelum jam keberangkatannya dan tepat waktu. Kondisi kereta memang masih sangat baru, joknya masih terbungkus plastik dan seluruhnya bersih serta ber-AC. Namun yang jadi biang keributan bagi sebagian besar penumpang adalah penempatan nomor kursi yang tak sesuai harapan. Banyak keluarga yang terpaksa duduknya berpencaran  dan tak saling berhadapan. Ada yang tak bersedia tukar nomor kursi ada pula yang  bersedia hanya karena sesaat lagi akan turun. Saya pun demikian, sekeluarga terdiri dari 5 orang dewasa dan satu balita, tapi duduknya berpencar. Kekhawatiran yang saya temui saat memesan tiket dulu nyatanya terbukti. Tempat duduk tidak saling berdekatan.  Untungnya ada keluarga yang bersedia tukar tempat dengan tempat duduk kami.

Menurut saya, hal ini dikarenakan pihak layanan tiket pun belum tahu posisi jok kereta ini.  Jadi seandainya ada calon penumpang memesan tempat duduknya tidak berpencar, mereka pun sama tak tahunya dengan kita.  Apakah harus AB CD dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Apakah nomor ganjil berhadapan dengan nomor genap atau sebaliknya. Yang ini mesti dikaji lagi.

kereta3Selama perjalanan udara terasa sejuk dan nyaman karena pedagang dilarang masuk kereta. Yang mengesalkan hanyalah di setiap stasiun bahkan stasiun kecil pun kereta ini harus berhenti. Kecepatan pun agak lamban sehingga saya merasa ini adalah perjalanan terlama saya dalam menumpang kereta api. Selepas stasiun Cirebon Prujakan, barulah kereta tancap gas guna memenuhi kedatangan di Stasiun Senen agar tepat waktu. Kesan yang tertangkap dalam menaiki kereta ini adalah nyaman dan adem. Namun karena perjalanannya dimulai saat hampir tengah hari, dan sampai pada malam hari, rasanya kita seakan sudah menempuh perjalanan yang lama dan panjang. Meskipun begitu perjalanan siangnya cukup terhibur dengan pemandangan di kiri kanannya dan petugas kebersihannya selalu siaga dalam menjaga kebersihan sehingga lorong gerbong relatif bersih dari sampah.

kereta4Oh ya, karena perjalanan siang, sore hingga malam ditambah udara dingin, maka perut terasa lebih cepat lapar dan gerbong restorasi menjadi sasaran para penumpang untuk makan dan minum. 🙂

Pukul 21.30 WIB kereta sampai di Stasiun Pasar Senen lebih cepat  20 menit dari yang dijadwalkan.

3 Comments Add yours

  1. kasamago says:

    mantab, jd pengin nyoba jg nih..

  2. mantep, pengen jugaaaaaaaaaaaaaaaaa uuuuuuuuuuuu

  3. Membantu banget nih kereta krakatau ini buat mudik saya dan keluarga.

Silakan komentar