Pengalaman Top Up Kartu Multi Trip (KMT)

Biasanya saya mengisi ulang  tiket kereta Commuter Line (CL) selalu di loket yang tersedia di stasiun. Dan biasanya pula petugasnya akan membantu mengisikan ulang sesuai jumlah nominal uang yang kita sebutkan.  Namun di suatu siang di pertengahan Juni lalu  petugas menolak mengisi ulang  tiket multi trip saya. Saya pun terheran-heran dan bertanya mengapa. Katanya loket tidak menerima isi ulang tiket lagi tetapi justru menerima penukaran lembaran uang, hah?

‘Pengisian ulang kartu multi trip sudah dilayani oleh mesin top up multi trip’, sambungnya sembari mempersilakan saya untuk menuju ke arah samping loket. Dan memang benar, ada tiga mesin top up Multi trip berwarna merah menyala berdiri berjajar tenang di sana. Mesin ini memang khusus ditujukan hanya untuk transaksi top up Multi Trip saja

Saya yang awam sekali menggunakan mesin ini langsung bingung seketika. ‘Hei, gimana caranya sih?’ Pikir saya. Untung ada yang bersedia mengajari caranya. Dan ternyata itu mudah saja. Memang pertamanya pasti akan bingung, namun kalau sudah terbiasa menggunakannya seakan kita melakukan proses pengambilan uang ke mesin ATM saja layaknya.

Secara garis besar prosesnya adalah menaruh kartu, memasukkan lembaran uang ,dan menerima pemberitahuan isi ulang yang tertera di layar kemudian tekan tombol Selesai. Dijamin langsung bisa.

Masukkan dan letakkan saja tiket KMT nya
Tentukan berapa uang yang ingin Anda masukkan (Rp 42.000 adalah saldo Anda yang terakhir)
Minimal Rp 5.000 maksimal Rp 100.000

Jangan terpengaruh oleh berbagai tulisan yang terpampang di mesin yang mirip pom bensin ini karena sebenarnya hanya tiga langkah itu saja yang perlu dijalani. Taruh kartu-masukkan uang-tekan Selesai.

Pada waktu isi ulang pertama kali, saya sukses melakukannya. Artinya ketiga langkah tadi lancar saja dijalani. Malah, ada beberapa calon penumpang yang mendatangi mesin ini akhirnya bertanya pula pada saya seputar cara penggunaannya. Serasa petugas saja.

Alergi Uang Baru

Di hari lain saat melakukan isi ulang kembali, saya justru menemukan fakta  bahwa tak semua lembaran uang mau diterima oleh mesin. Usai lebaran rupanya mulai banyak yang menyimpan lembaran uang baru yang permukaannya lebih licin dan halus ini. Ternyata saat saya masukkan uang pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000 yang baru, mesin memuntahkan kembali uang saya. Saya masukkan kembali dan mesin tetap tak mau menerima. Begitu terus berulang-ulang. Iseng, saya jejalkan uang  lama dan setengah kumal yang masih saya miliki senilai sepuluh dan dua puluh ribu. Dan, voila! Sang mesin mau ‘menelannya’.

Saya laporkan pada petugas dan memang menurutnya mesin ini baru bisa menerima uang edaran lama. Belum disetting untuk uang baru. Jadi, bagi yang ingin isi ulang agar antrean tak panjang siapkan saja uang lembaran pecahan yang lama dahulu. Untuk sementara mesin belum bisa menerima uang edaran baru. Entah di stasiun lain.

Uang baru dan mulus ini malah ditolak mesin
Uang lama dan kumal justru diterima mesin

Sebenarnya bukan masalah uang lama atau barunya tapi lebih pada syarat yang diajukan untuk bisa diterima mesin. Salah satunya lembaran uang yang dimasukkan haruslah rapi, tidak  sobek, lecek atau tidak lengkap misalnya. Dan perlu diingat bahwa mesin ini tidak melayani uang kembalian. Jadi bila uang di dompet hanya ada Rp 50.000 lalu ingin top up Rp 20.000 saja, maka kita harus menukarnya dahulu di loket. Terserah mau berupa pecahan 5 lembaran sepuluh ribu atau 2 lembaran dua puluh ribu dan selembar sepuluh ribu. Oh ya syarat minimal uang top up nya Rp 5000, dan maksimal Rp 100.000.

Menurut saya ini memang praktis sekali bila lancar transaksinya. Selain menuntut kita agar mandiri dan dapat mengatur  sendiri berapa nominal uang yang akan dipakai, kehadiran mesin ini sangat membantu sekali untuk kita yang ingin segalanya serba cepat tanpa tergantung oleh petugas.

Menjadi tidak sukses bila mesin berkali-kali menolak uangnya  dan antrean sedang panjang sementara suara kereta yang akan kita naiki semakin dekat dan perasaan menjadi kemrungsung karena kita ingin buru-buru menaikinya 🙂

 

 

 

One Comment Add yours

  1. matureorchid says:

    Serba mesin ya,lucu deh mesinnya

Silakan komentar