lomba

Prive Uri-cran Penyelamat di Saat Anyang-Anyangan Pasca Operasi Usus Buntu

March 11, 2018

Bila menatap Prive Uri-cran entah di apotek, toko obat, iklan  atau melihat teman sedang meminumnya, saya teringat akan kejadian yang menimpa ibu saya.  Inilah awal mulanya saya dan ibu berkenalan dengan produk Uri-cran.  Sebelumnya kami tak pernah tahu ada sejenis minuman yang menghilangkan anyang-anyangan. Sakitnya ibu memang membawa kesedihan tersendiri namun dibalik itu ada hikmah yang cukup penting. Kami akhirnya berdua menjadi peminum Uri-cran yang intens.

Kabar itu terdengar tiba-tiba sekali.

Saat itu malam Tahun Baru 2018. Malam yang penuh dengan keceriaan karena kami sekeluarga rencananya akan menyambut Tahun Baru dengan pergi ke Bundaran HI. Seharusnya malam itu kami akan melek sampai pagi untuk merayakannya. Semua rencana akhirnya buyar karena Ibu tiba-tiba mengeluh sakit perut dan tak bisa bangun dari tempat tidur.

Perut Ibu sudah diolesi minyak kayu putih, minum obat sakit perut dan dikompres air hangat namun tetap saja Ibu mengerang-ngerang kesakitan. Kami sekeluarga sampai bingung akan apa yang harus dilakukan. Apalagi Ibu menolak diajak ke rumah sakit.

Lewat tengah malam akhirnya ibu bersedia dibawa ke rumah sakit yang letaknya agak jauh dari rumah. Rumah sakit ini memang menerima BPJS. Dan kami pikir sakit yang diderita Ibu tidak terlalu berat sehingga saya dan keluarga pun menganggap ibu akan baik-baik saja setelah ditangani dokter IGD.

Setelah menjalani serangkaian tes kesehatan seperti tensi darah, detak jantung, memeriksa perut dan mendengar keluhan ibu, dokter jaga menyimpulkan bahwa ibu terkena usus buntu dan harus segera dioperasi, tidak bisa dtunda lagi.

Deg…mendengar kata ‘operasi’ membuat jantung seolah meluncur ke bawah. Saya yang awalnya mengira ibu hanya sekadar sakit maag akut atau sakit lambung langsung tak bisa berpikir. Ini mendadak dan tidak ada persiapan sama sekali.

Ibu akan dioperasi keesokan harinya pada pukul sembilan pagi. Dan sejak diperiksa di bagian IGD, ibu langsung harus dirawat inap, diinfus, dipasangi kateter serta mulai berpuasa.

Kira-kira pukul setengah dua belas siang, akhirnya Ibu telah selesai dioperasi dengan baik. Wajahnya yang pucat dengan mata yang terpejam muncul dari kamar operasi, tergolek lemah di atas brankar yang didorong menuju ruang pemulihan. Saya menunggunya hingga sadar dari obat bius.

Masih diperlukan beberapa hari lagi untuk menjaga kondisi agar stabil pasca operasi. Agar cepat pulih, ibu diminta latihan bangun perlahan-lahan dan berjalan-jalan beberapa langkah. Ini sesuatu yang terasa berat karena di samping luka jahitan yang belum sembuh, kondisi ibu masih lemah akibat berpuasa sebelumnya dan tidak doyan makan.

Para suster terus memberi semangat agar terus berusaha dan terbiasa. Karena ingin cepat sembuh dan lekas pulang, sembari menahan sakit ibu pun akhirnya mulai melakukan latihan. Tahap demi tahap Ibu mampu menjalaninya.

Selama berlatih ibu juga harus makan dan minum. Makan bubur bukan suatu halangan yang berarti, apa pun bisa ditelan. Namun tidak demikian dengan minumannya. Ibu kerap lupa untuk minum barang beberapa gelas. Selalu saja ia memilih langsung tidur dan malas untuk bangun lagi.

Hingga pada suatu hari saat saya datang menjenguk, ibu mengeluh sakit saat buang air kecil. Beliau merasa tak nyaman usai buang air kecil. Ada rasa tak tuntas ( lampias) dengan tetesan air seni yang sedikit serta nyeri sesudahnya. Rupanya Ibu mengalami anyang-anyangan atau Infeksi Saluran Kemih (ISK). Memang, pasca operasi ada pasien yang merasakan efek buang air kecil begitu sering ada pula yang sebaliknya. Mungkin saja terjadi infeksi akibat pemakaian kateter sebelum dan pasca operasi.

Ada sekitar dua-tiga hari Ibu mengalami kondisi demikian. Suster pun menyarankan agar sesering mungkin untuk minum. Kadang ibu enggan minum banyak-banyak hanya karena malas untuk bolak-balik ke toilet.

Setelah dirawat selama lima hari akhirnya Ibu diperbolehkan pulang dan diharuskan untuk kembali kontrol beberapa hari berikutnya. Pulang kembali ke rumah seharusnya menjadi hal yang sangat menyenangkan karena disamping tubuh telah sehat, siapa pula yang tak senang berada di rumah kembali bukan? Namun kegembiraan tidak berlaku pada ibu. Beliau masih kerap mengalami anyang-anyangan.

Saya mencoba mencari tahu apa penyebab sakit saat buang air kecil dan mengapa hal ini masih ‘mengikuti’ ibu. Dan berikut beberapa diantaranya:

  • Kurang minum
  • Selalu menahan keinginan untuk buang air kecil
  • Kurang menjaga kebersihan organ genitalia
  • Kebiasaan cebok yang keliru
  • Pemakaian alat kontrasepsi yang tidak tepat
  • Hormon estrogen yang bergejolak
  • Wanita yang sedang hamil

Dua penyebab anyang-anyangan paling atas merupakan kebiasaan khas yang sering dilakukan ibu dan juga saya. Pada kasus ibu, setelah kateter dilepas, ada rasa ingin buang air namun tak bisa dikeluarkan. Itu pun keluar setetes, dua tetes saja. Meskipun belum sampai ke tahap parah, tak urung penyebab anyang-anyangan seperti-kurang minum dan selalu menahan diri untuk BAK- cukup membuat saya was-was.

Biasanya cara tradisional untuk menghilangkan anyang-anyangan adalah dengan mengolesi bagian sekitar pusar dengan balsam atau minyak kayu putih. Dan itu memang manjur walau untuk sementara. Padahal sebenarnya ada solusi alami lainnya. Cara mencegah anyang-anyangan yang paling praktis dan modern menurut saya adalah dengan mengkonsumsi produk minuman Prive-Uricran.

Pertemuan pertama dengan produk Prive-Uricran ini tidak sengaja pada awalnya. Saat pergi ke apotek untuk menebus obat kontrol ibu, mata ini langsung tertumbuk pada kemasan dan warna Uricran yang menurut saya sangat manis. Warna merah jambunya seakan mengajak saya untuk segera mencobanya di rumah. Kesan pertama yang muncul adalah minuman ini sangat segar meski agak sedikit asam.

Warna merah jambu ini berasal dari ekstrak buah cranberry (Vaccinium Macrocarpon) yang mengandung kadar vitamin C yang cukup tinggi dan terbukti berkhasiat mencegah Infeksi Saluran Kemih dan Infeksi Saluran Kemih Berulang yang disebabkan bakteri E. coli. Secara anatomi saluran kemih wanita memang lebih pendek dan rentan dibandingkan pria. Apalagi saluran kemih wanita lebih dekat dengan saluran pembuangan (anus) sehingga bakteri dapat dengan mudah masuk ke kandung kemih dan menimbulkan infeksi.

Produk ini dijual dalam dua sediaan berupa kapsul dan serbuk. Untuk Prive Uricran serbuk, selain berisi ekstrak cranberry juga diperkaya dengan Vitamin C dan Probiotik, saya membelinya dengan harga Rp 121.000. Untuk harga menurut saya relatif karena apabila khasiatnya mampu menyembuhkan maka apa pun menjadi tak perlu dipikirkan lagi mahal atau tidaknya.

Setelah beberapa kali minum, lambat laun keluhan anyang-anyangan ibu agak berkurang. Ekstrak cranberry memberi sensasi menyehatkan dan melegakan. Dapat diminum kapanpun dan di manapun. Selain untuk orang dewasa, anak-anak pun bisa meminumnya.

Sakit anyang-anyangan kadang memang muncul kembali sehingga kita harus tahu cara menghindarinya. Memang masuk akal apabila ibu sampai terkena anyang-anyangan pasca operasi karena saat dirawat, sepanjang hari beliau dipasangi kateter untuk buang air kecil dan cara ini memiliki risiko menimbulkan ISK.

Agar tidak sampai terjadi, lebih baik kita ketahui cara mencegah anyang-anyangan ini yaitu:

  • Banyak minum air putih 6-8 per hari

Minum air putih sangat dianjurkan karena inilah cara yang paling sederhana dan murah meriah.

  • Menjaga kebersihan organ genitalia

Setelah buang air usahakan untuk selalu membilas dan membasuhnya dari arah depan ke belakang.

  • Jangan tunda BAK

Saat ada keinginan untuk buang air kecil, segeralah dikeluarkan jangan ditahan.

  • Jaga kondisi organ genitalia

Jagalah agar organ intim selalu kering dengan memakai celana berbahan katun agar terhindar dari kondisi lembap yang memungkinkan tumbuhnya bakteri.

  • Pasca operasi segeralah minum air sesering mungkin dan berlatih untuk berkemih

Berkaca pada kasus ibu yang anyang-anyangan pasca operasi, mintalah pada anggota keluarga untuk mencatat pola berkemih pasien dan bicarakan dengan dokter karena bisa saja efek samping pelepasan kateter tak hanya sekadar anyang-anyangan.

***

Ibu saya sebetulnya tak terlalu menganggap serius saat mengalami ISK namun karena menjalani operasi maka rasa yang ditimbulkan saat buang air kecil menjadi beban derita yang bertambah setelah nyeri operasi itu sendiri. Berbagai perasaan mulai dari urine yang sedikit keluar, sakit buang air kecil, dan rasa panas setelah mengeluarkan air seni telah mendorongnya untuk mencari solusi dan bertekad untuk menghilangkannya.

Sejak bertemu Prive Uricran, hidup terasa lebih lega karena produk ini akhirnya menjadi teman sehari-hari kami selain air putih tentunya. Bisa dikatakan lewat operasi akhirnya kami berdua menjadi lebih dekat dengan minuman dari ekstrak cranberry ini. Memang untuk mengatasi susah buang air kecil itu tidak mudah tapi juga tidak sulit apabila kita punya kemauan kuat untuk menhindarinya.

Silakan komentar

%d bloggers like this: