Saat Wifi Tak Bisa Connect Lagi

Memang untuk memiliki sesuatu yang baru (baca: OS baru) pasti pada awalnya sangat gagap, gak ngerti banyak hal bahkan putus asa akut bila menghadapi semacam error dan bingung harus bagaimana lagi mengatasinya. Kisah terbaru adalah  menemui kesulitan dengan Wifi di Windows 10 dalam laptop yang masih gres.

Setelah sekitar 2,5 bulan menikmati senangnya berbrowsing-ria melalui wifi, entah mengapa di awal Maret kemarin ini wifi tak bisa aktif seperti biasanya. Terakhir berselancar internet saat saya memesan tiket kereta melalui situs perjalanan  dan berhasil. Namun sesudahnya, setiap akan membuka internet, layar disuguhi  gambar wifi dengan tanda seru. Ah,  ini mengesalkan sekali karena dengan tidak berfungsinya wifi otomatis untuk melakukan apa pun sudah jelas tak bisa alias lumpuh.

Waktu itu belum ada pikiran untuk membawanya ke tempat servis Asus karena pertimbangannya mungkin saja hanya masalah  sinyal atau koneksi internetnya yang memang sedang bermasalah. Tapi, kalau bermasalah mengapa ponsel atau laptop lainnya mampu menangkap sinyal dengan baik? Ini yang agak membingungkan orang awam seperti saya. Kondisi tidak menangkap sinyal alias bergambar seru  itu tetap muncul kapanpun dinyalakan dan herannya saya belum merasa khawatir karena well, untuk melakukan pekerjaan di rumah dan membutuhkan internet saya masih bisa memakai laptop lain.

Petugas Datang

Cemas mulai muncul ketika suatu hari laptop asus ini akan digunakan namun tetap tidak ada kehidupan dari sang wifi padahal  kondisi seperti ini  sudah berlangsung sekitar sebulan lamanya. Kebetulan saat itu telepon rumah juga mati.  Pikir saya, inilah kesempatan yang tepat untuk sekaligus menanyakan laptop yang sinyal wifinya mati ini pada petugas Telkom. Telepon memang sudah pulih namun nasib laptop menjadi agak terkatung-katung.

Tiba-tiba, saya jadi ingat saat laptop menemui kesulitan tiga bulan lalu  (Baca: Cerita Laptop, Wifi dan Win 10)

Petugas memang sudah memberikan bantuan dan layanan yang baik sekali. Mulai dari kunjungan yang beberapa kali  ke rumah untuk mengutak-atik laptop hingga memberikan solusi akhir yakni menawarkan kabel LAN. Dan memang dengan bantuan kabel, koneksi internet menjadi sangat lancar dan cepat. Tetapi apakah pilihan ini yang diambil?  Lalu apa artinya punya laptop bila ke mana-mana harus bergantung  dengan kabel yang maha panjang?  Saya sendiri mengerti mungkin saja si petugas juga punya rasa gak enak mengapa laptop Win 10  ini tak bisa konek  dan sulit sekali, ia penasaran saya juga penasaran. Untuk mengatakan  menyerah sepertinya  tidak  patut baginya sehingga hasil akhir adalah ia menyarankan memakai kabel yang untuk memesan bermeter-meter panjangnya pun  harus keluar uang atau downgrade atau…instal ulang.

Saya tak kesal dengan sikap petugas. Bahkan kalau ia berkata  tak bisa, saya bisa menerima.  Ini mungkin sudah bukan ‘ranah’ petugas telkom tapi bagian servis Asus. Kalaupun saya minta bantuan  dari pihak telkom, barangkali saja bisa berfungsi.

Ke Pusat Servis

Apa boleh buat, akhirnya laptop harus dibawa ke pusat servis Asus lagi. Dan, di sana saya mendapatkan pencerahan lagi dari petugas servis. Menurutnya Win 10  ini unik dalam berbagai aspek yang saling kait-mengkait. Sebagai pengguna baru, kita harus pandai-pandai menelaah dan menelusuri penyebab yang bisa jadi salah satunya adalah akibat ketidaktahuan kita sendiri. Misalnya barangkali saja  saat sedang mengerjakan sesuatu, tiba-tiba muncul kotak dialog yang menanyakan hal yang ‘belum jelas’ lalu tanpa sadar kita klik OK. Akibatnya fatal dan berujung pada error. Saya sih tak terlalu ingat apakah  saya pernah menemui hal seperti itu. Mungkin saja (tanpa sadar).

Dan menurutnya lagi, kalau Win 10 di downgrade, ini akan mengacaukan semuanya.

Layaknya dokter,  ia mengutak-atik  dan hasil diagnosanya, pihak Microsoft  mungkin mengira saya, si pengguna ini tidak aktif lagi menggunakan laptop. Karena begitu kita sign in akun pertama kali menggunakan laptop, seluruh aktivitas langsung terhubung ke Microsoft,  segala kegiatan terpantau langsung dari sana. Nah, karena dalam waktu lama (kira-kira sebulan lebih) tak ada pantauan aktivitas yang menggunakan Win 10 ini, pihak Microsoft akhirnya ‘perlu’ mematikan perangkat (termasuk wifi) guna mencegah adanya penggunaan ilegal atau pengguna asing yang nebeng pakai akun saya. Saat si petugas servis yang bernama Heru ini mengemukakan panjang lebar demikian, sontak saya jadi ingat bahwa saya memang sempat tak menghidupkan laptop Asus nyaris sebulan lamanya. Ini gara-gara saya sibuk mengerjakan tugas dengan laptop lainnya dan saya pun telanjur mengira laptop Asus ini tak bisa digunakan akibat wifi error.

Kalau benar yang ia katakan, berarti saya sudah melakukan keteledoran. Alih-alih menganggap jangan terlalu sering dihidupkan agar tidak rusak, akhirnya malah menambah error saja.

Ia akhirnya menyimpulkan Win 10 ini harus diinstal ulang. Yo wis, do whatever you do. 

Laptop Pulih

Yey! Laptop akhirnya bisa digunakan lagi seperti sedia kala. Hikmah dari kerusakan ini adalah kita bisa lebih mengerti bagaimana memperlakukan Win 10 dengan bijak. Terlepas dari berbagai ketidaktahuan yang sering saya alami, menggunakan Win 10 sungguh menyenangkan dan super membantu sekali.

2 Comments Add yours

  1. matureorchid says:

    Bikin deg degan yaa…

    1. Erna says:

      Tapi ada hikmahnya juga.

Silakan komentar