Sebulan Pakai Speedy Gratis

on

Setelah pihak Telkom menelepon, akhirnya  pada hari Sabtu siang datanglah dua orang teknisi yang akan memasangkan modem wifi di rumah. Sempat ‘blank’ sesaat akan berita yang menyatakan bahwa Telkom akan memasang target bahwa tahun 2013 dinyatakan sebagai tahunnya wi-fi dengan 5 juta rumah terpasang modem. Speedy sebagai  andalan internetnya digadang-gadang akan menjadi produk yang paling oke. Tapi saya sempat merasa ragu dan bertanya-tanya darimana Telkom menentukan sasaran rumah yang akan dipasangi wi-fi? Kalau menurut teknisinya, katanya Telkom punya data rumah atau wilayah mana saja yang bisa dipasangi wi-fi. Memang tidak semua rumah dan saya merasa agak GR sendiri dengan cara penilaian seperti itu. Seakan  rumah saya terlihat aktif menggunakan internet. Entah Telkom memakai metode apa untuk bisa memantaunya tapi yang jelas saya memang sedang getol-getolnya memakai internet setahun ini Dan itu pun berkaitan dengan pekerjaan. Apalagi semenjak im2 tidak bisa diandalkan lagi, ditambah pemakaian  telkomflash saya yang sudah memasuki masa tenggang, maka kehadiran wifi bak angin yang membelai dengan kehadirannya  yang tepat dan diiming-imingi gratis selama satu bulan terhitung sejak pemakaian pertama kali. Masalah nanti mau dipakai speedynya atau tidak itu urusan nanti.

Dipicu oleh keterangan CS-nya yang terdengar ragu-ragu, hal itu mendorong saya untuk melakukan ‘investigasi’ melalui browsing. Apa benar Telkom sedang mencanangkan untuk menjaring 5 juta pelanggan wi-fi atau tidak. Hasilnya cukup membuat bingung juga karena disamping ada  nada kepuasan dalam memakai Speedy, di sisi lain muncul juga suara-suara sumbang akan pelayanan Speedy yang jamak dialami pula pada provider lain semisal lemot dan merekayasa harga promo. Namun yang menonjol dari setiap  kata yang mengikuti ‘Speedy’ adalah ‘mahal’. Well, gimana gak mahal, ongkos produksinya mungkin besar. Tapi menurut saya, selayaknya sebagai sebuah BUMN, pemerintah justru seharusnya merangkul rakyat dengan menurunkan tarif paket dan pelayanan yang memuaskan, bukannya malah menyengsarakan  dengan biaya tagihan yang mencekik leher. Kalau benar pelayanannya aneh seperti ini, pasti saya takkan berminat untuk pakai Speedy.

Apalagi, bila hanya menawarkan modem pada calon pelanggan tanpa diimbangi layanan maka jadinya ibarat menangkap angin. Pelanggan bisa tertarik sesaat namun sesudah itu akan mencari provider lain yang murah meski risikonya putus sambung terus koneksinya. Seandainya saya dan lainnya bisa menikmati layanan Speedy dengan tarif yang benar-benar terjangkau dan tidak ada biaya kejutan plus tanpa lemot, maka Indonesia sudah bisa sejajar (sedikit) dengan negara lain. Last but not least Indonesia jadi maju karena informasi akan banyak terserap dan bangsanya jadi cerdas.

Saat ini saya akan menikmati dan membuktikan janji Speedy selama satu bulan gratis pemakaian sembari menghitung untung ruginya  bila saya tertarik memakai Speedy. Mudah-mudahan pilihan saya tidak mengecewakan.

signa

Silakan komentar