ada apa dengan negeri ini?

Sekadar upaya pengalihan?

July 14, 2011

Kasus Prita menghentak hati nurani kita. Siapa yang menyangka kalau kasusnya akan diutak-atik lagi oleh MA? Sebenarnya apa sih motivasi para penegak hukum itu, apa dengan mengungkap kasusnya maka pamor si jaksa, RS Omni,  dan MA akan jadi semakin  naik? Apa institusi semacam MA segitu kurang kerjaannya hingga rakyat kecil yang harus jadi bemper kasus-kasus kakap lainnya. Coba tengok, kasus Nazarudin, Nunun Nurbaeti dan Century saja  mereka takut sekali untuk menyelidiki hingga ke akarnya. Mereka hanya sekedar berputar-putar saja di atas awan dan tidak berpijak ke bumi. Lalu, guna mengalihkan kasus-kasus besar itu, dimunculkanlah kasus Prita ini.

Saya sebagai rakyat biasa yang buta hukum, merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Prita. Sedih, kecewa, ketakutan, cemas karena harus masuk penjara lagi adalah perasaan yang benar-benar berhasil diciptakan oleh MA. Berhasil karena efek yang ditimbulkan lebih dahsyat ketimbang hakim menjatuhkan  vonis bebas bagi Prita 1,5 tahun lalu. Bahkan berhasil membuat takut warga negara untuk menyuarakan keluhan.  Bagaimana tidak, kalau kita tidak puas dengan pelayanan, maka kita akan berpikir dua kali dalam menyampaikan keluhannya. Dan menurut saya itu langkah mundur bagi perkembangan masyarakat  madani.

. Hingga saat ini Prita masih melakukan upaya dan memohon dukungan dari semua pihak agar putusan itu hanyalah isapan jempol saja, hanya keisengan  belaka emoticon dari pihak MA saja agar masyarakat tidak terus saja menyoroti  kinerja Presiden yang akhir-akhir ini merosot misalnya. Masalahnya kenapa mesti yang dikorbankan rakyat kecil dengan kasus yang remeh dan gak penting begitu?

Kasus remeh semacam Prita,  iPad yang buku manualnya tidak berbahasa Inggris,  Terusirnya dua murid di Jawa Timur karena  orang tuanya mengkritik layanan sekolah, kasus Ibu Siami yang terusir dari kampungnya merupakan bukti bahwa  negara sudah gagal melindungi rakyat kecil dalam ranah hukum. Jadi, payung hukum yang bagaimana lagi yang  dibutuhkan kita? Perlu payung yang selebar apa untuk meneduhi orang-orang  yang membutuhkan advis hukum? Entahlah. Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang saja oke. 😆

Silakan komentar

%d bloggers like this: