Seperti Biasa

on

Seperti biasa jika hari hujan sejak pagi ada saja yang datangnya

maklumkan saja hujannya?
maklumkan saja hujannya?

terlambat. Cuaca yang mendung dengan sisa rintik-rintik hujannya membuat orang menjadi malas dan enggan untuk berangkat kerja di jam reguler. Seakan-akan dengan mengulur waktu, kemalasan dan cuaca bisa dijadikan alasan yang tepat. Padahal dengan merentang waktu sekitar  dua menit saja maka neraka jalanan di ibukota akan menghadang para pekerja.

Sebenarnya ini hal yang biasa dalam setiap momen awal keberangkatan kerja bagi karyawan khususnya di ibukota. Halangan yang menyusahkan selain turun hujan adalah genangan banjir dan ini cukup ‘kuat’ untuk dijadikan alasan keterlambatan. Mental pekerja memang ada yang sangat buruknya namun masih ada beberapa yang masih baik. Buruk karena memang ada hal-hal yang tidak ingin ia kerjakan di kantor kalau tidak dibilang malas, baik karena integritas dan dorongan untuk bekerja benar-benar sudah ecxellent. Diantara keduanya ada kelompok tengah-tengah yang tidak terlalu ngoyo untuk hal apapun. Terlambat ya tak apa-apa, datang tepat waktu pun, syukurlah. 😀

Jadi, hal ini berpulang ke masing-masing nurani karyawannya. Apakah ia memang berniat bekerja meski terlambat dan berhujan-hujan di luar atau memang menyengajakan diri untuk berlambat-lambat seakan-akan minta dimaklumi. Yang tahu jawabannya hanya di hati itu sendiri.  Namun pertanyaan saya adalah tak pernahkah mereka mengalami yang namanya ‘karma’? Artinya di alam semesta ini pasti ada yang namanya hukum keseimbangan, timbal-balik, ada suka ada duka. Di saat ingin datang terlambat, mungkin saja di lain hari kita justru ingin tak terlambat namun oleh alam semesta  kita ‘dibuat’  menjadi terlambat. Demikian sebaliknya. Di sini nurani yang berperan. Seandainya kita tak menyengaja terlambat, tentu di lain waktu segalanya akan ‘dibuat’ lancar. Dan ini bukan omong kosong. Selalu ada peristiwa seperti itu namun coraknya berbeda dan tergantung individunya menyadari atau tidak. Sama dengan kita mengaku sakit tapi sebenarnya segar bugar. Maka di lain waktu apabila kita ada urusan yang penting kita justru malah jatuh sakit dan tak bisa berbuat apa-apa.

Intinya, jangan menyengaja melakukan apapun yang merugikan diri sendiri. Berusahalah untuk bermanfaat bagi orang lain. Sesederhana itu.

Silakan komentar