Sherlock, Memahami Lewat Kata

on

Saya lama tak menulis di blog ini karena ada satu kesibukan yang tak lain dan tak bukan  adalah menerjemahkan skrip film yang berjudul Sherlock Holmes. Film bioskopnya memang sudah beredar lama, dan yang sedang saya terjemahkan adalah filmnya BBC yang sudah edar dua tahun lalu dan akan dirilis dalam bentuk DVD.

Saya takkan membandingkan isi film dengan bukunya yan telah dikenal luas itu karena saya yakin sebuah karya akan menjadi melenceng alurnya tergantung dari peraciknya dalam hal ini sutradara. Dan kita tak bisa dengan gegabah mengatakan ‘koq beda ya dengan yang dibaca di buku’? Well, saya tak memikirkan itu, kali ini saya lebih memusatkan perhatian pada sisi penerjemahannya. Bisa dibilang saya baru ngeh dengan film ini ketika saya menerima job menerjemahkan film yang berdurasi 266 menit..

Seharusnya saya mengerjakannya seterima filmnya namun karena penyakit saya yang selalu  menunda pekerjaan membuat saya agak pontang-panting dalam memahami isi dialognya. Ada 3 episode yakni Study In Pink, The Blind Banker, dan The Great Games. Dari ketiganya yang membuat saya terpukau adalah saat menerjemahkan The Great Games. Selain filmnya memang hebat, isi dialognya juga cerdas.

Saya bisa bilang demikian karena saya memahami kata per kata, dialog, dan gaya bahasa British yang khas sesudah saya putar berulang-ulang filmnya dan mencari  pendapat lain dari berbagai sumber. Perlu diketahui pula bahwa gaya bahasa yang digunakan pun benar-benar unik misalnya ‘not much cop, the caring lark‘ dalam The Great Games, atau ‘we all make enemies’ dalam The Blind Banker.

Menurut saya, dengan menerjemahkan film ini kita tak hanya mengetahui jalan ceritanya saja tapi juga memperoleh harta karun lain berupa istilah-istilah khas Inggris yang tak bakal saya jumpai dalam petualangan penerjemahan film Hollywood. Saya malah merasa terbantu dengan kalimat yang aneh namun rupanya itu bahasa yang kerap dipakai dalam pergaulan di Inggris seperti ‘pint’, ‘poor sod’, ‘dull’  atau suasana kota London antara Waterloo Bridge dengan Southwark Bridge serta tepi South Bank. Singkatnya, saya benar-benar menikmati dalam menjelajahi tiap kata yang diucapkan oleh tokoh-tokohnya.

Ini kutipan kalimat yang saya suka, “I’m Sherlock Holmes and I always work alone because no one else can compete with my massive intellect.” yang ironisnya justru diucapkan oleh sahabatnya Dr. Watson dalam The Blind Banker🙂

Silakan komentar