Sibuk Terus

on

Baru pada hari ini saya bisa kembali menulis blog setelah selama satu bulan lamanya saya terkungkung oleh kesibukan pekerjaan yang anehnya selesai tepat sebulan saja dihitung dari terakhir saya menulis blog terdahulu.  Saya tak ingin terlalu sibuk. Banyaknya kendala lain memaksa saya untuk menahan keinginan itu. Otak pasti jalan terus, namun yang paling harus dikompromikan adalah alarm tubuh yang harus istirahat segera kalau tidak mau jatuh sakit akibat bekerja lembur gila-gilaan. Walhasil sampai pertengahan bulan keinginan  untuk menulis blog  masih sebatas angan. busytimeWEBSebenarnya kalau order datang pamali untuk ditolak bukan, makanya saya bela-belain dikerjakan walau agak mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan keluarga beserta kegiatan domestiknya. Namun inilah kenyataannya, setelah sibuk bekerja dari pagi sampai petang, malam harus menekuni lagi pekerjaan hingga dinihari. Dan sudah pasti efek yang muncul selain lelah adalah keinginan untuk marah pada dunia. Tapi yang aneh, dengan adanya kesibukan malam itu  saya  justru merasa termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan  dengan cepat semata-mata hanya karena ingin segera menulis blog, menekuni hobi baca saya kembali, atau leyeh-leyeh sekadar menikmati langit. Ada beberapa buku baru hasil belanja di Book fair lalu yang belum tersentuh. Dan saat suntuk menatap komputer, mata saya melayang ke onggokan buku di rak yang judulnya menggiurkan dan seakan menarik saya untuk membacanya. Seketika itulah saya mendapat suntikan semangat, saya harus cepat selesaikan pekerjaan ini agar bisa membaca dengan santai. Ajaibnya kalimat itu seakan menjadi mantra yang dahsyat. Bahkan saya masih heran, koq bisa diselesaikan dalam waktu sebulan? Mungkin inilah yang disebut dengan efek samping positif. Positif dalam arti bahwa apa yang saya kerjakan harus cepat diselesaikan tidak ditunda-tunda, atau bermalas-malasan karena bila tidak, sudah pasti pekerjaan akan menumpuk dan semakin lama kerja rodi akan terus berlangsung sehingga waktu yang dialokasikan untuk pribadi menjadi berkurang bahkan terlewat begitu saja.

Kesimpulan seperti ini tidak datang begitu saja tetapi lewat pengalaman. Pengalaman mengajarkan setiap order jangan hanya ditaruh di atas meja tapi langsung diolah dan dieksekusi. Begitu.

Silakan komentar