Side Job: Pengalaman Terima Pesanan

on

Berkaitan dengan tulisan saya terdahulu tentang side job, maka kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman sewaktu menerima order-nya. Bolehlah untuk bahan perenungan karena ternyata memang gak gampang menjalaninya. Butuh energi lebih untuk mewujudkannya. Saya terima order side job berupa menerjemahkan 2 film VCD tentang yoga and so on. Si empunya VCD ini menugaskan teman kantor untuk mencari orang yang bisa menerjemahkan isi film tsb. Setelah mencari, bertemulah dengan saya. Si teman kantor ini sebut saja Dadan, meminta saya menerjemahkan saja tanpa embel-embel lain. Yang saya ingat dari perkataannya adalah ‘Menerjemahkan”. Saya pun menyanggupi wong cuma nerjemahkan apa susahnya sih? Meskipun tanpa script, dan hanya modal telinga yang tajam untuk mendengar isi film, saya berhasil menerjemahkan pesanan  ini dalam waktu 3 hari saja.

Beberapa hari kemudian dengan pede saya bilang ke Dadan kalau pesanannya sudah selesai. Saat ia mengambil film, ternyata ia meralat ucapannya bahwa sebenarnya yang ia minta adalah hasil akhir dari film yang sudah dalam kondisi memakai teks Indonesia. Bukan terjemahan saja. Di sini saya merasa kesal karena informasinya yang plin plan dan kurang jelas. Saya bilang kalau mau yang seperti itu bisa saja tapi harus mengajak orang lain di divisi kerja saya dan tambah harga.

Maka butuh satu bulan rupanya kami bernegosiasi menentukan patokan harga dengan  perkembangan yang tidak disangka-sangka seperti misalnya merapikan dulu teksnya, menentukan siapa yang harus memasok keping VCD kosongnya, mencari waktu luang di tengah kesibukan  kerja dan  menentukan hasil yang akan kita berikan yakni satu VCD keluar dalam waktu satu minggu dan tidak lebih. Kesemuanya menurut saya yang membuat pikiran terperas karena di satu sisi saya bekerja, sisi lain masih harus mengerjakan printilan ini. Terlebih lagi pihak Dadan masih mempertanyakan ‘bagiannya”.

Kalau memikirkan uangnya, memang lumayan tapi jika imbalannya lelah dan kesal hati lebih baik tidak diambil itu prinsip saya. Dalam kasus ini saya malas bernego dan tarik ulur menentukan harga. Saya bahkan sengaja pasang harga lebih agar mereka mengurungkan niat : kalau tidak mau harga segitu ya sudah, kita gak jadi kerja sama. 😡

Walhasil  itulah sisi pelik bila terima side job. Tidak bisa fokus namun upaya tetap dikerahkan. Kesehatan juga perlu dipikirkan. Apalagi bila rasa malas melanda. Akhirnya kemarin pekerjaan sampingan ini selesai saya buat  dan tinggal diolah ke bagian sub masternya. Let’s see and we’ll give them a test-case. 🙂

To be continued...

Silakan komentar