Side Job

on

Di masa sekarang ini, pernahkah terpikir untuk  melakukan pekerjaan sampingan atau bahasa kerennya side job? Sewaktu kuliah dulu, setiap orang yang mengucapkan, “Ingin mencari penghasilan tambahan” pasti membuat saya mengerutkan dahi. Bukan apa-apa, saat itu saya masih bertanya-tanya apa jenis side job yang perlu  diambil, dan sebagai mahasiswa rasanya saya tidak (baca: belum) merasa kekurangan dana. Semua biaya yang dikirim orang tua masih cukup memenuhi kebutuhan kuliah.

Saya hanya bergumam bahwa mungkin orang yang ingin mencari tambahan penghasilan adalah orang yang ulet dan gigih dalam meraih keinginannya. Dalam hal ini uang yang berlebih. Mereka adalah orang yang mau meluangkan waktu yang tidak banyak untuk menekuni pekerjaan sampingan ini. Dan saya hanya merasa bahwa “Wah, betapa sungguh-sungguh mereka melakukannya demi mengejar penghasilan tambahan ini”. 🙂

Terlepas dari berbagai jenis side jobnya, saya melihatnya dalam dua sisi. Sisi positifnya, kita melakukannya dengan niat dan bukan iseng belaka sehingga hasil yang dicapai bisa dipertanggung jawabkan lebih-lebih bila side jobnya hal yang kita sukai semisal: mendesain web, menerjemahkan artikel pesanan, fotografer pernikahan, menjual produk MLM, menyanyi di kafe, atau dagang pakaian di kantor. Itu semua bagus kegiatannya dan pasti. Sisi negatifnya adalah apabila dikerjakan dengan setengah hati dan hanya mengejar duit saja, an sich.

Maksud mengejar duit di sini adalah  orang ini hanya melakukan pesanan tanpa mau bersusah payah membangun jaringan –network, yang penting pekerjaan selesai dan terima imbalan. Untuk di masa lalu mungkin tak terlalu berpengaruh, tapi untuk masa kini  membangun pertemanan dan mempromosikan secara word of mouth adalah hal yang mutlak bila usaha kita tak ingin cepat-cepat hilang. Penting kiranya untuk selalu bersikap rendah hati dan sadar akan pesaing yang semakin bermunculan dengan tarif yang menggiurkan. Hal lainnya adalah saking memikirkan hasil yang instan, maka kita mengabaikan mutu kerja kita. Tidak ada kualitas yang menonjol, tidak ada ciri khas dan tidak ada chemistry.

Sebagian besar si pemakai jasa kita mengandalkan intuisi atau feeling. Jadi bila menurut mereka kita tidak bagus  dalam mengerjakannya, lebih baik cari yang lain. Peran kita memang gak jauh-jauh dari pedagang yang harus meyakinkan si pembeli dengan hasil yang memuaskan.

Sisi negatif lainnya yang menurut saya fatal adalah apabila side job ini dilakukan dengan mengabaikan pekerjaan kantor. Jadi ada pemeo yang berbunyi, ‘Jangan sampai pekerjaan kantor mengganggu pekerjaan sampingan’. Nah!

Kalau sudah begini, mana yang perlu dikorbankan? Apakah rekan kerja yang harus mengorbankan diri menutupi aktivitas pegawai yang melakukan side job ini, atau customernya yang menunggu lama pesanannya akibat side jober-nya mendahulukan pekerjaan permanennya? 😕

Akan lebih elegan bila si side jober ini memilih salah satu jenis pekerjaan yang menguntungkan baginya, mencari side job sah-sah saja tapi pekerjaan utamanya janganlah disingkirkan begitu saja.

Silakan komentar