Sidney Sheldon: Mistress Of The Game

on

Saya baru saja menyelesaikan bacaan novel fiksi karangan Tilly Bagshawe. Di tengah-tengah berbagai kesibukan antara bekerja, menerjemahkan skrip film, melakukan pekerjaan domestik, saya luangkan waktu yang cuma sedikit untuk menambah kapasitas otak agar lebih berimprovisasi lagi yakni dengan membaca. Kali ini saya merasa excited sekali dengan plot novelnya. Meskipun mendiang Sidney Sheldon telah tiada, namun nafas cerita yang  ditampilkan seolah berasal dari karangannya, seolah roh Mr. Sheldon menyelusup ke setiap kalimat dan hanya meminjam jari tangan Tilly Bagshawe saja untuk menuliskannya. Well, ini hanya anggapan sesaat saja. Karena bagaimanapun saya tetap mendapati di bab-bab tertentu ada tulisan yang merupakan gaya penulisan Tilly adapula yang seakan ini gaya alur cerita Mr. Sheldon. Gabungan keduanya membuat cerita menjadi hidup dan enak diikuti.

Bagi mereka yang kehilangan sosok Sidney Sheldon dan kangen dengan kisah-kisah ala Sdney, inilah buku yang tepat, ditunjang dengan penerjemahan yang bagus menjadikan khayalan kita terhadap tokoh-tokohnya menyamai apa yang pernah kita temui di novel-novel Sheldon sebelumnya. Ada tokoh licik, baik hati, pure antagonis, atau yang abu-abu sekali pun seluruhnya tertuang dalam novel ini.

Kepiawaian Tilly Bagshawe dalam mengemas novel ini patut diacungi jempol karena ia tak terjebak dalam bayang-bayang novel sebelumnya yang bertajuk Ratu Berlian itu. Menurut saya ia tetap menampilkan sisi femininnya yang lebih banyak dan terus seperti itu di sepanjang novel.

Meskipun di akhir kisah dibiarkan menggantung (saya anggap kisahnya menggantung) tapi ini barangkali hanya semacam siasat saja untuk berlanjut ke edisi berikutnya yang mudah-mudahan tetap dirlis oleh penerbitnya. Dan setelah membaca novel ini, hal itu membuat saya  memasang nama Tilly Bagshawe sebagai salah satu penulis kesayangan terbaru. 🙂

Silakan komentar