Still Alice, What street do you live on?

85c13b5a3919224319f61d0fc04fa49eMenyaksikan sebuah film bergenre drama senantiasa menghadirkan sesuatu yang lebih dalam, berkesan dan meninggalkan jejak yang sangat berarti terutama bila cerita itu berlandaskan keluarga dan kehangatan. Keluarga yang mengasihi, menemani, mendukung hari-hari yang dijalani seorang wanita sekaligus ibu dari 3 anak yang telah dewasa. Apa jadinya bila seluruh aktivitas yang ditekuni mendadak hilang, lenyap tanpa tahu harus bagaimana karena direnggut oleh hantu penyakit lupa bernama

Alzheimer. Sosok dosen yang pintar tiba-tiba tak tahu arah pulang saat sedang melakukan joging adalah sebagian rentetan akibat penyakit ini.

Alice Howland adalah seorang profesor Linguistik yang rutin memberi kuliah di Harvard. Kehidupan tiba-tiba berubah saat mendapati dirinya lupa kalimat yang diungkapkan di hadapan para mahasiswanya. Saat berkonsultasi dengan Neurolog, diketahui Alice akan berangsur-angsur kehilangan daya ingat sehingga ia perlu melakukan terapi diri sendiri dengan membuat pertanyaan di iphonenya agar sewaktu-waktu bisa ia jawab serta telah menyiapkan semacam petunjuk letak pil yang harus diminum kalau-kalau ia kelewat ‘putus asa’.

Film ini menarik karena yang diangkat adalah perjuangan melawan lupa yang diakibatkan oleh suatu penyakit. Di sekitar kita selalu ada saja orang yang berkelit atau menyangkal dengan memasang tameng ‘lupa’ untuk menghindari suatu kewajiban. Padahal betapa menyakitkannya bila seluruh hal atau kenangan yang kita alami dan rasakan, baik susah atau senang, baik sendiri atau bersama-sama keluarga perlahan-lahan akan hilang. Yang tertinggal adalah kekosongan, hampa dan berulang-ulang kita harus menggalinya. Kita akan diajak menyaksikan betapa Alice harus mengajukan lagi dan lagi pertanyaan yang barusan ia ucapkan atau saat ia lupa letak kamar mandi. Menyedihkan kedengarannya sekaligus menimbulkan kejengkelan bila tak tahu kasusnya.

tumblr_nhz1nd74731rm94wao2_500Untuk sebuah film, pesan yang disodorkan tersampaikan lewat Still Alice. Peran keluarga adalah penyemangat baginya untuk selalu mengingat-ingat setiap hal. Julianne Moore bermain sangat berhasil dan manusiawi sekali. Cukup menonjol hingga saya merasa peran Kristen Stewart tak terlalu baik tapi tak buruk juga. Justru Alec Baldwin menurut saya sangat bagus di sini. Berperan sebagai seorang suami yang berjanji selalu ada untuk istrinya. Ada ikatan yang lebih dari sekadar sebagai suami istri atau cinta kasih. Pengorbanan untuk selalu menjaga Alice diantara ayah dengan anak-anak merupakan wujud dukungan penuh cinta.

Dengan skenario yang dikerjakan oleh pengarang novelnya sendiri; Lisa Genova, film ini terasa lancar, tak rumit dan alur ceritanya runtut. Meskipun belum pernah membaca bukunya, saya merasa selain memang isi ceritanya bagus, pemilihan pemain berikut aktingnya juga telah menjadi nilai plus untuk film ini.

tumblr_nkcr73sBAj1sd3170o5_250

“My yesterdays are disappearing, and my tomorrows are uncertain,” Alice asserts. “I live for each day. I live for the moment.”

2 Comments Add yours

  1. Ernawati says:

    Bagus ‘kan?

    1. matureorchid says:

      Gw suka interior rumahnya juga 😀

Silakan komentar